Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Jangan Hujat Kreator Konten FB Pro, Mereka Masih Buta, dan Butuh Tuntunan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
27 Oktober 2024
A A
Bunda-bunda Kreator FB Pro Adalah Bukti Nyata Kalimat "Mulai Aja Dulu" facebook Facebook

Bunda-bunda Kreator FB Pro Adalah Bukti Nyata Kalimat "Mulai Aja Dulu" (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“salam interaksi bun”

Saya yakin, kalian yang masih main Facebook pasti nemu konten atau komen sejenis di beranda kalian. Yak, betul, itu adalah komen dan konten buatan para emak-emak FB Pro yang sedang berjuang monetisasi atau apalah itu.

Beberapa orang mengeluh dengan konten tersebut. Selain dianggap nyampah, konten tersebut dianggap tak berkualitas dan nggak ada value yang ditawarkan. Lagi-lagi, akhirnya dianggap nyampah. Alih-alih jadi hiburan, justru bikin orang punya alasan kuat untuk cabut dari Facebook.

Saya pun begitu. Banyak kawan saya yang beralih jadi kreator FB Pro. Saya tak ada masalah awalnya, tapi lama-lama juga ngerasain hal yang sama. Tapi saya masih bisa sedikit memahami, dan tidak memutus silaturahmi (alias unfriend). Justru saya agak kasihan dengan mereka.

Gelombang FB Pro ini mirip dengan gelombang orang ingin jadi YouTuber pada 2015. Semua orang berbondong-bondong bikin konten seadanya berharap bisa meraih cuan. Saya sempat ikut gelombang itu, meski baru mencoba terjun 2019, hasilnya pun gagal total. Selain saya tak punya waktu banyak, saya tak berdedikasi penuh jadi YouTuber.

Tapi emak-emak FB pro ini beda, dedikasi mereka penuh dan tidak bisa diremehkan. Hanya saja, dunia konten kreator memang tak pernah ramah dan mudah.

Orang buta menuntun orang buta

Saya tak bisa dibilang ahli perkara konten, tapi ya saya tahu logika-logika di baliknya. Bagaimanapun, sebagai penulis artikel, saya juga kudu memahami hal beginian. Tulisan, video, konten apa pun itu, sama saja intinya, ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar hasilnya bagus. Ada tuntunannya lah.

Nah, di sinilah masalahnya. Dari komenan konten FB pro yang saya lihat, banyak yang ngasih tuntunan lumayan mindblowing bagi saya, untuk tidak mengatakannya ngawur.

Misalnya, kualitas video/foto punya kemungkinan meraih audiens lebih baik. Pada dasarnya, iya. Para YouTuber kawakan yang ada dan kreator konten yang ada alat-alatnya nggak ada yang jelek. Kaliber tinggi semua. Kenapa? Ya agar kontennya enak dilihat. Ini hukum paling dasar sih, meski tidak harus sebegitunya juga soalnya menurut saya, smartphone midrange masa kini sudah bisa jadi senjata mumpuni.

Baca Juga:

Konten Review Tanaman Bupati Lamongan Adalah Konten Pejabat Paling Membingungkan yang Pernah Saya Tonton, Nggak Paham Prioritas!

Hal-hal yang Harus Dipikirkan Kreator Konten FB Pro agar Makin Gacor

Tapi, di komenan FB Pro yang pernah saya lihat, ada yang bilang, kalau pake Samsung S24, kemungkinan meraih audiens dan monetisasi jadi lebih tinggi. Iki edan nek iki. Sopo kuwi sing ngomong? Wong endi kui? Kurang ajar kuwi.

Ini yang jadi masalah menurut saya: orang buta menuntun orang buta. Ilmu yang dasarnya entah dari mana, disebarkan, dijadikan tuntunan. Apalagi banyak kreator yang dasarnya tak pernah belajar bagaimana bikin konten dan lingkungannya juga isinya bukan para konten kreator. Ya mau belajar dari mana? Jangan kaget kalau kualitas kontennya kayak gitu.

Sudahlah mereka buta, dituntun yang sama-sama buta, jadinya buta berjamaah.

Bantu para kreator FB Pro agar bisa bikin konten berkualitas

Jujur saja saya kasihan sih sama mereka-mereka ini. Bunda-bunda dan bapak-bapak FB Pro ini hanya mencoba peruntungan mereka di dunia konten, sayangnya kena hujat atas ketidaktahuan mereka. Padahal bikin konten itu nggak gampang, coba lihat berapa podcast yang gagal? Pendengarnya pun hanya kawan-kawan yang nggak enak kalau nggak dengerin.

Menurut saya sih, sudah saatnya ada yang mau turun tangan untuk bikin panduan yang beneran membantu, biar kreator FB Pro nggak dihujat. Nggak usah diajari algoritma wis, ra kabeh wong sing paham teknologi pun bisa memahami. Ajari aja konten yang bagus itu butuh perencanaan, pahami niche, dan produksinya kudu serius. Udah gitu aja.

Kasih tahu template yang bagus itu bisa didapat dari mana. Atau kasih referensi konten mudah tanpa harus edit berat. Intinya dibantu aja lah, dituntun yang tenanan. Jangan biarkan orang buta menuntun mereka terlalu jauh.

Akhir kata, janganlah dihujat terus-terusan. Para kreator konten kawakan yang ada dulunya juga memulai dengan jelek. Nggak semua kayak Mylyhya yang tiba-tiba bagus, nggak semua bisa meledak dari awal kayak Eripras. Semua butuh perjalanan, setidaknya beri petunjuk arah ke mana mereka harus berjalan.

Setidaknya dimulai dengan tidak semua konten harus dikomen dengan “salam interaksi”. Itu aja dulu.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bunda-bunda Kreator FB Pro Adalah Bukti Nyata Kalimat “Mulai Aja Dulu”

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2024 oleh

Tags: FB Prokonten kreator
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Dear Konten Kreator, Tolong Jangan Buat Prank Amoral Lagi

Dear Konten Kreator, Tolong Jangan Buat Prank Amoral Lagi!

28 November 2019
Food Vlogger Semakin Nggak Bisa Mendeskripsikan Rasa: Miskin Kosakata, Cuma Menang "Pedas"

Food Vlogger Semakin Nggak Bisa Mendeskripsikan Rasa: Miskin Kosakata, Cuma Menang “Pedas”

22 Juni 2024
Orang yang Sarankan Ide Bisnis di YouTube Itu Bukan Pengusaha, Mereka Hanya Konten Kreator! terminal mojok.co

Orang yang Sarankan Ide Bisnis di YouTube Itu Bukan Pengusaha, Mereka Hanya Konten Kreator!

30 Juni 2021
Jangan Sampai Platform Trakteer Jadi OnlyFans Versi Malu-malu terminal mojok.co

Jangan Sampai Platform Trakteer Jadi OnlyFans Versi Malu-malu

21 September 2021
Konten Review Tanaman Bupati Lamongan Adalah Konten Pejabat Paling Membingungkan yang Pernah Saya Tonton, Nggak Paham Prioritas!

Konten Review Tanaman Bupati Lamongan Adalah Konten Pejabat Paling Membingungkan yang Pernah Saya Tonton, Nggak Paham Prioritas!

22 Januari 2026
Gaes, Berprofesi Jadi Beauty Vlogger Nggak Ujuk-ujuk Bikin Kamu Kaya Instan terminal mojok.co

Gaes, Berprofesi Jadi Beauty Vlogger Nggak Ujuk-ujuk Bikin Kamu Kaya Instan

31 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

30 Maret 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati Mojok.co

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa
  • Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab, Tidak Mengeluarkan Aura Brengsek seperti Fortuner dan Pajero
  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.