Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

7 Alasan yang Bisa Digunakan kalau Orang Tua Memaksa Kalian Ikut Tes CPNS

Iqbal AR oleh Iqbal AR
20 Agustus 2024
A A
7 Alasan yang Bisa Digunakan kalau Orang Tua Memaksa Kalian Ikut Tes CPNS Mojok.co

7 Alasan yang Bisa Digunakan kalau Orang Tua Memaksa Kalian Ikut Tes CPNS (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

CPNS lagi, CPNS lagi. Masa-masa tes penerimaan CPNS itu buat saya adalah masa-masa yang melelahkan, masa-masa yang bikin pusing. Bukan karena sibuk belajar tes CPNS atau sibuk mencari strategi agar diterima, tetapi karena CPNS itu tidak pernah menarik bagi saya. Iya, tes CPNS, bahkan menjadi PNS, tidak pernah ada dalam cita-cita saya—tidak juga jadi alternatif atau pilihan terakhir karier.

Terhitung sudah tiga tahun terakhir sejak saya lulus kuliah tahun 2021, permintaan untuk ikut tes CPNS selalu mendarat di telinga. Pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah ibu saya, beserta sebagian keluarga dekat. Tiap menjelang tes CPNS dibuka, saya selalu diminta mencoba ikut tes, meskipun hanya sebatas saran, tidak pernah ada paksaan. Tidak peduli apakah saya sedang punya pekerjaan atau tidak. Jawaban saya tentu sudah bulat dan keras, diikuti sederet alasan yang cukup kuat: tidak mau. Saya tidak mau jadi PNS.

Saya jelas tidak sendiri. Ada banyak orang—termasuk teman-teman saya—yang masih saja diminta bahkan dipaksa oleh orang tuanya ikut tes CPNS. Tak peduli meskipun mereka sudah punya kerjaan tetap. Maka dari itu, saya akan coba beri beberapa alasan yang bisa digunakan untuk menolak permintaan atau paksaan ikut CPNS, terutama dari orang tua.

#1 Tes CPNS itu terlalu melelahkan dan terlalu banyak “permainan”

Mungkin ini terlalu berlebihan, tapi melihat serangkaian tes yang menguras terlalu banyak tenaga dan mental itu menurut saya rasanya tidak terlalu sepadan. Sepakat atau tidak, ya terserah. Tenaga dan mentalnya mending diarahkan untuk tes pekerjaan lain saja. Belum lagi ada banyak “permainan” yang terjadi di dalam tes CPNS. Tidak lolos karena kalah dengan orang dalam, tidak lolos karena tidak ada “amplop” atau “amplopnya” kurang tebal. Big no! Jangan mau jadi bagian dari siklus seperti itu.

#2 Menjadi manusia yang tidak berkembang

Mengamati yang ada di sekitar saya, jadi PNS itu ternyata nggak menyenangkan dan membosankan. Semuanya serba jelas-nggak jelas. Dari kehidupan karier yang jauh dari kata menyenangkan itu, susah rasanya untuk bisa berkembang. Jabatan kalian mungkin bisa naik—itupun jika pandai menjilat dan cari muka—tapi skill set-nya ya stagnan di situ-situ saja, tidak berkembang. Sebab kita tahu sendiri, dunia PNS tidak perlu orang cerdas, tapi perlu orang yang pintar menjilat dan nurut. 

#3 PNS terlalu “basah dan kotor”

Sudah jadi rahasia umum bahwa PNS, di beberapa sektor, adalah “lahan basah”. Tak perlu saya jelaskan, kalian pasti tahu apa maksudnya. Akibat dari “lahan basah” ini, beberapa sektor PNS itu juga adalah tempat yang “kotor”. Jika hal-hal “kotor” ini sudah ketahuan, kita tahu ke mana akhirnya.

#4 Hidup dikejar utang karena menggadaikan SK

Setelah diangkat jadi PNS, biasanya mereka akan menggadaikan SK ke bank untuk dapat pinjaman. Ada yang untuk bikin usaha, beli tanah, atau untuk bermewah-mewahan. Sialnya, uang pinjaman dari gadai SK PNS ini kadang seperti perjanjian dengan setan alias bisa seumur hidup, terutama untuk bisa melunasinya. Ada yang bisa melunasi dengan tepat waktu, tapi nggak sedikit orang yang seumur hidupnya dikejar utang karena belum bisa melunasi gadai SK ini. Siapa coba yang mau hidup kayak gini, coba?

#5 Kadang dapat stigma buruk masyarakat

Stigma PNS di beberapa kalangan masyarakat itu memang sudah terlanjur jelek. PNS itu dibilang pemalas, nggak niat kerja, nggak dedikatif, makan gaji buta, koruptor kecil, dan sebagainya. Hidup dengan stigma yang kadung buruk di masyarakat ini jelas nggak enak. Kalau kalian tahan, sih, ya monggo-monggo aja. Tapi, ya, sebaiknya jangan. Nggak ada orang tua yang tega lihat anaknya dapat stigma buruk dari masyarakat.

Baca Juga:

4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial

Tunjangan Kinerja buat ASN, Beban Kerja buat Honorer, di Mana Adabmu?

#6 Nggak semua PNS itu hidup makmur

Orang tua yang pengin anaknya ikut tes CPNS dan jadi PNS itu mungkin mikirnya bahwa PNS itu hidup makmur. Ada benarnya, tapi nggak semuanya. Benar bahwa PNS itu dapat gaji tetap dan pensiunan. Tapi kadang ada PNS di beberapa kota yang gaji dan biaya hidupnya nggak sejalan. Gajinya nggak seberapa, tapi biaya hidupnya terus melonjak naik. Akhirnya apa? Bisa jadi ikut nilep duit anggaran, korupsi, dan sebagainya. Amit-amit.

#7 Sektor swasta lebih menjanjikan

Ini mungkin tidak semua, tapi dari pengamatan saya di lingkungan sekitar, orang-orang, kawan-kawan saya yang kerja di sektor swasta ternyata lebih menyenangkan dan menjanjikan. Gaji mereka lebih besar, kerjanya lebih jelas, minim “permainan” dari hulu hingga hilir, dan tentunya lebih bisa berkembang dengan baik. Jadi, daripada ikut tes CPNS mending cari kerja di perusahaan swasta saja, sih.

Makanya, kalau kalian masih saja diminta atau bahkan dipaksa untuk ikut tes CPNS dan jadi PNS oleh orang tua kalian, silakan pakai 7 alasan di atas, atau pakai alasan-alasan kalian yang lain. Mungkin berhasil, mungkin juga tidak. Mungkin orang tua kalian juga punya kontra narasi alasan-alasan di atas. Tapi saya yakin, kalian yang baca ini sudah cukup pintar untuk membalas kontra narasi dari orang tua kalian.

Bahkan kalau kalian sudah punya pekerjaan tetap dan masih dipaksa untuk ikut tes CPNS, bilang saja bahwa pekerjaan kalian itu lebih memberikan banyak hal. Blang saja pekerjaan kalian lebih menjanjikan, jenjang kariernya lebih jelas, dan tidak ada keterlibatan anggaran negara atau uang rakyat di sana. Lebih aman, dan tentunya, lebih sedikit mudarat­nya.

Pertanyaannya, apakah alasan-alasan di atas berhasil dengan saya dan orang tua saya? Jawabannya adalah belum berhasil, walau saya sudah pakai alasan-alasan di atas. Tahun ini, ketika saya belum punya kerjaan tetap, orang tua saya masih menyarankan untuk coba ikut tes CPNS. Sikap saya tetap sama: saya tidak mau. Saya tetap mau cari kerja yang non-PNS saja. 

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Buat Kamu yang Lulusan SMA, Peluang Lolos Tes CPNS 2024 Menjadi Lebih Besar Setelah Tahu 6 Cara Mudah Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Agustus 2024 oleh

Tags: cpnspnstestes cpns
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

anak muda jadi ASN. Pedoman Biar Lolos CPNS 2019: dari Pilih Formasi sampai Ngerjain Testnya!

Pedoman Biar Lolos CPNS 2019: dari Pilih Formasi sampai Ngerjain Testnya!

19 November 2019
Larangan Demo untuk PNS Adalah Bentuk Nrimo Ing Pandum Sesungguhnya terminal mojok.co

Larangan Demo untuk PNS Adalah Bentuk Nrimo Ing Pandum Sesungguhnya

28 Januari 2022
Sambut Bulan Ramadan, Tradisi PNS Adalah 5 Hal Ini Terminal Mojok.co

Sambut Bulan Ramadan, Tradisi PNS Adalah 5 Hal Ini

1 April 2022
Menerka Alasan CPNS Mundur setelah Lulus Seleksi cpns 2023

Formasi yang Harus Ada dalam CPNS 2023: dari QA sampai Social Media Specialist

5 Agustus 2022
max havelaar multatuli eduard douwes dekker mojok

‘Max Havelaar’, Novel yang Harus Masuk dalam Kurikulum Diklat PNS

19 Februari 2021
4 Hal Nonteknis yang Perlu Dilakukan Sebelum Ikut SKB CPNS terminal mojok

4 Hal Nonteknis yang Perlu Dilakukan Sebelum Ikut SKB CPNS

15 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.