Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Kenapa Mobil Mahal kayak Pajero Fortuner Jarang Tempel Stiker Happy Family? Apa Keluarga Mereka Nggak Bahagia?

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
7 Februari 2025
A A
Kenapa Mobil Mahal kayak Pajero Fortuner Jarang Menempelkan Stiker Happy Family? Apa Keluarga Mereka Nggak Bahagia?

Kenapa Mobil Mahal kayak Pajero Fortuner Jarang Menempelkan Stiker Happy Family? Apa Keluarga Mereka Nggak Bahagia? (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Coba perhatiin di jalan, kebanyakan mobil mahal kayak Alphard, Pajero, Fortuner, dkk. nggak menempelkan stiker happy family di kaca belakangnya. Stiker itu malah banyak ditemukan di mobil LCGC.

Setelah berkeluarga apalagi punya anak, biasanya seseorang akan terpikirkan untuk membeli mobil. Dilihat dari segi kenyamanan, mobil memang menang banyak. Panas nggak kepanasan, hujan juga nggak kebasahan. Misal dalam perjalanan anak-anak merasa ngantuk pun, mereka bisa tidur pulas tanpa khawatir sandal bakal jatuh di tengah jalan.

Namun keinginan untuk memiliki mobil sering kali berbanding terbalik dengan kondisi dompet. Meskipun demikian beberapa orang menyiasatinya dengan cara membeli mobil secara kredit, membeli mobil bekas ataupun membeli mobil golongan LCGC (Low Cost Green Car), yang harganya cenderung lebih murah.

Soal punya mobil setelah berkeluarga ini, ada satu hal yang menarik. Kalian perhatikan nggak? Mobil-mobil mahal seperti Alphard, Pajero, Fortuner, dan mobil-mobil berkelas lainnya, jarang sekali menempelkan stiker happy family di kaca belakang mobil mereka. Stiker jenis ini lebih sering tertempel di mobil-mobil LCGC seperti Karimun, Datsun, Ayla, Agya, dkk. 

Kira-kira kenapa begitu, ya? Apakah pemilik mobil mahal bukan tipikal happy family? Atau, adakah alasan khusus kenapa mereka nggak menempel stiker tersebut?

Perbedaan cara dalam merayakan sesuatu

Saya pun mencoba menebak-nebak apa yang membuat mobil-mobil mewah kayak Alphard, Pajero, Fortuner, dkk., jarang menempelkan stiker happy family di belakang kaca mobil mereka. Hal pertama yang terlintas dalam benak saya adalah adanya perbedaan cara dalam merayakan sesuatu antara pemilik mobil mewah dengan pemilik mobil LCGC.

Maksud saya begini. Pemilik mobil mewah, pastilah sudah terbiasa bergelimang harta. Bagi mereka, memiliki mobil seharga lebih dari setengah miliar bahkan 1 miliar lebih bukanlah sesuatu yang istimewa. Biasa saja. Nggak bakal bikin rekening mereka auto kering. Jadi, nggak perlu dirayakan.

Inilah yang membedakan dengan keluarga biasa-biasa saja ketika punya mobil. Ketika mereka punya mobil, meski mobilnya tipe LCGC yang dibeli via jalur kredit, mereka bakal merayakannya. Bikin nasi kuning, dibagikan ke tetangga dalam rangka selametan. Setelah itu, mereka akan memberi nama mobil mereka, lalu menempelkan stiker happy family sebagai tanda bahagia bahwa pada akhirnya keluarga tersebut punya mobil. Romantis bener pokoknya. Definisi semua aku dirayakan kalau versi Nadin Amizah.

Baca Juga:

Suzuki Aerio, Mobil Bekas yang Masih Layak Dipinang Saat Banyak Orang Beralih ke LCGC

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

Stiker sebagai solusi supaya nggak sepi-sepi amat

Alasan lain kenapa stiker happy family lebih sering tertempel di mobil LCGC adalah karena faktor jam terbang mobil LCGC yang hanya seputaran dalam kota. Sebagai mobil dari keluarga yang biasa-biasa saja, bisa jadi mobil LCGC jarang dibawa plesiran. Gimana mau plesiran, wong tiap bulan sudah puyeng gara-gara cicilan. Kalaupun akhirnya plesiran, paling area dalam kota, cari tempat-tempat wisata yang murah meriah, kalau bisa yang gratis.

Intinya, karena menyesuaikan dengan kondisi dompet, mobil LCGC akan jauh-jauh dari area wisata yang penuh dengan wahana wisata berbayar. Itu sebabnya, kaca belakang mobil LCGC sepi dari stiker-stiker wahana, seperti Dufan, Ancol, Trans Studio, dll. Nah, biar nggak sepi bagaimana? Ya dengan ditempel stiker happy family, dong. Untung aja nggak ada stiker sedot WC numpang terpasang di sana.

Lain cerita dengan keluarga pemilik mobil mewah kayak Alphard, Pajero, atau Fortuner. Mampu beli mobil dengan harga nyaris miliaran tentu membuat keluarga tersebut nggak fakir plesir. Alhasil, bagian belakang kaca mobil penuh terisi dengan stiker jejak-jejak perjalanan mereka. Jadi, ya buat apa nambah-nambahin lagi dengan menempel stiker happy family? Sudah penuh. Sepenuh isi rekening mereka.

Tanpa stiker atau hiasan apa pun mobil kayak Alphard, Pajero, atau Fortuner sudah terlihat gagah dan mahal

Selanjutnya, soal ada dan tidak adanya stiker happy family ini, saya yakin salah satunya adalah soal selera. Ada tipikal orang yang suka sesuatu yang heboh. Jadi, ketika punya mobil pun mereka menghias mobil mereka dengan berbagai macam stiker. Salah satunya, stiker happy family. 

Biar apa sih kayak gitu? Biar orang-orang pada tahu kalau mobil tersebut adalah milik Pak Anu dan Bu Anu. Lha wong sudah berdarah-darah mencicil tiap bulan, kok. Minimal, orang-orang harus tahu bahwa mereka punya mobil.

Namun ada pula tipikal orang yang lebih suka sesuatu yang minimalis. Kalau nggak penting-penting banget ya mending nggak usah, termasuk stiker happy family di mobil. Ya kan tanpa stiker pun, Alphard, Pajero, Fortuner, dan mobil mewah lainnya sudah terlihat gagah dan mahal. Jadi, buat apa ditambahi stiker? Malah nanti mobilnya terlihat norak dan ndeso.

Eits, bukan berarti semua orang yang nempel stiker happy family itu adalah orang yang norak, ya. Nggak gitu konsepnya. Lagi-lagi, ini hanya soal preferensi semata.

Pemilik mobil mewah kayak Pajero Fortuner lebih menjaga privasi demi keamanan

Terakhir, alasan kenapa jarang ada stiker happy family di mobil mewah kayak Alphard, Pajero, atau Fortuner adalah berkaitan dengan privasi. Bagi orang yang beneran kaya, privasi itu penting. Mereka tidak akan sembarangan mengumbar harta kekayaan yang mereka miliki. 

Apa itu pamer koleksi tas dan mobil mewah di medsos? Nggak ada. Jangankan pamer harta kekayaan, outfit yang mereka kenakan pun sering kali terlihat lebih sederhana dibanding orang kaya baru yang dari atas ke bawah sudah kayak merek berjalan.

Para miliarder ini rupanya sadar betul betapa pentingnya menjaga privasi demi keamanan bersama. Nah, bentuk lain dari upaya menjaga privasi itu ya dengan tidak menempelkan stiker happy family, terutama yang disertai dengan nama orang tua dan nama anak. Mereka khawatir informasi tersebut disalahgunakan untuk modus kejahatan, seperti penculikan, dsb. Hiii, ngeri.

Kira-kira ada alasan apa lagi ya yang membuat mobil mewah kayak Pajero dan Fortuner jarang ditempeli stiker happy family? Karena mobil tersebut inventaris kantor barangkali? Atau, karena mobilnya lebih sering disetir sama pak sopir yang notabene bukan bagian dari family? Hmmm, bisa jadi, bisa jadi.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Ragam Mobil yang Dijual Terlalu Mahal di Indonesia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2025 oleh

Tags: FortunerFortuner PajeroLCGCmobilpajerostiker happy familystiker mobil
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

5 Mobil yang Perlu Dihindari di Jalan Raya selain Pajero dan Fortuner demi Keselamatan Diri Sendiri

5 Mobil yang Perlu Dihindari di Jalan Raya selain Pajero dan Fortuner demi Keselamatan Diri Sendiri

28 Agustus 2024
Tak Hanya Nmax, Pengendara Mobil LCGC Tak Kalah Menyebalkan di Jalanan terminal mojok.co

Pengalaman Ikut Kursus Mengemudi Mobil, Antara Perlu dan Nggak Perlu-Perlu Amat

19 November 2020
Mobil SUV Bermodal Make-Up Memang Sedang Ngetren

Mobil SUV Bermodal Make-Up Memang Sedang Ngetren

22 Februari 2020
Lampu LED Silau dan Knalpot Racing, Modifikasi Mobil yang Paling Saya Benci karena Mengganggu Banget Mojok.co

Lampu LED Silau dan Knalpot Racing, Modifikasi Mobil yang Paling Saya Benci karena Mengganggu Banget

28 September 2025
Kenapa Penjualan Suzuki Nyungsep dan Tak Bisa Bangkit Lagi?

Kenapa Penjualan Suzuki di Indonesia Nyungsep dan Sulit Bangkit Lagi?

6 Maret 2022
Pick Up Daihatsu Zebra 1991: Meski Bodi Remuk, Mesin Tetap Jos! terminal mojok.co

Pick Up Daihatsu Zebra 1991: Meski Bodi Remuk, Mesin Tetap Jos!

9 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.