Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Pengalaman Meresahkan Nonton di Bioskop Cinepolis Java Supermall Semarang

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
3 Juli 2024
A A
Pengalaman Meresahkan Nonton di Bioskop Cinepolis Java Supermall Semarang

Pengalaman Meresahkan Nonton di Bioskop Cinepolis Java Supermall Semarang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebenarnya ada beberapa keunggulan nonton di bioskop Cinepolis Java Supermall Semarang. Sayangnya, keunggulan tersebut harus tertutup beberapa kejadian kurang menyenangkan yang pernah saya alami.

Menyaksikan film layar lebar merupakan alternatif hiburan yang digemari banyak orang, termasuk saya. Sensasi suara menggelegar dengan tampilan gambar besar menyuguhkan kepuasan yang terbayar. Apalagi kalau berkesempatan menikmati film hits di hari pertama rilis.

Selain XXI, bioskop lain yang sering saya kunjungi adalah Cinepolis. Bioskop ini terletak satu gedung dengan salah satu pusat perbelanjaan tertua di Semarang, Java Supermall. Tidak riuh dan dekat dengan rumah membuat bioskop yang tadinya beroperasi dengan nama Cinemaxx ini menjadi tempat favorit saya. Sayangnya, sederet keunggulan tersebut tak luput pula dari sejumlah kejadian kurang menyenangkan yang pernah saya alami di sini.

Antre kasir tiket dan makanan yang disatukan

Kejadian pertama saya alami baru-baru saja ini. Ceritanya, anak saya mengajak nonton film Dilan 1983: Wo Ai Ni yang dilabeli rating untuk semua umur. Meskipun hari Minggu, volume pengunjung di Cinepolis Java Supermall Semarang tidak membludak sebagaimana biasanya jumlah penonton di tanggal merah.

Hal ini bisa dimaklumi mengingat anak sekolah sedang menjalani liburan kenaikan kelas. Praktis, mayoritas dari mereka memutuskan nonton di hari kerja demi menebus tiket dengan harga lebih murah. Ditambah lagi, kala itu ada pemutaran film anak lainnya dan film dewasa viral yang diangkat dari kisah nyata.

Namun demikian, antrean pembeli tetaplah mengular. Waktu itu, ada dua petugas yang meladeni pembelian tiket. Setelah semakin dekat dengan giliran dilayani, saya pun mengerti akar masalahnya meski kuantitas pengunjung tidak berjibun. Sebabnya adalah aktivitas pemilihan kursi yang disatukan dengan pembelian camilan.

Seusai melakukan transaksi tiket film, petugas secara otomatis mengusulkan penonton untuk sekalian memesan kudapan. Sialnya, order tersebut tidak dialihkan ke gerai makanan yang berada di sebelah. Sebaliknya, kasir tiket justru menyiapkan sendiri segala makanan dan minuman yang diinginkan pembeli.

Kejadian tersebut tentu tidak jadi masalah ketika ada keterbatasan jumlah karyawan. Faktanya, masih terdapat dua staf lainnya berdiri di bagian penjualan makanan ringan yang seakan seperti bebas tugas. Alangkah eloknya bila lajur pembayaran tiket dan pembelanjaan snack di bioskop Cinepolis Java Supermall Semarang dipisah agar tidak membuat calon penonton gundah karena bisa ketinggalan cerita film yang kadung disetel

Baca Juga:

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

Upselling yang tidak disadari pembeli

Terkait dengan membeli makanan pendamping, pengalaman menyebalkan juga pernah saya alami. Biasanya, saya tidak pernah membeli kudapan ketika menonton sendirian karena harganya kurang sepadang. Lain cerita jika bersama buah hati yang wajib disertai camilan supaya tetap tenang duduk di kursi bioskop.

Sekali waktu, staf bioskop Cinepolis Java Supermall Semarang mempromosikan popcorn yang menjadi alat cross selling mereka. Bodohnya, saat itu saya kurang awas ketika petugas menyodorkan dua ukuran saja dengan mengatakan ukuran besar dan kecil. Ternyata, yang diberi adalah ukuran large saat saya bilang mau yang kecil. Apa boleh buat, mau tak mau saya kudu membayar, kepalang malu.

Padahal popcorn yang dijajakan sejatinya terdiri atas tiga ukuran. Memang Cinepolis tidak menggunakan istilah kecil, medium, dan besar. Terminologi porsi berondong jagung yang dipakai di bioskop tersebut cukup tricky, yaitu regular, large, dan jumbo. Tampaknya, pegawai bioskop memanfaatkan ketidaktahuan saya ini guna melakukan upselling yang sebenarnya kurang etis.

Sejak saat itu, saya selalu mengucap ukuran yang paling kecil manakala hendak memesan popcorn. Bahkan kalau perlu sambil menunjukkan contoh fotonya.

Nggak ada petugas sobek tiket di pintu teater Cinepolis Java Supermall Semarang

Lumrahnya, bioskop lain menempatkan seorang staf yang bertanggung jawab untuk menyobek tiket film di setiap teater. Uniknya, sepanjang pengalaman saya menonton di Cinepolis Java Supermall Semarang, petugas semacam itu tidak pernah saya jumpai. Mungkin memang demikian peraturan di jaringan bioskop tersebut, saya kurang paham karena tidak pernah nonton di Cinepolis kota lain.

Tentunya, absensi penyobek tiket riskan membuat pihak bioskop kecolongan. Bisa saja, ada pengunjung yang menyelinap menonton tanpa membeli tiket terlebih dahulu. Toh, teater di Cinepoles Java Supermall Semarang jarang sekali penuh sehingga orang bebas duduk di mana saja yang sekiranya aman dari reservasi. Terlebih saat ini tiket elektronik bisa dibeli tanpa harus dicetak kembali. Alhasil, penyusup semakin bebas berkeliaran dengan aman.

Benar bahwa kerugian tersebut bukanlah urusan saya. Menjadi masalah apabila ada penonton yang mengajak anak kecil untuk melihat film di atas batasan usia mereka. Setidaknya, eksistensi pegawai di muka pintu teater diperlukan guna menyeleksi calon penonton yang masuk. Sebab, setiap pengunjung berhak mendapat kenyamanan setara. Termasuk bebas dari celotehan para bocah yang bertingkah karena nggak paham isi cerita.

Kejadian meresahkan memang bisa dihadapi di mana saja, termasuk saat kita hendak bersenang-senang di bioskop. Bagaimanapun, hal tersebut di luar kendali yang tak bisa dihindari. Salah satu upaya saya menyiasatinya adalah dengan menonton bukan di pekan saat situasi Cinepolis Java Supermall Semarang cenderung sepi. Dengan demikian, saya bisa lega menonton sendiri dengan lebih menghayati.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jangan Nonton Bioskop kalau Nggak Paham Aturan Tidak Tertulisnya, Nanti Disebut Penonton Norak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2024 oleh

Tags: BioskopCinepolisJava Supermall SemarangSemarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Jalan Nangka Timur di Semarang, Jalan Kecil Mulus yang Justru Bikin Kisruh

Jalan Nangka Timur di Semarang, Jalan Kecil Mulus yang Justru Bikin Kisruh

1 November 2023
Semarang di Mata Orang Batang: Nyaman Ditinggali, Nggak Seburuk yang Dikatakan Orang

Semarang di Mata Orang Batang: Nyaman Ditinggali, Nggak Seburuk yang Dikatakan Orang

20 Juni 2024
Secercah Hidayah dari Kursi Bioskop yang diberi Jarak terminal mojok.co

Secercah Hidayah dari Kursi Bioskop yang diberi Jarak

25 Februari 2021
Pengalaman Nonton di CGV J-Walk Jogja: Murah tapi Bikin Capek

Pengalaman Nonton di CGV J-Walk Jogja: Murah tapi Bikin Capek

4 Desember 2025
Alasan Saya Ogah ke Lawang Sewu Semarang, meski Tempatnya Benar-benar Ikonik

Alasan Saya Ogah ke Lawang Sewu Semarang, meski Tempatnya Benar-benar Ikonik

2 Desember 2024
Kelebihan Uptown Mall BSB City yang Tak Dimiliki Mal Lain di Semarang

Kelebihan Uptown Mall BSB City yang Tak Dimiliki Mal Lain di Semarang

28 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.