Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Suzuki APV Itu Bukan Mobil, tapi Gerobak Dikasih Mesin, Nggak Ada Nyaman-nyamannya Sama Sekali!

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
23 Februari 2024
A A
mobil Suzuki APV Itu Bukan Mobil, tapi Gerobak Dikasih Mesin, Nggak Ada Nyaman-nyamannya Sama Sekali!

Suzuki APV Itu Bukan Mobil, tapi Gerobak Dikasih Mesin, Nggak Ada Nyaman-nyamannya Sama Sekali! (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Selama di pesantren, saya dipasrahi untuk menjadi supir bersama dengan dua teman saya, Kami sering bergantian menyetir mobil untuk keperluan santri. Mulai dari mengantar jemput santri ke kampus, mengantar ke rumah sakit jika ada yang sakit hingga belanja keperluan koperasi pesantren. Kebetulan, mobil transportasi yang digunakan adalah Suzuki APV. Mobil ini sudah saya gunakan sejak 2021.

Terhitung sudah hampir dua tahun saya menggunakan mobil pabrikan Suzuki ini. Dalam rentang waktu yang sedikit ini, saya sudah mengalami berbagai suka duka dengan mobil ini. Namun, saya rasa kok banyak dukanya, ya. Alih-alih bahagia, saya lebih sering merasa menderita selama mengendarai mobil APV ini. Sehingga saya berkesimpulan kalau mobil ini begitu payah dan lemah.

Suspensi Mobil APV yang super keras

Perlu kalian ketahui, mobil APV yang saya kendarai adalah mobil bekas. Mobil dengan ruang yang cukup lebar ini dibeli dari seseorang kenalan yang berasal dari Tegal. Awalnya, tujuan utama membeli mobil ini adalah untuk antarjemput mahasantri dari pesantren ke kampus.

Oh ya, kapasitas mobil ini hanya berjumlah maksimal 8 orang dewasa. Itu pun sudah termasuk dengan sopir. Sedangkan santri di pesantren berjumlah 130 mahasantri. Memang nggak semuanya santri menggunakan fasilitas ini. Tapi, hampir 50 santri tidak membawa motor. Itu artinya mereka harus ke kampus dengan mobil transportasi pesantren. Dalam sehari, mobil APV bisa bolak-balik dari kampus ke pesantren sebanyak 8 hingga 10 kali untuk pulang dan pergi. Sungguh sangat produktif.

Bahkan, bisa dibilang kalau mobil dengan bodi kotak ini tidak pernah istirahat. Karena itu banyak sekali penyakit yang bermunculan. Salah satu yang membuat saya tidak nyaman adalah suspensinya yang begitu keras layaknya batu kali.

Anda bilang saya berlebihan?

Setelah saya menjajal berbagai macam mobil mulai dari Innova, Calya, hingga Gran Max. Mobil APV tetap menjadi juara satu kategori suspensi paling keras. Ampun, Bos!

Bagian kaki-kaki yang berisik

Sedikit cerita, saya pernah ditugaskan untuk pergi ke bengkel untuk servis rutin mobil setiap bulan. Dua hari setelah servis, saya gunakan mobil APV ini untuk pergi ke Baturraden. Waktu itu, saya ditugasi untuk menyampaikan barang kepada pengajar di pondok kami uang berdomisili di Baturraden. Fyi, jalan dari Purwokerto ke Baturraden memiliki kontur yang dominan naik. Hal ini karena letak Baturraden yang berada di kaki Gunung Slamet.

Baca Juga:

Karimun Wagon R: Mobil Kecil yang Menyelamatkan Pemiliknya dari Gosip Kampung

Suzuki Aerio, Mobil Bekas yang Masih Layak Dipinang Saat Banyak Orang Beralih ke LCGC

Ketika perjalanan berangkat, mobil masih aman-aman saja. Saya pun masih bisa meliak-liuk layaknya pembalap handal. Setelah urusan beres, saya pulang dari Baturraden sekitar pukul 18.15. Di sinilah keganjilan mulai terjadi. Mobil yang tadinya sehat walafiat, mulai menunjukan tanda-tanda mencurigakan.

Pada bagian bawah mobil terdengar bunyi “gluduk-gluduk”. Hal inilah yang membuat saya mulai cemas. Apalagi perjalanan pulang didominasi oleh jalanan yang menurun dan cenderung menukik tajam. Sangking sebalnya, teman yang duduk di kursi depan bilang kalau APV tak layak disebut mobil. Ini lebih pantas disebut dengan gerobak bermesin. Saya pun hanya tertawa ngakak mendengar celetukan yang menunjukan sebuah fakta.

Setelah saya cek ke bengkel, bunyi “gludak gluduk” pada APV karena ada masalah pada bushing stabilizer yang longgar dan lemah. Duh.

Baca halaman selanjutnya

Jangan pernah ngebut!

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2024 oleh

Tags: kenyamananMobil SuzukisuspensiSuzuki APV
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

Salah Paham Istri Soal Karakteristik Suspensi pada Kendaraan terminal mojok.co

Salah Paham Istri Soal Karakteristik Suspensi pada Kendaraan

29 November 2020
Alasan Beli Mobil Baru di Akhir Tahun 2024 Sangat Menguntungkan (Unsplash)

Kenapa Beli Mobil Baru di Akhir Tahun 2024 Sangat Menguntungkan?

20 Desember 2024
Mobil Suzuki Bukan Terkesan Murahan, tapi Ia Adalah Mobil yang Rendah Hati Terminal Mojok grand vitara suzuki avenis 125 suzuki vstrom 250 sx

Mobil Suzuki Bukan Terkesan Murahan, tapi Ia Adalah Mobil yang Rendah Hati

18 April 2022
Karimun Wagon R: Mobil Kecil yang Menyelamatkan Pemiliknya dari Gosip Kampung

Karimun Wagon R: Mobil Kecil yang Menyelamatkan Pemiliknya dari Gosip Kampung

25 Januari 2026
Jadi Gorengan Paling Renyah di Tahun 2024, Apakah Suzuki Karimun Kotak Worth to Buy?   suzuki burgman street 125

Mobil Suzuki Karimun Kotak: Imut doang, tapi Nggak Nyaman Dipakai buat Touring

6 Juni 2025
Suzuki Aerio, Mobil Bekas yang Masih Layak Dipinang Saat Banyak Orang Beralih ke LCGC

Suzuki Aerio, Mobil Bekas yang Masih Layak Dipinang Saat Banyak Orang Beralih ke LCGC

23 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.