Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Makan di Rumah Makan yang Terpaksa Harus Saya Tulis

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
17 Februari 2024
A A
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Makan di Rumah Makan yang Terpaksa Harus Saya Tulis

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Makan di Rumah Makan yang Terpaksa Harus Saya Tulis (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian orang, makan di rumah makan langsung atau dine in bukan keputusan yang salah. Berbagai alasan melatarbelakangi hal tersebut. Bisa karena ingin mencari suasana baru atau saking nggak tahannya dengan rasa lapar yang menghantui.

Akan tetapi, kadang makan langsung di tempat ini menjadi salah ketika melanggar aturan tidak tertulis yang ada di sana. Saya cukup sering menjumpai orang-orang yang pikirannya cuma makan, perut kenyang, lalu bayar. Seolah-olah makan di rumah makan ya urusannya cuma bayar dan kenyang. Nggak peduli kalau perilakunya merugikan orang lain atau nggak.  

Mungkin orang-orang yang seperti ini nggak beneran paham atau malas mematuhinya. Entahlah. Tapi, kalau kalian belum tahu apa saja aturan tidak tertulis yang ada saat makan di rumah makan, terpaksa akan saya tuliskan di sini. Tolong diingat dan kalau bisa dipatuhi.

#1 Segera bayar dan pergi ketika pelayan rumah makan membereskan piring dan gelas

Aturan tidak tertulis pertama adalah ketika sudah selesai makan, lalu kemudian datang pelayan membereskan piring dan gelas kalian, ketahuilah bahwa itu sebenarnya merupakan kode. Kode halus untuk mengusir kalian agar segera membayar makanan dan meninggalkan rumah makan.

Kode ini muncul bukan tanpa alasan. Pertama, supaya pembeli lain yang mengantre bisa segera menempati meja makan. Kedua, supaya tempat makan tidak sampai dilewati calon pembeli.

Mungkin sebagian dari kalian cukup betah untuk mengantre. Tapi ketahuilah, beberapa orang sering kali tidak jadi beli gara-gara melihat antrean panjang di sebuah rumah makan. Meskipun masakan di rumah makan tersebut terkenal enak, tetap saja kalau antreannya panjang niat untuk makan pun diurungkan. Alasannya sederhana: malas kalau harus antre lama, apalagi saat perut sedang lapar-laparnya.

Apakah aturan tidak tertulis ini berlaku untuk semua rumah makan? Saya tidak tahu pasti. Yang jelas, kalian harusnya sudah cukup dewasa untuk memahami bahwa rumah makan bukan seperti warung kopi yang bisa ditempati berlama-lama hingga 2-3 jam. Paham?

#2 Jangan merokok secara sembarangan

Aturan tidak tertulis kedua ketika makan di rumah makan adalah jangan merokok sembarangan. Saya cukup sering menemui orang sehabis makan, terus kebal-kebul seperti tidak punya dosa. Sudah gitu, merokoknya ngawur pula: membuang abu dan puntung rokok sembarangan.

Baca Juga:

3 Tempat Makan di Bandung yang Wajib Dicoba Setidaknya Sekali Seumur Hidup 

5 Hal yang Tidak Orang-orang Katakan tentang Solaria, Perhatikan untuk Kalian yang Belum Pernah ke Sana 

Bukan berarti saya anti-rokok, ya, saya pribadi adalah perokok berat. Tapi, tolong jadi perokok yang bijak. Orang-orang di rumah makan itu tidak semuanya merokok. Jangan sampai kita yang perokok ini mengejar nikmat dengan mengorbankan orang lain. Kasihan pembeli lainnya, sudah makannya tidak nikmat, jadi perokok pasif pula.

Merokok di rumah makan boleh-boleh saja, asal paham aturannya. Pertama, durasinya tidak terlalu lama. Kedua, buang abu dan puntung rokok di tempat yang tepat. Ketiga, kalau misalnya rumah makan menyediakan area smoking, ya kita makan di sana saja, jangan pilih duduk di area non-smoking. Keempat, kalau memang tidak ada area smoking, usahakan merokok saat rumah makan sepi pembeli.

Dengan mematuhi hal-hal tersebut, kita sudah jadi perokok bijak. Apakah ribet? Ya jelas. Wong tempat makan itu memang bukan area khusus perokok, kok.

#3 Jangan terus-menerus melirik orang tak dikenal yang sedang makan

Aturan tidak tertulis selanjutnya adalah jangan terus-menerus melirik orang tak dikenal yang sedang makan. Ini yang cukup sering saya temui di rumah makan. Saya pribadi sampai sekarang heran, orang-orang yang suka ngeliatin orang yang sedang makan itu maksudnya ngapain, kok ya norak amat kayak nggak pernah lihat orang lagi makan.

Tentu saja bukan berarti kita tidak boleh melihat. Sekadar penasaran, lalu lihat sekali, saya rasa tidak masalah. Tapi, mbok jangan terus-menerus melihat atau meliriknya. Kalaupun ada yang salah dari orang yang sedang makan, ya sudah dilihat sekali saja, lalu diingatkan ketika orang itu sudah selesai makan. Saya pikir itu lebih etis daripada melihat terus-menerus, apalagi menegurnya saat mereka lagi enak-enaknya makan.

Kalau orang yang sedang makan itu teman sendiri, mungkin tak masalah. Lha, kalau orang itu tidak kita kenal, ya jelas kasihan orang itu. Kenapa? Karena itu sangat mengganggu kenyamanan mereka. Saya yakin kok, kalau kalian sendiri pasti merasa tidak nyaman dilihatin terus-menerus meskipun kalian hanya sedang makan. Iya, kan?

#4 Kalau bersendawa di rumah makan, volumenya tolong dikontrol

Aturan tidak tertulis yang terakhir adalah kalau bersendawa, tolong dikontrol volumenya selirih mungkin. Yang terakhir ini betul-betul jangan dianggap remeh. Sebab, semerdu apa pun suara kalian, kalau bersendawanya keras, apalagi menusuk kuping banyak orang, itu pasti jadinya terdengar fals dan menjijikkan. Nggilani, kalau bahasa orang Jawa.

Bagi kalian sendiri mungkin suaranya tidak menjijikkan. Tapi buat orang lain yang sedang makan di rumah makan tersebut, perkara sendawa bisa jadi amat mengganggu. Percayalah, orang yang mendengar bisa jadi langsung tidak mood makan. Orang lain bisa jadi membayangkan betapa kotor dan baunya mulut kalian yang kemungkinan besar bersumber dari jigong dan gigi berlubang.

Tentu saja persoalan bersendawa ini tidak bisa kita tolak. Rasanya memang menyakitkan kalau menahan bersendawa sehabis makan. Tapi, sebagai makhluk berakal, setidaknya kita bisa mengontrol kira-kira seberapa lirih suara sendawa itu berbunyi.

Itulah beberapa aturan tidak tertulis yang patut kalian patuhi saat makan di rumah makan. Jangan bilang semua aturan itu rumit atau menyusahkan. Namanya makan di tempat umum, ya jelas harus menjaga kepentingan bersama. Jangan sampai kita hendak memenuhi kebutuhan manusiawi, tapi dalam praktiknya justru tidak memanusiakan yang lain.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Otak-otak di Atas Meja Rumah Makan Adalah Ancaman Nyata bagi Pembeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Februari 2024 oleh

Tags: aturanaturan tak tertulisdine inmakanmakan di tempatrumah makantempat makan
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

Rumah Makan di Ngawi yang Cocok dijadikan Pilihan Saat Kumpul Keluarga

Rumah Makan di Ngawi yang Cocok Dijadikan Pilihan Saat Kumpul Keluarga

13 Mei 2023
5 Aturan Tidak Tertulis Saat Nonton Konser Kpop, Jangan Disepelekan atau Kalian Bakal Dibenci Fans Mojok.co

5 Aturan Tidak Tertulis Saat Nonton Konser Kpop, Jangan Disepelekan atau Kalian Bakal Dibenci Fans

9 Juni 2024
Rumah Makan Andalan: Terus Bertahan di Tengah "Keramatnya" Jalan Timoho Jogja

Rumah Makan Andalan: Terus Bertahan di Tengah “Keramatnya” Jalan Timoho Jogja

5 April 2024
Fenomena Overemployed: Apakah Boleh Bekerja di Dua Perusahaan Sekaligus?

Fenomena Overemployed: Apakah Boleh Bekerja di Dua Perusahaan Sekaligus?

13 November 2023
5 Benda Asing yang Sering Tak Sengaja Terkunyah Saat Makan terminal mojok.co

5 Benda Asing yang Sering Tak Sengaja Terkunyah Saat Makan

1 Maret 2021
6 Tabiat Buruk Pelanggan Rumah Makan Padang yang Dibenci Penjual Mojok.co

6 Tabiat Buruk Pelanggan Rumah Makan Padang yang Dibenci Penjual

21 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.