Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Memangnya Kenapa Kalau Minta Maaf Online?

Muhammad Ikhdat Sakti Arief oleh Muhammad Ikhdat Sakti Arief
6 Juni 2019
A A
minta maaf online

minta maaf online

Share on FacebookShare on Twitter

Hari lebaran merupakan hari yang dinanti oleh seluruh umat muslim yang telah melaksanakan ibadah puasa dan juga yang tidak berpuasa selama sebulan penuh. Lebaran merupakan perayaan yang penuh dengan suka cita—semua orang bergembira. Hari raya adalah sebuah perayaan “kemenangan”.

Lebaran selalu membawa hal-hal yang menyenangkan bersamanya—keluarga yang mudik dan berkumpul bersama, kue lebaran yang bermacam jenis, mantan yang minta balikan dan tentu saja bagi-bagi uang THR yang hampir pasti selalu ada.

ADVERTISEMENT

Satu hal yang pasti tidak terlewatkan di momen lebaran dan sepertinya sudah menjadi budaya tak terpisahkan dari masyarakat kita yaitu saling maaf memaafkan. Anak minta maaf kepada orang tua, adik meminta maaf kepada kakaknya dan bucin yang meminta maaf pada gebetannya padahal dia nggak salah apa-apa.

Salah satu yang juga sepertinya sudah menjadi budaya kita bahkan saat momen lebaran seperti ini pun yaitu julid. Masih ada saja yang julid tentang hidup orang lain.

“Eh si anu makanan aja difoto mulu.”

“Kok dia lagi di pantai yak lebaran gini. Nggak ngumpul bareng keluarga. Nggak punya keluarga apa”

Bahkan soal cara minta maaf pun dipermasalahkan. “Orang Indonesia, berbuat salahnya di dunia nyata, minta maafnya lewat dunia maya”.

Yaelah, Boi. Memangnya kenapa kalau minta maaf lewat dunia maya—ada yang salah? Kan nggak semua orang bisa mudik ke kampung halaman dan bertemu dengan keluarga. Sehingga sudah barang tentu minta maafnya lewat dunia maya. Lewat sosial media.

Baca Juga:

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

Lagian memangnya yakin selama kamu main sosial media kayak Facebook, Twitter, dan Instagram kamu nggak ada salah? Nggak ada khilaf? Yakin nggak ada yang tersinggung sama semua yang kamu share di media sosial? Apalagi penulis Mojok yang suka satire.

Selama kurang kebih setahun ini orang-orang pada ribut mulu soal politik. Bisa saja ada bacotanmu yang memang membuat orang lain jadi tersinggung dan sakit hati. Terutama buat kamu-kamu yang suka share berita yang ternyata tidak benar dan terbukti hoax. Bisa bikin sakit hati dan juga bisa berpotensi fitnah—ingat, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.

Kalian yang suka berfoto pakai seragam kantor itu dan di-upload di media sosial sepertinya juga wajib untuk minta maaf online. Kalian tidak memikirkan kaum minoritas yang nganggur kaya saya ini. Kalian mana tahu saat kalian posting foto-foto kalian itu, para pengangguran yang sudah nyari kerja kemana-mana tapi nggak pernah dapat—mampus—jadi iri dan dengki. Sedangkan iri dan dengki itu kan dosa. Mereka ini jadi dosa gara-gara kalian.

Kalian kan nggak tahu saat kalian posting foto itu di medsos, ada teman atau keluarga mereka lihat dan bilang, “eh si anu sudah dapat kerja, kamu gimana?”—kan bangke!

Apalagi kalian yang suka upload foto sama pasangan yang belum tentu jadi jodohmu dengan caption,“aku tak bisa hidup tanpamu”—jijik. Kalian patut untuk meminta maaf kepada warganet jomblo kayak saya ini yang iri melihat kealay-an keromantisan kalian.

Maka dari itu minta maaf lewat dunia maya itu menurut saya sih nggak ada masalah dan nggak bikin kamu jadi rugi juga kan. Siapa tahu dengan begitu ada orang yang kamu nggak sengaja bikin dia jadi jengkel jadi berbaik hati memaafkan kamu.

Boleh jadi pas kamu posting permintaan maaf di media sosial, ada yang lihat dan kepikiran buat bayar utang yang sudah hampir dilupakan—tentu saja dengan sedikit sindiran. Kan kamu juga yang untung. Atau misalnya kamu punya utang, kamu bisa jadi ditagih—kamu jadi ingat dan bisa bayar utang. Selalu ada kebaikan dibalik suatu hal. Ingat, utang itu dibawa sampai mati loh.

“Tapi kan lebih baik minta maafnya ketemu secara langsung”. Hal itu memang benar. Kalau bisa ketemu secara langsung yah ketemu saja—sekalian bisa menjaga silaturahmi. Jangan tetanggaan maaf-maafannya malah online—berkunjunglah. Kan asik kalau maaf-maafannya bisa sekalian makan kue lebaran dan minum sirup leci ngobrol. Menjaga keakraban.

Sekarang sudah tahu kan kalau minta maaf itu sebenarnya nggak apa-apa secara online. Nikah saja ada yang online, masa minta maaf nggak boleh.

Saya juga kan nggak tahu bisa jadi ada pembaca Terminal Mojok yang tidak senang dengan tulisan-tulisan saya. Jadi lewat tulisan ini saya sekaligus mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin” yhaaa~

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: IdulfitriLebaranMinta MaafOnline
Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Nama saya Ikhdat, seorang pengangguran (semoga cepat dapat kerja) pecinta senja, penikmat kopi (biar dibilang anak indie) yang suka nulis.

ArtikelTerkait

nyate

Serba Serbi Sambat: Mari Kita Nyate dengan Bijak!

12 Agustus 2019
Outfit Warga Bantul saat Menyambut Syawalan

Outfit Warga Bantul saat Menyambut Syawalan

26 Mei 2020
Setiap Orang Punya Nama, Kenapa Masih Memanggil dengan Profesi? terminal mojok.co

Mengurangi Sampah Plastik Ketika Lebaran, Kenapa Tidak?

8 Juni 2019
4 Hal Ajaib yang Saya Temui Saat Lebaran di Magelang

4 Hal Ajaib yang Saya Temui Saat Lebaran di Magelang

21 April 2023
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR

13 April 2024
Ngapain, Sih, Sewa iPhone untuk Flexing Saat Lebaran? Segitu Hausnya akan Pengakuan, ya?  

Ngapain, Sih, Sewa iPhone untuk Flexing Saat Lebaran? Segitu Hausnya akan Pengakuan, ya?  

27 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

22 Juli 2026
Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

27 Juli 2026
yang emosian jangan turun di Stasiun Pasar Turi Surabaya deh izin (Unsplash)

Stasiun Pasar Turi Surabaya bukan stasiun tapi wahana ujian mental buat para penumpang kereta api

23 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026
Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah Mojok

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

21 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.