Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Pikirkan Hal-hal Ini Sebelum Naik Gunung, Jangan FOMO dan Cuma Ikut-ikutan

Raihan Dafa Achmada oleh Raihan Dafa Achmada
16 Oktober 2024
A A
Pikirkan Hal-hal Ini Sebelum Naik Gunung, Jangan FOMO dan Cuma Ikut-ikutan Mojok.co

Pikirkan Hal-hal Ini Sebelum Naik Gunung, Jangan FOMO dan Cuma Ikut-ikutan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Naik gunung menjadi kegiatan yang semakin populer. Kegiatan luar ruangan ini digandrungi anak muda lantaran menawarkan sensasi perjalanan yang tidak biasa. Bagaimana kita ingin mendapatkan sesuatu yang indah, namun harus meraih itu dengan susah payah terlebih dahulu. 

Tren mendaki ini saya amati mulai ramai pada pertengahan tahun lalu dan sampai saat ini bisa dibilang peminatnya sangat banyak. Ditambah lagi, berseliwerannya video dan foto gunung di aplikasi TikTok, makin menjadi. Namun, pada artikel ini saya akan memberikan sebuah pesan yang bisa kalian persiapkan sebelum memulai pendakian untuk pertama kalinya.

Persiapan fisik dan logistik yang memadai

Bagi saya, persiapan diri dan logistik adalah satu hal yang penting sebelum memulai sebuah pendakian. Kalau kamu baru pertama kali mendaki, coba cari tahu dulu persiapan yang harus dilengkapi. Utamakan untuk peka terhadap diri sendiri dulu sebelum beralih ke bekal logistik. Seperti pakaian, sepatu, jaket, trekking pole, tenda, dan lain-lain. Sesuaikan juga dengan tujuan gunung yang akan kamu naiki. Jangan sampai kekurangan karena akan membahayakan diri sendiri. 

Selanjutnya, kamu dapat menyiapkan perbekalan duniawi. Nggak usah ribet-ribet, cukup membawa roti, atau mie instan cup. Kalau kamu mau ribet sedikit ya tidak apa-apa. Sekalian bawa kompor untuk masak enak. Tetapi kalau kamu hanya ingin tektok (perjalanan pendakian dalam waktu singkat) tidak perlu membawa banyak makanan, secukupnya saja. Satu hal penting menurut saya adalah tentang air, usahakan membawa air yang lebih karena mendaki itu melelahkan dan perlu banyak minum untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Jangan sampai dehidrasi, bahaya!

Kemudian, setelah semua persiapan diri dan logistik sudah beres, persiapan fisik ini jadi hal yang tidak boleh terlewat. Jangan lupa untuk berolahraga, bagi kamu yang pertama kali mendaki gunung jangan abaikan ini. Minimal satu minggu sebelum pendakian kamu bisa jalan santai atau jogging di sekitar rumahmu, tidak perlu lama-lama cukup 30 menit saja. Ingat, naik gunung itu melelahkan dan butuh fisik yang kuat. Jangan sampai kamu disana malah merepotkan orang lain karena kaki terkilir atau keseleo. Amit-amit.

Melihat trek gunung terlebih dahulu

Menurut saya mencari informasi alis riset pendakian sebuah gunung itu penting. Ini bisa untuk mengira-ngira kemampuan dan persiapanmu. Nah, bagi kamu yang baru pertama kali mendaki, usahakan mencari gunung yang tingginya di bawah 2.000 mdpl, karena ini bisa membuat kamu tidak lebih capek dan bisa meraih puncak dalam waktu yang singkat.

Terkadang beberapa orang bilang walaupun gunung itu tidak tinggi, tetapi trek yang disajikan berat itu memang benar-benar nyata. Itulah pentingnya riset dari awal. Sekarang sudah banyak informasi yang kamu bisa dapatkan secara mudah, bahkan ketika kamu buka TikTok saja pun sudah dapat.

Bagi kamu yang berada di Jawa Timur dan ingin memulai pendakian yang tidak terlalu berat, bisa mencoba Gunung Penanggungan, Gunung Kelud, Gunung Panderman. Menurut saya, itu sangat cocok untuk kamu yang baru pertama kali mendaki.

Baca Juga:

Bukber Itu Cuma Akal-akalan Kapitalisme, Kalian Cuma Dibodohi, dan Anehnya, Kalian Nurut!

Dear Maba, Jangan Gabung UKM Mapala kalau Alasannya Cuma Pengin Naik Gunung Aja

Jangan buang sampah sembarangan!

Bagian yang tidak kalah penting adalah tentang pengelolaan sampah. Saya melihat banyak sekali pendaki yang meninggalkan jejak sampah, norak! Jujur saja, saya sangat jengkel dengan pendaki yang seenaknya membuang sampah sembarangan. Penting bagi kita semua untuk menjaga lingkungan sekitar, jangan semrawut. Selain memperburuk keindahan alam, sampah juga bisa menimbulkan bau yang tidak sedap yang bisa mengganggu sekitar hanya karena ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Untungnya sekarang, banyak pendakian yang memperketat soal sampah ini. Bagaimana sebelum memulai pendakian, semua barang logistik dihitung dan harus sesuai dengan saat turun dari pendakian. Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh orang yang dengan rela membawa turun sampah orang lain di atas sana.

Pesan-pesan di atas bukan untuk menggurui, itu adalah hal yang penting namun terkadang masih kita abaikan. Padahal sangat penting. Teruntuk semua pendaki yang baru pertama kali naik gunung, selamat menikmati keindahan dari atas dan jangan lupa untuk ceritakan pengalamanmu ke semua orang.

Penulis: Raihan Dafa Achmada
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 2 Gunung di Magelang yang Nggak Cocok buat para Pendaki

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2024 oleh

Tags: alamFOMOgunungnaik gunung
Raihan Dafa Achmada

Raihan Dafa Achmada

Penulis adalah seorang pengajar dari Bontang yang gemar membaca dan menyukai lagu pop.

ArtikelTerkait

mitos gunung

Setan di Gunung: Fakta Atau Mitos

2 Agustus 2019
Saran untuk Pendaki Pemula agar Pendakian Pertama Kalian Tidak Berakhir Ambyar

Saran untuk Pendaki Pemula agar Pendakian Pertama Kalian Tidak Berakhir Ambyar

6 Januari 2024
naik gunung

Plis deh, Jangan Bawa-bawa Kebiasaan di Aspal ke Gunung

25 Juni 2019
2 Gunung di Magelang yang Nggak Cocok buat para Pendaki

2 Gunung di Magelang yang Nggak Cocok buat para Pendaki

10 Oktober 2024
Mau Pilih Dzawin Nur Atau Fiersa Besari, Rekan Perjalanan Naik Gunung Terbaik Adalah Wira Nagara

Terserah Mau Pilih Dzawin Nur Atau Fiersa Besari, Rekan Naik Gunung Terbaik Adalah Wira Nagara

14 Desember 2022

3 Fakta Soal Jirisan di Kehidupan Nyata

18 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

9 Maret 2026
Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

8 Maret 2026
Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

12 Maret 2026
Bisnis Mobil Rental: Keuntungannya Selangit, Risikonya Juga Selangit rental mobil

Rental Mobil demi Gengsi Saat Pulang Kampung Lebaran Adalah Keputusan yang Goblok

12 Maret 2026
7 Rekomendasi Drama China yang Bisa Ditonton Tanpa Perlu Mikir (Pexels) tiktok

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

12 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.