Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Raya Ngawi Solo, Jalan Paling Menyiksa Pengendara di Jawa Timur

Ahmad Nadlif oleh Ahmad Nadlif
9 Juli 2024
A A
Jalan Raya Ngawi Solo, Jalan Paling Menyiksa Pengendara di Jawa Timur

Jalan Raya Ngawi Solo, Jalan Paling Menyiksa Pengendara di Jawa Timur (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya hampir putus asa saat melewati Jalan Raya Ngawi Solo…

Beberapa waktu lalu, saya mendapat undangan untuk menghadiri acara nikahan salah satu teman yang bertempat tinggal di daerah Pare, Kediri, Jawa Timur. Awalnya, saya ingin ke sana dari Jogja naik kereta atau bus saja, tapi karena tampaknya tiket telah ludes terjual, akhirnya saya memberanikan diri ke Pare menggunakan motor sendirian.

Terhitung ini merupakan kali kedua saya motoran ke Kediri dan daerah sekitaran Jawa Timur yang lain. Sebelumnya, saya motoran ke sana dengan dua orang tetangga rumah dari Demak. Dan beberapa waktu yang lalu, dengan masih menggunakan motor Vario Techno 125, saya melakukan solo riding dari Jogja ke Pare. Jalur yang saya ambil dari Jogja setidaknya melewati Klaten, Solo, Ngawi, Nganjuk, lalu langsung ngambil arah Pare.

Setelah dipikir-pikir, sebenarnya jalur yang mengantarkan saya menuju Pare ini ternyata nggak jauh beda dengan Jalan Pantura Demak ya, maksudnya sama-sama rusaknya. Namun kalau saya boleh menandai, di antara jalur yang paling banyak membuat saya emosi dan hampir putus asa adalah Jalan Raya Ngawi Solo. Alasan-alasannya sebagaimana di bawah ini.

Jalan Raya Ngawi Solo cukup panas di siang hari, sementara di malam hari minim penerangan jalan

Kalau boleh mengatakan, waktu itu saya melewati Jalan Raya Ngawi Solo sebanyak dua kali. Pertama saat siang hari ketika berangkat ke Pare Kediri. Kedua di malam hari saat hendak pulang ke Jogja. Pada dua momen berbeda tersebut jujur saja terdapat semacam dua model penyiksaan yang begitu menyakitkan bagi pengendara motor kayak saya.

Di siang hari misalnya, Jalan Raya Ngawi Solo ini terbilang cukup panas. Beberapa kali saya sempat melipir untuk sekadar meneduh. Kalau nggak, mungkin kepala saya sudah lebih dulu menguap saking panasnya cuaca di jalanan tersebut. Selain itu, bukti autentik lainnya adalah adanya bercak belang hitam di pergelangan tangan saya. Terik matahari yang begitu menyengat tampaknya ingin memberikan kenang-kenangan spesial pada tangan saya yang mungkin lelah karena terlalu lama memegang stang motor.

Di malam harinya, jalanan yang menghubungkan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut tampak begitu gelap. Sangat minim cahaya. Terhitung hanya ada beberapa lampu penerangan jalan di beberapa titik. Untung saja waktu itu lampu depan motor saya sehat, kalau nggak, tentu akan sangat bahaya. Dan yakin dah, situasi jalanan minim penerangan kayak gitu benar-benar membawa kita seperti masuk dalam scene film horor.

Banyak lubang bikin pengendara menderita

Sebenarnya saya kurang tahu, apakah karena Jawa Tengah dan Jawa Timur letaknya berdekatan sehingga akses jalannya juga memiliki karakter yang mirip? Entahlah. Yang pasti, Jalan Raya Ngawi Solo ini jeleknya sama persis kayak Jalan Pantura Demak di Jawa Tengah.

Baca Juga:

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

Di beberapa titik memang ada bagian jalan yang aspalnya begitu mulus, namun di sebagian jalan yang lain, ya ampun, banyak lubang yang terkadang malah hampir membuat pengendara celaka. Bahkan kerap terjadi kecelakaan lalu lintas akibat lubang ini.

Waktu itu saya sempat beberapa kali memacu motor hingga kecepatan 60-80 km/jam. Tapi karena sempat terjerumus di lubang-lubang jahanam Jalan Raya Ngawi Solo beberapa kali saya langsung refleks mengurangi kecepatan. Untung saja velg motor saya terbilang cukup aman, lah kalau sampai penyok? Ya bakalan wassalam. Mana waktu itu saya berkendara sendirian pula.

Truk-truk besar arogan seakan memaksa pengendara untuk selalu misuh

Salah satu musuh terbesar para pengendara motor saat berkendara di jalan raya adalah truk-truk bermuatan berat yang arogan. Pasalnya, truk-truk model begituan seakan nggak mau mengalah dengan para pemotor. Dan kalau kita ada di belakangnya, kita akan diserang asap hitam pekat yang keluar dari sisi bokong truk. Sialnya, truk seperti ini akan sering kita jumpai saat melewati Jalan Raya Ngawi Solo. Asem tenan!

Berdasarkan beberapa keluh kesah di atas, kalau boleh menyarankan, sebaiknya para pemangku kebijakan lebih memperhatikan akses jalan utama yang menghubungkan antar kota atau bahkan antar provinsi. Seperti Jalan Ngawi Solo tersebut, misalnya. Sebab, jalan-jalan itulah yang akan sering dilewati banyak pengendara. Dan tentunya, jangan sampai jalanan yang rusak malah dapat mencelakakan para pengendara yang lewat.

Penulis: Ahmad Nadlif
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Panduan Mengenalkan Kabupaten Ngawi pada Masyarakat Awam yang Buta Jawa Timur.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2024 oleh

Tags: Jalan Raya Ngawi Solojawa tengahjawa timurngawi
Ahmad Nadlif

Ahmad Nadlif

Mas-mas jawa biasa.

ArtikelTerkait

3 Fenomena Alam di Tegal yang Sering Dikaitkan dengan Hal Gaib Mojok.co

3 Fenomena Alam di Tegal yang Sering Dikaitkan dengan Hal Gaib

3 Agustus 2024
Kemawi, Desa Indah di Kecamatan Sumowono Semarang yang Bikin Orang Demak Betah Tinggal di Sana

Kemawi, Desa Indah di Kecamatan Sumowono Semarang yang Bikin Orang Demak Betah Tinggal di Sana

29 Agustus 2023
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Rowo Jombor Klaten yang Semakin Meresahkan dan Membahayakan Pengunjung yang Ingin Menikmati Wahana Air

18 Januari 2024
3 Kawasan yang Jadi Tempat Jualan Hewan Kurban Dadakan di Semarang

3 Kawasan yang Jadi Tempat Jualan Hewan Kurban Dadakan di Semarang

22 Juni 2023
Pengalaman Berkunjung ke TPU Keputih Surabaya Tengah Malam Berujung Kena Mental dan Takut Beneran

Pengalaman Berkunjung ke TPU Keputih Surabaya Tengah Malam Berujung Kena Mental dan Takut Beneran

20 April 2024
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Kebohongan Surabaya yang Bikin Sidoarjo Kelihatan Terbelakang Padahal Lebih Lengkap Sebagai Sebuah Daerah

21 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

30 Maret 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.