Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Saran untuk Pendaki Pemula agar Pendakian Pertama Kalian Tidak Berakhir Ambyar

Taufik oleh Taufik
6 Januari 2024
A A
Saran untuk Pendaki Pemula agar Pendakian Pertama Kalian Tidak Berakhir Ambyar

Saran untuk Pendaki Pemula agar Pendakian Pertama Kalian Tidak Berakhir Ambyar (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Untuk pendaki pemula, saya beri tips agar pendakian gunung pertama kalian tidak berakhir ambyar

Sebelum kegiatan pendakian gunung mewabah, mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang penuh perhitungan. Sekadar mendaki gunung dengan ketinggian 1500an meter di atas permukaan laut (mdpl) saja perlu persiapan lumayan matang. Apalagi tujuannya adalah gunung dengan ketinggian di atas 3000-an meter macam Argopuro, Ciremai, Slamet, atau bahkan Semeru. Persiapannya jelas bisa sampai berhari-hari untuk memastikan pendakian akan berjalan tanpa hambatan dan pulang dengan selamat.

Hal ini pula yang membuat jalur-jalur pendakian adalah tempat-tempat sepi di hutan-hutan. Belum lagi ketambahan mitos-mitos yang tidak jelas juntrungannya itu. Lengkap sudah.

Namun, semua berubah setelah 2012. Film 5 cm tayang, orang-orang menonton, lalu ter-influence, lantas punya keinginan seperti Zafran, atau Genta, atau bahkan memotivasi diri sendiri untuk bisa seperti Ian. Ya, semua seperti sulapan saja. Seketika toko peralatan gunung macam Eiger dan Arei menjadi primadona. Gunung-gunung menjadi ramai. Angka kematian saat pendakian pun ikut meningkat.

Data yang dihimpun jelajahlagi.id, setidaknya terdapat 151 kematian akibat aktivitas pendakian gunung. Data ini termasuk meninggalnya 23 pendaki akibat letusan Gunung Marapi akhir 2023 lalu, yang sekaligus menjadi tragedi pendakian gunung di Indonesia dengan jumlah korban terbanyak. Jumlah kedua, yakni sebanyak 20 orang pendaki meninggal disebabkan oleh hipotermia. Kematian pada pendakian lainnya disebabkan akibat tersesat, terjatuh, fisik drop, dan sebab lainnya.

Mengantisipasi hal yang sama terjadi kepada pendaki pemula, ada beberapa saran yang perlu dilakukan atau harus disediakan agar pendakian pertama tidak berakhir ambyar.

Peralatan dasar yang harus dimiliki pendaki pemula

Memulai pendakian adalah memulai perjalanan.  Pengalaman saya, ada peralatan dasar yang wajib dimiliki setiap pendaki pemula saat akan memulai pendakian. Peralatan tersebut di antaranya pakaian secukupnya, sepatu pendakian, jaket, dan sleeping bag, serta jas hujan. Peralatan dasar bersifat pribadi ini terutama didominasi oleh pakaian. Tujuannya jelas, menghindari hipotermia, yang menjadi salah satu penyebab sering terjadinya kematian di gunung. 

Satu hal yang mesti diingat, bahwa peralatan dasar ini tidak harus yang mahal. Jika memang memungkinkan untuk membeli atau meminjam yang bagus (mahal), ya sah-sah saja. Namun, jika tidak memungkinkan, peralatan yang bisa membuat kondisi badan hangat di cuaca gunung sebenarnya sudah lebih dari cukup.

Baca Juga:

Pendakian Pertama di Gunung Sepikul Sukoharjo yang Bikin Kapok: Bertemu Tumpukan Sampah hingga Dikepung Monyet

Dear Maba, Jangan Gabung UKM Mapala kalau Alasannya Cuma Pengin Naik Gunung Aja

Olahraga untuk persiapan

Olahraga adalah hal penting lainnya yang biasanya dilupakan para pendaki pemula, bahkan yang sudah sering sekalipun. Padahal olahraga kecil seperti jogging dan kardio dua atau tiga kali seminggu sebelum melakukan pendakian saja sudah lebih cukup membantu saat melakukan pendakian nanti.

Saya menemukan faktor olahraga ini cukup memengaruhi, terutama bagi yang baru pertama kali naik gunung dan pendaki pemula pada umumnya. Saya biasanya menyarankan orang yang baru pertama kali mendaki (bersama saya) untuk minimal jogging sebanyak 3 kali seminggu menjelang waktu pendakian.

Hasilnya? Selama melakukan pendakian dengan orang-orang yang “ngikut” saat saya suruh ini, sejauh ini tidak pernah mengalami masalah yang berarti. Terutama terkait dengan napas ngos-ngosan atau fisik yang drop.

Ubah mindset

Selama ini, orang beranggapan bahwa mendaki gunung itu adalah bertamasya, piknik. Menurut saya ini pemahaman yang keliru. Mendaki gunung itu ya kegiatan outdoor, berbeda jauh sekali dengan tamasya. Persiapannya harus benar-benar matang, mulai dari kondisi fisik, transportasi, sampai dengan akomodasi dan logistik saat pendakian. Sedikit rumit, tapi tetap bisa diusahakan.

Hal kedua yang menurut saya sangat banyak disalahpahami banyak orang adalah terkait menaklukkan gunung. Mendaki gunung tidak seharusnya dikaitkan dengan penaklukan. Mendaki gunung ya mendaki gunung. Menjelajahi dan menikmati alam. 

Terkait diksi “penaklukan” ini, bisa berakibat fatal. Para pendaki (terutama pendaki pemula) biasanya menganggap jika tidak bisa sampai puncak, maka ia gagal menaklukkan gunung. Hal ini yang membuat para pendaki memaksakan kehendak, yang pada akhirnya tidak jarang berakhir fatal.

Satu hal lagi yang sekiranya harus jadi pegangan orang-orang yang baru mau ikut kegiatan pendakian adalah “lebih baik tidak pernah sampai puncak daripada tidak pernah sampai rumah.” Kalimat ini menjadi salah satu kalimat sakti yang menjadi pegangan saya selama ini.

Keinginan untuk sampai puncak dan berfoto-foto ria sebagai simbol “penjelajahan sudah tuntas” tidak seharusnya jadi tujuan utama. Ada orang-orang di rumah kita yang menunggu kita pulang dengan selamat. Mereka juga tentu menunggu kita dan berharap pengalaman pendakian kita bisa kita bagi kepada mereka. Itu!!

Penulis: Taufik
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Jalur Pendakian Gunung yang Cocok untuk Pendaki Pemula

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2024 oleh

Tags: gunungpendaki pemulapendakian gunungpendakian pertamasaranSemeruslamet
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

Gunung Pundak Mojokerto: Terkenal Indah dan Cocok bagi Pemula, tapi Punya Sisi Buruk yang Perlu Diwaspadai

Gunung Pundak Mojokerto: Terkenal Indah dan Cocok bagi Pemula, tapi Punya Sisi Buruk yang Perlu Diwaspadai

6 September 2024
Film Horor Pendakian Gunung Bikin Ilmu Pendakian Gunung Seakan Nggak Ada Gunanya

Film Horor Pendakian Gunung Bikin Ilmu Pendakian Gunung Seakan Nggak Ada Gunanya

21 Februari 2025
2 Gunung di Magelang yang Nggak Cocok buat para Pendaki

2 Gunung di Magelang yang Nggak Cocok buat para Pendaki

10 Oktober 2024
4 Gunung di Kabupaten Magelang yang Bisa Didaki terminal mojok.co

4 Gunung di Kabupaten Magelang yang Bisa Didaki

19 Januari 2022
Pendakian Pertama di Gunung Sepikul Sukoharjo yang Bikin Kapok: Bertemu Tumpukan Sampah hingga Dikepung Monyet

Pendakian Pertama di Gunung Sepikul Sukoharjo yang Bikin Kapok: Bertemu Tumpukan Sampah hingga Dikepung Monyet

15 Desember 2025
gunung di bandung mojok.co

Rekomendasi 3 Gunung di Bandung yang Bisa Didaki Pemula

23 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota Mojok.co

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

10 Mei 2026
Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal gunung lawu

3 Perilaku Pendaki Gunung Lawu yang Bikin Geleng-geleng, Eksklusif dari Penjaga Basecampnya Langsung

9 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas kalimalang jakarta

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

8 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.