Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Alasan Angkringan Jakarta Bikin Orang Jogja Kecewa

Kenia Intan oleh Kenia Intan
18 Maret 2025
A A
Angkringan Jakarta Bikin Orang Jogja Ngelus Dada Mojok.co

Angkringan Jakarta Bikin Orang Jogja Ngelus Dada (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang Jogja asli, saya memiliki standar angkringan yang cukup tinggi. Bagi saya, angkringan akan lebih afdal kalau menggunakan gerobak, jual nasi kucing yang sudah dibungkus, dan jual berbagai macam makan  pendamping. Tidak lupa, menjual berbagai minuman, khususnya teh anget yang nasgitel alias panas legi kentel. 

Itu bare minimum ya. Angkringan akan lebih “nendang” kalau bisa melayani bakaran berbagai macam makanan pendamping. Biasanya penjual mengoleskan bumbu tambahan supaya bakaran lebih enak. Angkringan akan lebih mantap lagi kalau menjual nasi kucing dengan dua pilihan isi saja, kering tempe atau teri saja. Dua pilihan saja cukup asal isiannya benar-benar ini. Angkringan yang benar juga menyediakan berbagai macam makanan pendamping seperti gorengann dan sate-sate, tidak lupa berbagai macam bacem seperti tempe, tahu, ceker, dan kepala. 

Itulah angkringan yang ada dalam benak saya dan mungkin kebanyakan orang Jogja lain. Itu mengapa betapa kaget dan sulitnya saya menemukan angkringan yang enak selama merantau di Jakarta. Rasa kangen terhadap kuliner sederhana ini membuat saya rela menempuh jarak yang cukup jauh untuk bisa mencicipi nasi angkringan. Selama beberapa tahun saya merantau, saya sudah menjajal beberapa angkringan, ada yang saya datangi sendiri, tidak jarang saya memesannya lewat aplikasi makanan online. 

Pengalaman menjajal beberapa angkringan, tidak ada yang benar-benar bisa memuaskan standar angkringan “ideal” saya. 

#1 Kebanyakan angkringan Jakarta menjual nasi kucing langsung dari penanak nasi 

Beberapa angkringan yang saya datangi menjual nasi kucing langsung dari penanak nasi. Dengan kata lain, penjual atau pembeli mengambil nasi dari penanak nasi sesuai keinginan, lalu memilih lauk yang tersedia. Pilihan lauknya bisa hanya kering tempe atau nasi teri saja, tapi kadang ada yang beragam. Saking beragamnya, angkringan malah mirip warteg. 

Sebenarnya cara berjualan seperti itu juga mulai umum di angkringan-angkringan Jogja. Namun, bagi saya, angkringan dengan nasi kucing yang dibungkus dengan daun pisang dan kertas jauh lebih afdal. Porsinya memang sedikit dan terkadang tidak hangat, tapi biasanya rasa lauknya lebih enak. Bonus kalian bisa membaca tulisan di kertas pembungkusnya selagi makan. 

#2 Varian makanan pendamping kurang lengkap

Kebanyakan makanan pendamping angkringan Jakarta tidak sesuai bayangan saya. Di kepala saya, angkringan itu yang jual berbagai macam sate mulai dari dari usus, puyuh, ati, kerang, keong, kulit, hingga brutu. Angkringan juga menjual berbagai macam baceman seperti ceker,kepala, tahu, dan tempe. Tidak ketinggalan berbagai macam gorengan seperti tahu, tempe, bakwan. Itulah bayangan saya soal makanan pendamping di angkringan. 

Kenyataannya, makanan pendamping beberapa angkringan yang saya datangi tidak selengkap itu. Mentok-mentok yang dijual sate usus, sate telur puyuh, sate kerang, ceker, dan berbagai gorengan saja. Kebanyakan angkringan Jakarta malah menjual tempura, otak-otak, nuget, sosis, dan berbagai camilan lain yang biasa dijual di depan SD. Menurut saya ini menyalahi angkringan yang seharusnya. Bahkan, salah satu tulisan Mojok pernah mengangkat tulisan yang mengungkapkan angkringan semacam ini palsu atau abal-abal.

Baca Juga:

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

#3 Teh angkringan Jakarta kurang “nendang”

Di lidah saya, teh yang dijual di angkringan Jogja itu khas. Perpaduan manis, sepat, dan kekentalannya begitu pas. Itu mengapa, saya lebih sering memesan teh panas ketika makan di angkringan. Konon katanya, para penjual angkringan mencampurkan beberapa merek teh sekaligus dengan perbandingan tertentu untuk mendapatkan cita rasa yang unik itu. 

Nah, kekhasan rasa inilah yang tidak saya dapat ketika mencicipi teh angkringan Jakarta.  Nasgitel sih, tapi entah mengapa wangi dan rasanya ada yang beda. 

#4 Tidak pakai gerobak

Seperti yang sudah saya sampaikan di awal tulisan, angkringan akan lebih afdal kalau menggunakan gerobak. Lebih mantap lagi kalau pelanggan bisa memakannya langsung di gerobak itu. Di angkringan Jogja, saya biasa menjadikan pinggiran gerobak sebagai meja makan dan duduk di kursi kayu memanjang yang mengelilingi gerobak. Jadi, kalau ingin menambah nasi kucing atau lauk, saya tinggal mengambil saja karena semua ada dalam jangkauan tangan. Walau sempit dan hanya beratap terpal, atmosfer semacam ini sungguh saya rindukan ketika di Jakarta. 

Sayangnya, angkringan-angkringan yang saya jumpai di Jakarta tidak bisa menawarkan pengalaman itu. Kebanyakan memang memakai gerobak, tapi gerobak itu tidak bergerak. Dengan kata lain, gerobak digunakan semacam tempat etalase yang tidak pernah berpindah. Beberapa memungkinkan pembeli makan di pinggiran gerobak yang “mogok” itu. Tapi, lebih banyak angkringan yang menyediakan meja dan kursi yang layak untuk menyantap hidangan. Saya sih senang-senang saja ya bisa makan dengan nyaman, hanya saja rasa rindu  terhadap angkringan Jogja jadi tidak bisa terobati. 

Di atas pengalaman saya sebagai orang Jogja menjajal angkringan-angkringan di Jakarta. Sekali lagi, itu berdasar pengalaman saya saja ya, bisa jadi saya kurang ngulik sehingga yang dapati angkringan yang kurang memuaskan. Tapi, percayalah, saya sudah mendatangi banyak angkringan selama di sana dan tiap tempat selalu ada saja kekurangan yang nggak sreg di hati. Mungkin kalian bisa berbagi informasi lokasi angkringan Jakarta yang “ideal”? 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Alasan Saya sebagai Orang Jakarta Kecewa dengan Penjual Nasi Uduk di Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2025 oleh

Tags: angkringanangkringan jakartaAngkringan jogjaJakartaJogjaOrang Jogja
Kenia Intan

Kenia Intan

ArtikelTerkait

Info Loker Jakarta 2022 yang Pas Buat Fresh Graduate Terminal Mojok

Loker Jakarta Juli 2022: Info Loker Buat Fresh Graduate

17 Juli 2022
6 Hal yang Perlu Disiapkan Warga Kabupaten yang Berencana ke Jakarta Mojok.co

6 Hal Perlu Disiapkan Warga Kabupaten yang Berencana ke Jakarta agar Tidak Kerepotan

2 Desember 2023
Menyiksa Suzuki Shogun Setiap Hari di Jalan Parangtritis Jogja (Unsplash)

Derita Tinggal di Dekat Jalan Parangtritis Jogja, Memaksa Saya Harus Menyiksa Suzuki Shogun Setiap Hari

10 Mei 2025
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026
Jogja dan Lamongan Itu Saudara Kembar: Sama-sama Punya Masalah Upah Rendah, dan Sama-sama Susah Jadi Pemimpin!

Jogja dan Lamongan Itu Saudara Kembar: Sama-sama Punya Masalah Upah Rendah, dan Sama-sama Susah Jadi Pemimpin!

14 Juni 2025
Suka Duka Tinggal di Pemukiman Padat Penduduk di Jogja (Unsplash)

Kampung Padat Penduduk di Jogja Jauh Lebih Nyaman ketimbang Jakarta, meski Sering Bikin Kesal Juga

19 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

7 Mei 2026
UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi Mojok

UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi

9 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.