Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Kisah Penjual Bakpao di Temanggung yang Tetap Merana meski Berganti Dagangan di Bulan Puasa

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
30 Maret 2024
A A
Kisah Penjual Bakpao di Temanggung yang Tetap Merana meski Berganti Dagangan di Bulan Puasa

Kisah Penjual Bakpao di Temanggung yang Tetap Merana meski Berganti Dagangan di Bulan Puasa (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ini adalah kisah Pak Saryanto, penjual bakpao di Temanggung yang tetap merana meski sudah beralih jualan pizza di bulan puasa.

Bakpao. Beberapa tahun belakangan panganan yang asal muasalnya dari Cina ini naik daun. Penyebabnya apa lagi kalau bukan cara penjualannya yang unik. Di beberapa daerah, bakpao dijual secara berkeliling menggunakan motor, lengkap dengan pengeras suara yang terus menerus memutar jingle untuk memanggil para pembeli.

ADVERTISEMENT

Di Desa Semen, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah, jingle bakpao terdengar sangat unik. Lirik “Bakpao hadir dalam keadaan hangat” menguar lantang, memanggil anak-anak yang baru saja selesai mandi sore untuk berlarian mendekat. Awalnya saya merasa ganjil dengan lirik jingle tersebut karena saya lebih familier dengan jingle di Jogja yang mengabsen varian rasa bakpaonya.

Penjual bakpao yang tiap hari berkeliling di Desa Semen sebenarnya bukan berasal dari daerah itu. Pak Saryanto, begitu namanya akrab disebut, berasal dari Jombor, Kecamatan Jumo. Penjual bakpao yang sangat ramah terhadap para pembelinya ini sudah lima tahun menekuni pekerjaannya. Dari Jumo setiap paginya ia harus pergi ke Kalipan, Kecamatan Kedu untuk mengambil dagangan di juragan bakpao.

Tempuh jarak puluhan kilometer

Rute yang diambil Pak Saryanto setiap harinya untuk menjajakan bakpaonya memang masih di dalam wilayah Kabupaten Temanggung. Tapi jangan kira bahwa perjalanannya mudah dan lancar.

Setelah mengambil stok bakpao di Kecamatan Kedu, Pak Saryanto akan mulai keliling tepat jam 6 pagi di Kecamatan Bejen, wilayah paling utara Temanggung yang berbatasan dengan Kabupaten Kendal. Jarak antara Kecamatan Kedu dan Bejen ini mencapai 15 kilometer. Dalam perjalanannya, Pak Saryanto harus berkendara ekstra hati-hati karena kondisi jalan di Temanggung yang berlubang, bergelombang, dan naik-turun dengan ketinggian yang lumayan.

Setelah berkeliling ke sekolah-sekolah dan kampung-kampung di Kecamatan Bejen, Pak Saryanto lanjut berjualan ke Kecamatan Tretep. Inilah kecamatan yang medannya paling ekstrem karena berada di pegunungan dengan jurang di kiri-kanan jalan. Turun dari Kecamatan Tretep, Pak Saryanto juga berkeliling di Kecamatan Wonoboyo dan dilanjut ke Kecamatan Candiroto. Kedua wilayah ini jalannya juga masih naik-turun dan nggak rata.

Sebelum magrib Pak Saryanto sudah harus mengakhiri jualannya. Habis nggak habis beliau harus mengembalikan bakpao yang nggak terjual ke juragan.

Baca Juga:

Temanggung yang Terkenal Nyaman Bisa Bikin Orang Jombang Nggak Betah

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

Bayangkan saja dengan jarak puluhan kilometer dengan medan yang sangat sulit, Pak Saryanto harus berjualan setiap hari. Jika hujan turun, tantangan yang harus dihadapi oleh beliau jadi makin susah. Bukan hanya jalan menjadi licin, tapi Pak Saryanto terpaksa harus berteduh dan nggak melanjutkan keliling. Memaksa berkeliling hanya akan membuat dagangannya rentan rusak dan belum tentu juga ada pembeli bersedia keluar rumah.

Inilah tantangan yang harus dihadapi para pedagang keliling, tak terkecuali penjual bakpao seperti Pak Saryanto. Hujan turun bikin omzet ikut menurun.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Pendapatan penjual bakpao di Temanggung menurun saat puasa

Mengingat Pak Saryanto ambil stok ke juragan, sistem penjualan yang berlaku adalah komisi. Beliau akan dapat komisi persenan per biji.

Sebenanya pendapatan yang diperoleh Pak Saryanto per hari juga nggak sebanyak itu. Dengan harga bakpao Rp2.500 per biji, rata-rata beliau hanya memperoleh Rp50 ribu sampai Rp100 ribu sebagai penghasilan bersih. Tapi ada hari-hari ketika dagangannya laris dan beliau bisa dapat Rp300 ribu. Beliau bisa mendapat lebih seandainya nggak perlu keluar uang pribadi buat beli plastik dan bahan bakar. Soalnya juragannya hanya memberikan fasilitas berupa barang dagangan, motor, dan gerobak.

Saat bulan Ramadan, pabrik produsen bakpao yang dimiliki juragannya akan libur sementara. Kalau nggak libur, produksi akan beralih ke pembuatan pizza mini. Pak Saryanto juga akan mengikuti skema yang ditetapkan juragannya. Kalau pabrik libur, beliau ikut libur jadi penjual bakpao. Kalau pabrik produksi pizza mini, beliau ikut jualan pizza mini.

Coba beralih jualan pizza mini, tapi juga tak menguntungkan

Penjualan pizza mini saat bulan Ramadan nggak begitu menguntungkan kalau dibandingkan dengan bakpao. Walaupun harga pizza yang dijual Rp3.000, pendapatan Pak Saryanto paling banyak hanya Rp100 ribu saat bulan puasa. Hanya sepertiga dari penghasilan tertinggi per harinya saat menjadi penjual bakpao.

Alasannya ada dua. Pertama, waktu keliling jauh lebih singkat. Saat puasa, Pak Saryanto baru mulai keliling jam 3 sore dan harus selesai jam 7 malam. Kedua, nggak banyak orang yang beli pada bulan puasa. Paling pol dagangannya dilarisi oleh ibu-ibu yang mencari takjil.

Pak Saryanto pun merasa bahwa pendapatannya itu ngepas banget dengan kebutuhan keluarganya. Tapi mau bagaimana lagi, Pak Saryanto hanya tetap bisa menjalani pekerjaannya sebagai penjual bakpao karena untuk saat ini hanya profesi itu yang tersedia untuknya. Setiap keliling harapannya hanya satu, cuaca bersahabat dan anak-anak banyak yang membeli bakpao yang dijualnya.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Temanggung Adalah Kecamatan Ngadirejo, Bukan Kedu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2024 oleh

Tags: bakpaoBulan Puasakabupaten temanggungpedagang kelilingpenjual bakpaoRamadantemanggung
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Curahan Hati Asisten Rumah Tangga di Semarang yang Menjalani Pekerjaan Sampingan Saat Bulan Puasa Mojok.co

Curahan Hati Asisten Rumah Tangga di Semarang yang Menjalani Pekerjaan Sampingan Saat Bulan Puasa

24 Maret 2024
Swalayan Mahkota, Tempat Belanja Terbaik di Temanggung (Unsplash)

Swalayan Mahkota, Tempat Belanja Terbaik di Temanggung

16 Desember 2024
4 Alasan Saya Nggak Kangen Bukber Sama Sekali Tidak Ada Ajakan Buka Bersama Hari Ini bukber ramadan

Tidak Ada Ajakan Buka Bersama Hari Ini

6 Mei 2020
ngabuburit

Ngabuburit di Pasar Ramadan yang Menggerus Perasaan

17 Mei 2019
Bakpao Chik Yen, Kasta Tertinggi Bakpao. Lainnya Minggir Dulu

Bakpao Chik Yen, Kasta Tertinggi Bakpao. Lainnya Minggir Dulu

23 Juli 2025

4 Alasan Buka Bareng Harusnya Ditiadakan Saja. #TakjilanTerminal41

5 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengakuan jujur saya sebagai orang Semarang menghadapi kuliner kambing Tegal yang garang Mojok.co

Pengakuan orang Semarang yang kalah mental menghadapi garangnya kuliner kambing Tegal

7 Juli 2026
Ketika Americano Dianggap Maskulin Lebih dari Es Kopi Susu (Unsplash)

Ketika Americano Dianggap Lebih Maskulin ketimbang Es Kopi Susu

6 Juli 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Malang Memang Sekarang Panas, tapi Tetap Lebih Nyaman daripada Merantau di Surabaya 

8 Juli 2026
Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

12 Juli 2026
5 Aturan Tidak tertulis AYCE yang Sebaiknya Ditulis Saja karena Banyak Pembeli Norak dan Nggak Peka Mojok.co

5 aturan tidak tertulis All You Can Eat yang sebaiknya ditulis saja karena banyak pembeli norak dan nggak peka

9 Juli 2026
Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri

Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri

9 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.