Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Beat Karbu Adalah Motor Sengsara, meski Lincah tapi Motor Honda Ini Boros dan Nggak Semua Semua Orang Cocok Mengendarainya

Adinan Rizfauzi oleh Adinan Rizfauzi
1 Juni 2024
A A
Beat Karbu, Motor Honda Paling Boros yang Bikin Sengsara (Firzafp via Wikimedia Commons)

Beat Karbu, Motor Honda Paling Boros yang Bikin Sengsara (Firzafp via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

“Maju lo jalanan padat!” Barangkali begitu Beat Karbu menantang jalanan macet dan padat setiap harinya. Betapa tidak, motor ini punya bodi yang sporty nan ramping. Sudah begitu, daya dorongnya efisien. Makanya, jalanan padat itu hal yang remeh untuk motor Honda satu ini.

Meliuk-liuk di antara Jazz dan Fortuner di lampu merah? Ah, kecil. Menyalip kerumunan kendaraan yang terkena macet dan terseok-seok dari sisi kiri jalan tanpa masuk trotoar? Sambil tutup mata pun bisa.

Itulah keunggulan Beat Karbu yang paling saya banggakan. Sebagai mahasiswa yang kampusnya terletak agak pelosok di Kota Semarang, yang wilayahnya banyak gang sempit, plus lebar jalan utamanya nggak seberapa, Beat Karbu yang saya kendarai tidak pernah menemukan kesulitan berarti. 

Meski begitu, setelah lebih dari 3 tahun memakai Beat Karbu, saya rasa tak semua orang cocok dengan motor ini. Berikut beberapa tipe orang yang tidak akan cocok mengendarai motor Honda satu ini.

#1 Orang yang nggak sabaran dan sering skip pom bensin demi menghindari antre

Pertama-tama adalah orang yang satu ini. Meski saya banyak berteman dengan orang-orang sabar, tapi ada saja teman yang selalu memilih melewati pom bensin dengan alasan nggak mau antre. Padahal, indikator bensin sudah benar-benar mendekati E. 

Nah, orang kayak gini nggak akan cocok mengendarai Beat Karbu. Alasan ada dua. Pertama, tangki bensin Beat Karbu hanya berkapasitas 3,5 liter. Selisihnya lumayan jauh jika membandingkan dengan Honda Beat model terbaru. Apalagi sudah pakai teknologi injeksi, yang rata-rata bisa menampung sampai 4,5 liter.

Kedua, Beat Karbu jauh lebih boros. Sepengalaman saya, konsumsi bahan bakar motor Honda satu ini tak sampai 40km/liter. Sementara itu, salah satu sumber yang saya baca mengatakan bahwa konsumsi bahan bakar Beat Injeksi bisa sampai 60km/liter.

Melihat kedua kondisi di atas, tentu saja pengendara Beat Karbu mesti sering-sering mampir ke pom bensin. Bagi orang-orang yang nggak sabaran antre, motor dengan cc cuma 110 ini jelas tak akan nyaman.

Baca Juga:

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

#2 Orang yang sehari-hari menempuh perjalan jauh nggak cocok pakai Beat Karbu

Bukan. Bukan berarti mesin Beat Karbu ini ringkih atau bagaimana. Sebab, selain berharga terjangkau, Beat yang sudah terbilang lawas ini juga terkenal bandel dan aandal. Yang lebih layak dipersoalkan adalah karena jok milik motor ini ini kerasnya minta ampun.

Ya, kalau tiap hari dipakai PP Simpang Lima-Gunungpati seperti ketika saya magang sih masih oke. Akan tetapi, kalau PP-nya Semarang-Kudus sih bakal wassalam. Sensasinya miri-mirip menduduki sebongkah arang yang warnanya masih kemerahan. Bisa dibayangkan sendiri lah, ya.

#3 Orang yang tingginya di atas 170 sentimeter nggak cocok naik Beat Karbu

Punya tubuh tinggi sering menjadi impian banyak orang. Tapi. orang yang mengendarai Beat Karbu dengan tubuh tinggi adalah mimpi buruk. Jadi, motor ini memiliki lebar dan tinggi yang tak seberapa. Ruang tempat pijakan kaki pengendaranya pun juga tak seluas motor matik keluaran Honda generasi sebelumnya atau setelahnya.

Itu membuat orang yang tingginya di atas 170 sentimeter tak akan nyaman mengendarai motor ini. Sebab, dimensi motor yang kecil membuat lutut si pengendara rawan membentur area stang. 

Tak hanya bagi orang yang nyetir saja sebenarnya. Beat Karbu ini juga tak cocok untuk membonceng orang yang tingginya kelewatan. Saya sudah merasakannya sendiri. Ketika belok sedikit, pasti sikut saya langsung membentur lutut si penumpang tinggi itu. Jika tetap dan terus-terusan dipaksakan, apalagi di jalanan yang berkelok dengan medan yang sulit, tentu saja ini akan berbahaya.

#4 Orang yang sering mengandalkan bagasi

Jangan samakan Beat Karbu dengan bagasi motor model kekinian yang sampai-sampai bisa memuat satu gelondong helm. Ini memang agak menyedihkan bagi sebagian orang. Motor ini cuma menyediakan space bagasi yang hanya muat untuk mantel plastik dan kanebo. 

Jadi kepepet ingin membawa barang, solusinya adalah memasukannya di plastik yang kemudian di taruh di cantolan depan atau mesti repot-repot membawa tas ransel. Begitulah.

#5 Kamu yang mengaku sebagai aktivis lingkungan mending pakai motor Honda lainnya

Alasannya adalah emisi yang dihasilkan Beat Karbu lebih besar ketimbang motor yang sudah menggunakan teknologi injeksi. Ya, namanya saja karbu. Beat jenis ini beroperasi dengan mengandalkan karburator. Makanya, pembakaran bahan bakar bisa tak presisi dan tidak efisien.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan motor Honda lainnya yang sudah menggunakan sistem injeksi. Sebab, sistem tersebut mampu mengontrol pembakaran bahan bakar dengan lebih baik. Dengan begitu, emisi gas, yang dihasilkan seperti karbon monoksida (co) dan hidrokarbon (hc) pun dapat lebih banyak ditekan.

Itulah tipe-tipe orang yang tak cocok mengendarai Beat Karbu berdasarkan pengalaman dan pengamatan penuh selama lebih dari 3 tahun. Semoga informasi ini berguna, terutama bagi kamu yang sedang berancang-ancang membeli Beat Karbu yang harga pasarannya makin tinggi. 

Penulis: Adinan Rizfauzi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Honda Beat Generasi Pertama Bakal Awet Hingga Akhir Zaman dan Bisa Jadi Warisan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2024 oleh

Tags: Beatbeat karbubeat karbu boroshondahonda beatmotor hondaSemarang
Adinan Rizfauzi

Adinan Rizfauzi

ArtikelTerkait

All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125 vario street

Kisah Pilu Motor Honda Blade 110 Repsol yang 3 Tahun Dihajar Pengemudi Biadab

12 Februari 2025
Jalan Solo Purwodadi Siang Memanjakan, Malam Mengancam (Unsplash)

Jalan Solo Purwodadi Dulu Hancur, Kini Lebar dan Aspalnya Halus tapi Justru Menjebak Sekaligus Berbahaya di Kala Malam

22 April 2024
Jalan Majapahit Semarang Perlu Banyak Belajar dari Jalan Kebonbatur Mranggen  Mojok.co

Jalan Majapahit Semarang Perlu Banyak Belajar dari Jalan Kebonbatur Mranggen

22 Juli 2024
Pejalan Kaki "Dilarang" di Kota Semarang Mojok.co

Pejalan Kaki “Dilarang” di Kota Semarang

5 Mei 2024
motor honda astrea 800 Pol espargaro Honda scoopy Honda CT125 Honda CRF honda beat street motor matik MOJOK.CO honda c70

Pengalaman Saya Memakai Honda Scoopy yang Jauh dari Ekspektasi

11 November 2020
Dosa Penjual Lumpia Semarang yang Bikin Lumpianya Bau Pesing

Dosa Penjual Lumpia Semarang yang Bikin Lumpianya Bau Pesing

6 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.