Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Kedu Jumo Temanggung, Penyelamat Pengendara dari Jalan Parakan Ngadirejo yang Berbahaya

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
24 Juni 2024
A A
Jalan Kedu Jumo Temanggung, Penyelamat Pengendara dari Jalan Parakan Ngadirejo yang Berbahaya

Jalan Kedu Jumo Temanggung, Penyelamat Pengendara dari Jalan Parakan Ngadirejo yang Berbahaya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari Jogja mau ke Temanggung mending lewat Jalan Kedu Jumo deh daripada Jalan Parakan Ngadirejo. Lebih aman!

Hampir tiap sebulan sekali saya selalu menyempatkan diri mampir ke Temanggung, Jawa Tengah. Alasan utamanya karena kangen sama keponakan. Alasan lainnya karena jenuh dengan rutinitas kehidupan dan pengin melepas stres dengan cuci mata melihat pemandangan alam Temanggung yang cantik itu.

Motor selalu jadi transportasi yang saya pilih untuk ke Temanggung. Biasanya saya berangkat berboncengan dengan ibu saya dari Kota Jogja. Kami jarang banget naik bus yang makan waktu lama karena harus transit di Terminal Tidar, Magelang. Belum lagi hampir nggak ada bus dari Magelang yang bisa langsung sampai ke Wonoboyo, kecamatan paling ujung di Temanggung sekaligus lokasi yang saya tuju, tanpa transit lagi.

Akan tetapi perjalanan jauh dengan waktu tempuh lebih dari 3 jam dengan motor bukan perkara mudah. Selain harus tahan dengan pinggang ke bawah yang pegel, kondisi jalan menuju Temanggung juga berbahaya, terutama kalau ambil jalur yang melintasi Kecamatan Parakan dan Ngadirejo.

Jalan Parakan Ngadirejo, jalur yang selalu ramai

Dulu, saya selalu ambil jalur lewat Jalan Parakan Ngadirejo. Jalan ini sebenarnya bagian dari Jalan Sukorejo Parakan yang membentang dari Kabupaten Kendal ke Temanggung. Tapi jalan ini memang punya banyak nama panggilan dan salah satunya adalah Jalan Parakan Ngadirejo.

Jalan yang dimulai dari jalan di seberang Rumah Sakit Ngesti Waluyo ini selalu padat kendaraan. Masalahnya, kendaraan yang melintasi jalan ini didominasi oleh mobil pribadi, truk, bus antarkota dan antarprovinsi, serta travel. Motor yang melewati Jalan Parakan Ngadirejo jauh lebih sedikit jumlahnya. Kalaupun ada, pengendaranya mungkin hanya warga lokal yang nggak bepergian jauh.

Kalau sudah malam, apalagi weekend, Jalan Parakan Ngadirejo semakin padat oleh kendaraan. Saya harus berulang kali menyalip dari sisi jalan sebelah kanan (yang menurut saya serem banget) karena truk-truk yang lewat jalan ini lelet banget. Di beberapa titik bahkan sering terjadi antrean kendaraan, entah karena ada kendaraan yang lambat, truk mogok, atau memang karena lampu merah.

Kondisi jalannya juga mantap sekali, membuat shockbreaker kendaraan bekerja super-keras. Bukan hanya lubang, jalan rusak, nggak rata, bahkan genangan air dan banjir pun pasti bisa ditemukan di Jalan Parakan Ngadirejo.

Baca Juga:

Temanggung yang Terkenal Nyaman Bisa Bikin Orang Jombang Nggak Betah

Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota

Jalur ini seharusnya hanya untuk pengendara yang sudah pro banget. Saya nggak merekomendasikannya untuk pengendara jarak jauh karena sangat berbahaya. Pengendara jarak jauh seperti saya pasti sudah merasa capek dan pengin cepat-cepat sampai agar bisa segera beristirahat. Tingkat kewaspadaan yang turun ditambah dengan ketidaksabaran bisa berubah jadi malapetaka, apalagi kalau melintasi jalan ini saat hujan turun atau setelah malam tiba.

Jalan Kedu Jumo Temanggung, penyelamat para pengendara jarak jauh

Beruntunglah saya nggak perlu lagi melintasi Jalan Parakan Ngadirejo. Sekarang saya sudah tahu jalur alternatif yang jauh lebih aman, bahkan estetik, dengan waktu tempuh yang tetap sama dengan jalur awal, yaitu Jalan Kedu Jumo Temanggung.

Sesuai dengan namanya, Jalan Kedu Jumo melintasi Kecamatan Kedu dan Jumo, lalu berakhir di Kecamatan Candiroto. Jalan alternatif ini nggak begitu luas. Di setiap jalannya cuma muat dua motor. Walaupun relatif sempit, tapi jalan ini menawarkan kenyamanan dan keamanan yang nggak dimiliki oleh Jalan Parakan Ngadirejo.

#1 Belum banyak orang tahu jalan ini

Mengingat jalan ini melintasi perkampungan, jalan ini masih relatif sepi. Kendaraan berukuran paling besar hanyalah truk kargo pengangkut paket yang melaju tanpa ugal-ugalan. Selebihnya jalan ini didominasi oleh motor. Pemotor yang lewat jalan ini pun sebagian besar adalah warga lokal yang nyetirnya pelan-pelan. Perjalanan jadi jauh lebih aman dan nyaman.

#2 Kondisi jalan Kedu Jumo Temanggung lebih halus

Walaupun termasuk jalan di dalam kampung, Jalan Kedu Jumo lebih bagus kondisinya dibandingkan Jalan Parakan Ngadirejo yang merupakan jalur lintas kota. Memang masih ada beberapa lubang, tapi nggak banyak. Secara umum kondisi jalan ini mulus banget, bahkan yang melintasi tengah sawah sekalipun.

#3 Bebas lampu merah

Enaknya lewat jalur alternatif yang melewati kampung adalah pengendara nggak perlu dikit-dikit berhenti untuk nungguin lampu merah berubah jadi hijau. Jalan sepanjang 16 km ini nggak ada lampu merahnya sama sekali. Tapi walaupun nggak ada lampu merah, pengendara yang melintasi jalan ini sebagian besar tetap berhati-hati dan nggak ngebut.

#4 Nggak banyak persimpangan besar di sepanjang Jalan Kedu Jumo

Selain nggak ada lampu merah, pengendara nggak akan menemukan banyak persimpangan besar di sepanjang Jalan Kedu Jumo Temanggung. Persimpangan-persimpangan yang akan ditemui hanyalah pertemuan jalan-jalan kecil masuk dusun yang bermuara di jalan utama.

Kondisi ini memudahkan pengendara jarak jauh yang baru pertama kali lewat jalur ini. Cukup ikuti jalan beraspal yang paling luas, nanti pasti sampai di tujuan tanpa harus nyasar.

#5 Kulineran lebih sedap dan murah

Kalau sudah merasa capek dan pengin meregangkan diri, saya lebih suka istirahat sebentar di sekitar Jalan Kedu Jumo Temanggung sebelum melanjutkan perjalanan. Ada banyak warung makan yang lebih murah dan enak di sini.

Uniknya, di jalur ini ada banyak sekali warung pinggir jalan yang menjajakan entho cotot, makanan khas Temanggung yang terbuat dari singkong yang diisi gula merah atau gula pasir. Jangan khawatir, orang luar Temanggung yang jajan di sekitar sini nggak akan digetok harga lebih tinggi.

#6 Full pemandangan sawah, bukit, dan gunung

Inilah yang paling saya suka. Sepanjang perjalanan melintasi Jalan Kedu Jumo Temanggung, pengendara bakal disuguhi pemandangan yang cakepnya nggak ada lawan. Persawahan dan perbukitan sejauh mata memandang bakal sayang untuk dilewatkan. Suasana di sepanjang jalan ini juga lebih sejuk dan adem karena masih banyak pepohonan. Dan kalau beruntung, saat cuaca cerah pengendara bisa dengan jelas melihat Gunung Sumbing dan Sindoro yang akan mengikuti sepanjang perjalanan kita sampai ke ujung jalan ini.

Sebenarnya kalau saya lewat Jalan Parakan Ngadirejo kita juga lihat pemandangan kedua gunung ini. Tapi mengingat Jalan Parakan Ngadirejo dikelilingi bangunan, rasanya nggak puas menontonnya.

Keberadaan Jalan Kedu Jumo bagaikan penyelamat bagi saya yang melakukan perjalanan jauh Jogja-Temanggung. Tanpa Jalan Kedu Jumo, seumur hidup saya harus melewati Jalan Parakan Ngadirejo yang jalurnya berbahaya dan kondisi jalannya buruk.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jalan Sukorejo-Parakan, Jalan Paling Berbahaya di Temanggung yang Mengancam Pengendara.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2024 oleh

Tags: jalan kedu jumo temanggungjawa tengahkabupaten temanggungtemanggung
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Merasa Spesial saat Saya Naik dan Turun KA Jayakarta di Stasiun Walikukun Ngawi (Dokumen pribadi penulis).

Stasiun Walikukun Ngawi yang Membuat Saya Merasa Spesial

28 Mei 2023
Surabaya Jauh Lebih Superior dari Semarang (Unsplash)

Semarang Boleh Lebih Superior Ketimbang Cikarang, tapi Masih Kalah Jauh Dibandingkan Surabaya

17 Juli 2023
Semarang Naikin Jalanan Sampai Langit buat Atasi Banjir (Unsplash)

Sampai Kapan Jalanan di Kota Semarang akan Ditinggikan untuk Mengatasi Banjir? Apakah Sampai Kiamat?

20 Mei 2024
Sugeng Rahayu, Raja Jalanan Jawa Timur

Sugeng Rahayu, Raja Jalanan Jawa Timur

23 Juni 2023
Indomaret Kota Lama Semarang Cantik, Nggak Kalah Estetis dari Indomaret Yudonegaran Jogja

Indomaret Kota Lama Semarang Cantik, Nggak Kalah Estetis dari Indomaret Yudonegaran Jogja

13 Mei 2024
Bahasa Temanggung yang Sulit Dipahami dan Membingungkan bagi Pendatang Mojok.co

Bahasa Temanggung yang Sulit Dipahami dan Membingungkan bagi Pendatang

15 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.