Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

WHV Australia Ternyata Tidak Seindah di Konten Orang-orang

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
22 Januari 2025
A A
Tantangan Berat di Balik Gaji WHV Australia yang Menggiurkan Mojok.co

Tantangan Berat di Balik Gaji WHV Australia yang Menggiurkan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

WHV Australia menjadi pembicaraan dalam beberapa waktu terakhir. Sebenarnya Working-Holiday-Visa (WHV) bukanlah hal baru. Namun, kesempatan ini kian menjadi perhatian di tengah dunia kerja di Indonesia yang carut marut. WHV semakin menarik karena ada banyak content creator yang membagikan pengalaman kerjanya menggunakan WHV. 

WHV di Australia bak angin segar karena menawarkan gaji yang menggiurkan. Angkanya tidak main-main, sejak 1 Juli 2022, upah minimum nasional adalah $21.38 (setara sekitar Rp217 ribu) per jam atau $812.60 (setara sekitar Rp8 juta) per 38 jam kerja sepekan (belum termasuk pajak). Jumlah yang sangat menggiurkan jika dibandingkan dengan pendapatan di Indonesia kan? 

ADVERTISEMENT

Akan tetapi, itu semua hanya di permukaan. Kenyataannya, ada “harga yang harus dibayar” untuk mendapat gaji yang menggiurkan itu. WHV Australia memang menjanjikan upah besar dan kesempatan liburan ke luar negeri. Namun, selama di Negara Kangguru itu, banyak orang Indonesia harus berhadapan dengan hal-hal menantang berikut ini: 

#1 WHV di Australia wajib bisa bahasa Inggris

Punya skill komunikasi dalam bahasa Inggris merupakan salah satu syarat utama untuk bisa apply WHV Australia. Asal tahu saja, Australia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya.

Sertifikat tes IELTS umumnya dipakai sebagai bukti bahwa pelamar WHV Australia bisa berbahasa Inggris. Skor yang diminta minimal 4.5 yang bagi sebagian orang skor tersebut nggak semudah. Apalagi kalau sehari-hari tidak terpapar atau terbiasa dengan bahasa Inggris. 

Apabila sudah mendapat skor sesuai dengan standar, itu juga tidak menjamin kehidupan kalian akan lancar di sana. Sebagian besar pendatang harus menyesuaikan diri lagi dengan aksen Australia yang sulit dipahami. Asal tahu saja, bagi orang-orang yang berasal dari negara dengan penutur asli bahasa Inggris, aksen Australia susah dipahami. Kosakatanya juga banyak yang berbeda.

#2 Butuh modal besar

Sebelum apply WHV, para pelamar harus memenuhi berbagai persyaratan. Salah satu persyaratan yang paling sering bikin para pelamar balik kanan adalah rekening koran sejumlah AUD $5000 atau setara Rp50 juta. Angka yang nggak kecil ini digunakan sebagai bukti bahwa kita bisa menjamin kehidupan diri kita sendiri selama di Australia.

Bukan hanya soal rekening koran, menjadi WHV juga harus terima risiko bahwa kesempatan ini memerlukan modal yang besar. WHV holder masih harus keluar uang untuk menopang biaya hidup sebelum mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga:

Pengalaman Melepas Penat dengan Camping ala Warlok Queensland Australia

Kebohongan WHV Australia yang Terlanjur Dipercaya Pencari Kerja Indonesia

Belum lagi selama di Australia para WHV holder juga harus menanggung biaya tak terduga. Misal, biaya pengobatan. Sedihnya, biaya rumah sakit di Australia itu selangit alias mahal banget. Kalau nggak punya premi asuransi, sekali mondok di rumah sakit bisa bikin ludes tabungan.

Baca halamamn selanjutnya: #3 WHV di Australia juga …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2025 oleh

Tags: australiaWHVWHV AustraliaWorking-Holiday-Visa
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

stolen generation mojok.co

Stolen Generation: Sejarah Diskriminasi Rasial di Australia

22 Juni 2020
Kebohongan WHV Australia yang Terlanjur Dipercaya Pencari Kerja Indonesia Mojok.co

Kebohongan WHV Australia yang Terlanjur Dipercaya Pencari Kerja Indonesia

7 Juli 2025
Cerita di Balik Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu, Dua Tempat Ikonik Kota Malang yang Melenceng dari Pakem Jawa Mojok.co

Wahai para Maba, Jangan Terlena dengan Dinginnya Malang, Itu Semua Cuma Pencitraan!

19 Juli 2024
Melepas Penat dengan Berkemah ala Warlok Queensland Australia Mojok.co

Pengalaman Melepas Penat dengan Camping ala Warlok Queensland Australia

6 Oktober 2025
Desa Penglipuran di Bali Berhasil Mematahkan Omong Kosong (Unsplash.com)

Desa Penglipuran di Bali Mematahkan Omong Kosong Pauline Hanson, Senator Australia

10 Agustus 2022
Perkara Croissant di Jakarta yang Tampak Lebih Mahal daripada di Australia terminal mojok.co

Perkara Croissant di Jakarta yang Tampak Lebih Mahal daripada di Australia

10 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang  Mojok.co

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

19 Juli 2026
Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri Mojok.co

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri

18 Juli 2026
Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau? (Unsplash)

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau?

15 Juli 2026
Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

16 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.