Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

3 Kuliner Magelang yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
18 November 2024
A A
3 Kuliner Magelang yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan

3 Kuliner Magelang yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selama ini Magelang terkenal sebagai daerah yang menyimpan potensi wisata menarik bagi wisatawan. Tak heran mengingat wilayah Magelang yang dikelilingi 5 gunung sekaligus. Wisatawan yang datang ke Magelang bisa menikmati beragam wisata di sini mulai dari wisata alam hingga wisata kuliner.

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis soal kuliner Magelang yang layak dikenal orang selain kupat tahu. Tapi kali ini saya nggak akan menulis kuliner Magelang lainnya yang wajib kalian cicipi apabila singgah di sini, melainkan kuliner yang justru kurang cocok di lidah wisatawan. Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa kuliner Magelang yang rasanya kurang cocok di lidah pendatang dan wisatawan, seperti 3 kuliner berikut ini.

#1 Pelas mlanding

Kuliner Magelang pertama yang rasanya kurang cocok di lidah wisatawan adalah pelas mlanding. Pelas adalah makanan tradisional yang bisa kita jumpai di Jawa Tengah dan Jogja, sementara mlanding sendiri adalah lamtoro atau dikenal juga sebagai petai cina. 

Pelas mirip bothok, namun isian dan bumbu yang digunakan berbeda. Jika bothok menggunakan ampas kelapa, pelas menggunakan parutan kelapa. Bumbu yang biasa digunakan untuk membuat pelas antara lain bawang merah, bawang putih, cabai, dan gula. Isian pelas bermacam-macam, bisa teri, kacang polong, dll., dan di Magelang terkenal dengan pelas mlandingnya.

Beberapa wisatawan yang datang mengaku kurang cocok dengan cita rasa pelas mlanding, apalagi jika berasal dari daerah Jawa bagian barat atau luar Pulau Jawa. Waktu pertama kali mencicipi pelas mlanding di Magelang saya juga merasa kuliner satu ini kurang cocok di lidah. Sebab, jujur saja saya nggak terbiasa dengan olahan masakan dari petai cina. Selain itu tekstur dan bentuk pelas kurang menggugah selera, sehingga banyak orang yang tak terbiasa jadi takut untuk mencicipinya.

#2 Sego godog

Kuliner Magelang lainnya yang kurang cocok di lidah wisatawan adalah sego godog. Dari namanya, secara harfiah sego godog berarti nasi rebus. Kuliner ini sebenarnya berupa nasi yang disiram dengan kuah.

Alasan kenapa sego godog ini kurang cocok bagi wisatawan yang berasal dari luar Magelang karena penampilannya yang nggak biasa. Mbak Hernika pernah menulis soal sego godog ini di Terminal Mojok beberapa waktu lalu. Tampilan sego godog kayak nasi yang dikasih kuah berwarna cokelat. Sebenarnya penampakannya demikian karena bumbu yang digunakan.

Selain itu, beberapa orang mengaku merasa aneh menyantap kuliner Magelang satu ini karena ada campuran mie kuning atau bihun juga dalam seporsi sego godog. Campuran mie kuning atau bihun ini kadang memang ditambahkan penjual sego godog Magelang. Yah, mirip kayak magelangan lah. 

Baca Juga:

Jatinom, sebuah tempat rahasia yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali sama Klaten

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

#3 Buntil daun talas

Kuliner Magelang selanjutnya yang kurang cocok di lidah wisatawan dan pendatang seperti saya adalah buntil daun talas. Sama seperti pelas, buntil juga biasa dijumpai di daerah Jawa Tengah. Makanya kuliner satu ini mungkin bakal terasa asing di lidah orang-orang yang bukan berasal dari wilayah Jawa Tengah. 

Mengutip dari website Pemkab Magelang, dalam bahasa Jawa, buntil berasal dari kata until-untul yang berarti bungkusan yang diikat-ikat. Kuliner ini memang berbahan dasar daun-daunan yang diberi isian kelapa parut berbumbu, teri atau udang rebon, dan kadang ditambah tempe. Ada beberapa daun yang biasa dijadikan bungkusan buntil ini, misalnya daun singkong, daun pepaya, dan daun talas. Buntil yang dikenal di Magelang adalah buntil daun talas.

Itulah beberapa kuliner Magelang yang kurang cocok di lidah pendatang dan wisatawan. Meski rasanya kurang cocok bagi sebagian wisatawan, nggak ada salahnya jika kalian mencicipi ketiga kuliner di atas apabila mengunjungi Magelang. Siapa tahu nggak cocok bagi saya, nyatanya malah cocok di lidah kalian. 

Penulis: Intan Ekapratiwi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Kuliner Magelang yang Layak Dikenal Orang Banyak selain Kupat Tahu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 November 2024 oleh

Tags: Kuliner Magelangmagelang
Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Redaktur Terminal Mojok yang suka nonton drama Korea.

ArtikelTerkait

Ini yang Akan Terjadi Seandainya Artos Nggak Ada di Magelang

Ini yang Akan Terjadi Seandainya Artos Nggak Ada di Magelang

6 Maret 2025
Magelang yang Menyenangkan, Sekaligus Mengecewakan (Unsplash)

Magelang yang Menyenangkan, Sekaligus Mengecewakan

12 November 2023
Jatinom, tempat rahasia yang bikin kamu jatuh cinta berkali-kali (Mojok.co/Audina Safira)

Jatinom, sebuah tempat rahasia yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali sama Klaten

14 Agustus 2026
Salah satu spot wisata di Air Terjun Kedung Kayang Magelang (Doc/Dhimas Muhammad Yasin)

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Wisata ke Air Terjun Kedung Kayang Magelang

11 Desember 2022
Alasan Magelang Harus Punya Mal Baru

Alasan Magelang Harus Punya Mal Baru

3 Januari 2025
Eyek, Tukang Sayur Keliling di Magelang yang Ikonik dengan Keranjang Setinggi Lemari

Eyek, Tukang Sayur Keliling di Magelang yang Ikonik dengan Keranjang Setinggi Lemari

9 Januari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1 Mojok.co

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.