Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Pertanyaan tentang Aceh yang Selalu Bikin Orang Aceh Geleng-geleng. Nggak, Kita Nggak Mengisap Ganja Tiap Hari!

Tibrani oleh Tibrani
24 Januari 2024
A A
Mahasiswa Biadab Mengusir Pengungsi Rohingya di Aceh (Unsplash)

Mahasiswa Biadab Mengusir Pengungsi Rohingya di Aceh (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang Aceh, saya kerap mendapat pertanyaan-pertanyaan ajaib bin absurd yang berkaitan dengan daerah ujung Indonesia ini. seperti apakah saya konsumsi ganja lah, masih tsunami kah, banyak lah. Kadang, saya sampai kesal dengan pertanyaan itu.

Oleh karena saya lumayan capek menjawab pertanyaan tersebut, maka saya buat artikel ini agar bisa dibaca oleh orang yang baru saya kenal. Saya mencoba menjelaskan secara terperinci hal tersebut dengan penuh kesabaran.

Ganja di Aceh

Pertanyaan yang acapkali muncul dari orang-orang dari luar Aceh biasanya seputar ganja. Ada yang beranggapan bahwa ganja legal di kota ini, bahkan bisa ditanam di pekarangan rumah. Yang lebih parah lagi, ada seorang dai yang menjustifikasi bahwa peristiwa gempa dan tsunami karena orang Aceh kebanyakan mengisap ganja. Tentunya kata-katanya membuat masyarakat marah, syukurlah kemudian sang ustad langsung meminta maaf.

Stigma negatif mengenai ganja tidak terlepas dari pemberitaan di media dengan temuan berhekta-hektar tanaman ganja di berbagai pegunungan di pelosok kota ini. Namun hal tersebut, tidak bisa menjustifikasi bahwa semua orang Aceh menanam ganja. Hal itu hanya dilakukan oleh segelintir orang atau hanya oknum. Ganja tetaplah merupakan tanaman yang dilarang sesuai undang-undang, dan itu juga berlaku di Bumi Rencong.

Memang dalam kehidupan masyarakat Aceh, ganja bukanlah hal baru. Sejak zaman kesultanan, tanaman marijuana acapkali digunakan sebagai penyedap rasa makanan dan sebagai pengawet makanan. Namun pada zaman sekarang penggunaan biji ganja dalam makanan sudah jarang dilakukan karena ketatnya aturan hukum yang berlaku.

Jadi, ya, kami warga Aceh nggak masak lodeh ganja. Hilangkan imajinasi liarmu itu.

Syariat Islam

Banyak orang beranggapan kehidupan kami sangat kaku dengan adanya pemberlakuan syariat Islam. Padahal faktanya kehidupan di Serambi Mekah biasa saja, sebagaimana provinsi lainya di Indonesia. Bahkan rumah ibadah agama lain yang diakui oleh pemerintah tetap berdiri kokoh mengitari Tanah Serambi Mekkah.

Syariat Islam (SI) dideklarasikan di Aceh sekitar tahun 2002 dibawah pimpinan Gubernur Abdullah Puteh. Sejak saat itu syariat islam menjadi fondasi masyarakat, namun selama itu tidak bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi.

Baca Juga:

Takengon Aceh yang Serba Lambat Bikin Kaget Orang Medan yang Terbiasa “Barbar”

Pengalamanku sebagai Warga Lokal Jepang Merasakan Langsung Sistem Siaga Bencana di Jepang: Jauh Lebih Siaga Menghadapi Bencana, Jauh ketimbang Indonesia

Dan tiap kali ngomongin syariat Islam di Aceh, ujung-ujungnya selalu ngomongin hukum cambuk.

Hukuman cambuk itu akan dilaksanakan kepada para pelanggar syariat Islam. Namun aturan itu hanya berlaku bagi orang Islam dan aturan itu tidak berlaku kepada nonmuslim. Akan tetapi, pada beberapa kasus ada beberapa nonmuslim yang melanggar aturan dan memilih hukum cambuk dibandingkan hukuman penjara dengan KUHP.

Menurut saya sih, hukuman cambuk bukanlah sifatnya untuk menyakiti, akan tetapi sebagai efek jera untuk tidak mengulangi perbuatannya. Sebab, proses eksekusi cambuk dilakukan di depan khalayak ramai, sehingga membuat pelaku pelanggaran syariat menyesali perbuatannya.

Gempa dan gelombang tsunami

Banyak-banyak orang luar Aceh bertanyak mengenai peristiwa gempa dan tsunami yang melanda pada akhir bulan Desember 2004 silam. Memang peristiwa itu merupakan bencana paling dasyat yang pernah terjadi di muka bumi yang menewaskan 170.000 jiwa manusia. Namun perlu digarisbawahi, bahwa tidak semua daerah di Aceh ditimpa tsunami.

Daerah yang terdampak paling parah adalah Kota Banda Aceh, Meulaboh, Aceh Jaya, Aceh Besar, dan beberapa pesisir di sepanjang Pantai Timur-Utara Provinsi Aceh. Di daerah saya di Aceh Utara tinggal juga kena tsunami, tapi tidak separah yang saya sebutkan tadi.

Aceh tidak aman

Konflik yang terjadi belasan tahun silam antara pihak GAM dan Pemerintah, membuat Bumi Iskandar Muda menjadi wilayah yang ditakuti di Indonesia. Sehingga banyak orang masih beranggapan bahwa Aceh merupakan wilayah yang tidak aman.

Namun itu telah menjadi kenangan masa lalu. Sekarang kondisi sudah kondusif, masyarakat hidup nyaman, bahkan kita tidak perlu takut berboncengan motor hingga larut malam baik itu di jalanan nasional maupun perkampungan. Jarang sekali terjadi kejadian begal di Aceh, dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Kondisi Aceh aman sentosa, cuma beberapa media saja yang suka memberitakan cerita negatif mengenai Bumi Serambi Mekah.

Jadi, kalau mau nanya hal-hal di atas pada orang Aceh, inilah jawabannya. Sebaiknya sih nggak usah nanya lagi. Sebab, ya, kayak nggak ada pertanyaan lain aja.

Penulis: Tibrani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Ketika Orang Aceh Tahlilan di Jakarta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2024 oleh

Tags: acehganjagempasyariat Islamtsunami
Tibrani

Tibrani

Sang pengabdi dan penyemai kebaikan.

ArtikelTerkait

aceh kopi sanger kopi susu mojok

Sanger, Kopi Susu Khas Aceh yang Tak Kalah Nikmat dengan Kopi Susu Kekinian

23 Oktober 2020
Kuliner Indonesia yang Terdengar Jorok, tapi Rasanya Enak

Kuliner Indonesia yang Terdengar Jorok, tapi Rasanya Enak

26 September 2022
Ketika Orang Aceh Tahlilan di Jakarta

Ketika Orang Aceh Tahlilan di Jakarta

25 April 2023
menteri pertanian ganja mojok

Keputusan Menteri Pertanian Adalah Bukti bahwa OSIS Lebih Profesional Dibanding Pemerintah

31 Agustus 2020
panjat pinang

Tiga Lomba Alternatif Pengganti Panjat Pinang

19 Agustus 2019
6 Provinsi di Indonesia Bagian Barat yang Underrated (Unsplash.com)

6 Provinsi di Indonesia Bagian Barat yang Underrated: Luhur dan Wajib Dikunjungi

18 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah
  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.