Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Mie Ayam Jogja Ternyata Tak Seenak Reputasinya, Makan Sekali Langsung Kapok, Mie Ayam Malang Jauh Lebih Enak

Violita Saffana Putri oleh Violita Saffana Putri
6 Februari 2024
A A
Mie Ayam Jogja Ternyata Tak Seenak Reputasinya, Makan Sekali Langsung Kapok, Mie Ayam Malang Jauh Lebih Enak mie ayam solo

Mie Ayam Jogja Ternyata Tak Seenak Reputasinya, Makan Sekali Langsung Kapok, Mie Ayam Malang Jauh Lebih Enak (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai arek Malang, saya kira mie ayam Jogja itu bakal enak atau setidaknya lumayan lah. Tapi nyatanya, saya justru kapok mencobanya

Kuliner merupakan hal yang wajib dicoba ketika bertandang ke suatu daerah. Selain makanan khas setempat, pun tak ada salahnya mencicipi hidangan yang tergolong sering dijumpai di kampung halaman. Dari sekian banyak alasan, di antaranya yaitu ingin memuaskan rasa penasaran akan cita rasa masakan yang sudah dibalut dengan kearifan lokal.

Itulah alasan saya mencoba mie ayam Jogja. Ekspektasi saya, harusnya saya puas dan bahagia. Alih-alih puas, saya justru menyesal dan tak ingin mengulanginya lagi. Sekali saja, sudah.

***

Setelah seharian mengunjungi banyak tempat, tibalah saya di salah satu tujuan yaitu Malioboro. Rasa antusias yang membuncah ketika melihat berbagai barang dan pernak-pernik di dalamnya membuat saya kesetanan berbelanja kesana-kemari. Hingga tanpa sadar sebuah alarm keramat datang. Perut saya berbunyi.

Rasa lapar yang menyerang mau tak mau membuat saya harus memutus perhatian dari gemerlap Malioboro. Belum lagi kala itu sedang hujan, membayangkan menyantap makanan berkuah yang hangat saja sudah sukses membuat air liur menetes. Sepertinya, bakso dan mie ayam bukan ide yang buruk.

Sebagai warga Malang, tentunya saya penasaran. Apakah mie ayam dan bakso di Jogja akan seenak yang di rumah? Atau Jogja akan menawarkan hal yang mengesankan?

Perbedaan bakso dan mie ayam Jogja dari segi penyajian dan rasa

Bakso ibarat kebutuhan pokok bagi perut warga Malang. Kuliner satu ini seperti rabaan bagi kami untuk mengenali dan merasakan nuansa kampung halaman. Akan tetapi, bagaimana jadinya jika hal tersebut berada jauh di luar dugaan?

Baca Juga:

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

Sebenarnya, penyajian bakso yang berbeda apalagi jika dijual di luar wilayah Malang sudah sering terdengar. Namun, lebih dari sekadar itu. Dalam hal ini, tidak menyangkut perihal bakso saja, tetapi juga kerabat jauhnya yaitu mie ayam.

Di daerah Malang sendiri, bakso biasa disajikan dengan isian bola daging, mie, tahu, siomay isi, dan siraman kuah kaldu sapi. Sedangkan untuk mie ayam terdiri dari mie telur, sawi, potongan ayam dadu yang disemur, keripik pangsit goreng, dan kuah kaldu ayam. Dalam satu mangkuknya, memang bisa dibilang komplit. Nantinya, keduanya juga akan disandingkan bersama bumbu tambahan seperti kecap dan saus sambal.

Sementara itu di Jogja, bakso hanya berisi bola daging, mie, dan kerupuk pangsit goreng, sedangkan mie ayam memiliki persamaan seperti di atas. Nah, perbedaan yang mencolok terletak pada penyajian dua menu tersebut yang tidak dibumbui oleh penjualnya, sehingga pantas saja jika rasanya hambar. Yup, Anda tidak salah baca.

Waktu itu, saya juga kaget bukan main ketika merasakan makanan yang dipesan terasa begitu tawar di lidah. Sambil terheran-heran, mata saya menangkap sebuah mangkuk putih di tengah meja yang berisi serbuk berwarna putih. Setelah saya icip sedikit, ternyata isinya adalah garam.

Baca halaman selanjutnya

Jadi kangen Malang dah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2024 oleh

Tags: BaksoJogjaMalangMie Ayam Jogja
Violita Saffana Putri

Violita Saffana Putri

ArtikelTerkait

Gudeg Sagan Gudeg Jogja yang Ramah bagi Lidah Wisatawan (Unsplash)

Gudeg Sagan: Gudeg Jogja yang Ramah bagi Lidah Wisatawan

4 November 2025
Gudeg Solo Kalah Pamor dari Gudeg Jogja, padahal Rasanya Lebih Gurih dan Cocok di Lidah Banyak Orang Mojok

Gudeg Solo Kalah Pamor dari Gudeg Jogja, padahal Rasanya Lebih Gurih dan Cocok di Lidah Banyak Orang

30 Juli 2025
Jadi Karyawan Startup di Jogja Itu Mimpi Buruk, Apalagi saat Bulan Ramadan. Gaji Nggak Seberapa, Hampir Nggak Ada Waktu untuk Sahur dan Buka Mojok.co

Karyawan Startup di Jogja Tersiksa, Apalagi Saat Bulan Ramadan. Udah Gaji Nggak Seberapa, Kesempatan untuk Sahur dan Buka Hampir Nggak Ada

4 April 2024
Bukan Mojokerto, tapi Lumajang yang Layak Menjadi Tempat Slow Living Terbaik di Jawa Timur

Bukan Mojokerto, tapi Lumajang yang Layak Menjadi Tempat Slow Living Terbaik di Jawa Timur

18 Desember 2025
Begini Rasanya Menjadi Penumpang KA Bengawan Kelas Ekonomi, Pegel Dikit Nggak Ngaruh!

Begini Rasanya Menjadi Penumpang KA Bengawan Kelas Ekonomi, Pegel Dikit Nggak Ngaruh!

14 Januari 2024
Di Jogja Sulit Mencari Bakso Enak yang Bisa Memuaskan Lidah Orang Malang Mojok.co

Bakso Jogja Sulit Memenuhi Standar Enak Lidah Orang Malang

8 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026
Kesamaan Prinsip From Doubter to Believer Liverpool & Tekkadan (Unsplash)

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

3 Juni 2026
Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan Mojok.co

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

5 Juni 2026
Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

3 Juni 2026
Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.