Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

7 Kesulitan Menempuh Pendidikan di Universitas Terbuka yang Wajib Dipertimbangkan Calon Mahasiswa

Maria Stefania Tahik oleh Maria Stefania Tahik
10 Januari 2024
A A
Universitas Terbuka, Tempat Kuliah yang Cocok untuk Milenial dan Gen Z

Universitas Terbuka, Tempat Kuliah yang Cocok untuk Milenial dan Gen Z (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pada waktu Indonesia diserang COVID 2 tahun silam, saya memutuskan untuk belajar di Universitas Terbuka. Saat itu UT sedang naik daun karena sistem kuliah yang sesuai dengan kondisi saat itu. Setelah menempuh pendidikan selama beberapa semester, ada beberapa kesulitan utama yang saya temui sebagai mahasiswa UT.

Untuk kamu yang ingin menjadi mahasiswa di universitas ini, alangkah baiknya kamu juga tahu apa saja kesulitan yang akan kamu hadapi.

Kesulitan dalam disiplin

Dengan menjadi mahasiswa Universitas Terbuka, berarti kamu dituntut untuk bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Berbeda dari universitas biasa, UT membebaskan mahasiswa untuk mengatur jadwal belajar individu secara mandiri sesuai dengan kalender pendidikan tiap semester. Kamu wajib menyesuaikan waktu untuk belajar, mengerjakan tugas, dan mengisi kolom diskusi tiap minggunya.

Interaksi sosial di Universitas Terbuka yang terbatas

Hampir semua proses pembelajaran di Universitas Terbuka berjalan secara online kecuali untuk beberapa jurusan. Oleh karena itu, interaksi sosial yang terjalin antarmahasiswa maupun dosen sangat terbatas.

Hal ini tentu menjadi surga untuk para introvert yang kesulitan berinteraksi dengan orang lain. Jika kamu adalah seorang ekstrovert, hal ini perlu dipikirkan baik-baik. Tapi jangan khawatir, karena ada POKJAR (Kelompok Belajar) di tiap daerah yang bisa memfasilitasi interaksi mahasiswa secara offline.

Kesulitan akses ke fasilitas kampus secara langsung

Kamu juga akan merasakan kendala untuk mengakses fasilitas kampus seperti perpustakaan, laboratorium, dan ruang kelas secara langsung. Fasilitas kampus UT hanya bisa diakses secara virtual. Pastikan kamu bisa mengakses internet agar proses pembelajaran dapat berjalan secara maksimal.

Tantangan teknologi

Untuk kamu yang masih mengeluh gaptek atau kesulitan menggunakan perangkat teknologi, sebaiknya jangan kuliah di Universitas Terbuka. Jika masih ngotot karena kebutuhan pendidikan, kamu harus mulai belajar cara menggunakan teknologi seperti mengakses internet dan cara memakai perangkat komputer. Proses pembelajaran dan akses informasi penting membutuhkan internet jadi mahasiswa UT harus melek teknologi.

Kesulitan dalam mendapatkan bimbingan di UT

Mahasiswa UT harus sudah terbiasa dengan bimbingan yang didapat hanya dari layar gadget. Kurangnya akses langsung ke dosen atau pembimbing dapat membuat mahasiswa kesulitan mendapatkan bantuan dan klarifikasi terkait materi pembelajaran. Proses komunikasi seringkali harus dilakukan melalui email atau forum daring.

Baca Juga:

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Tantangan pekerjaan dan keluarga

Awal mula didirikannya Universitas Terbuka adalah untuk menjawab kebutuhan pendidikan bagi para lulusan SMA yang belum atau sudah bekerja agar bisa mengikuti pelajaran pada pendidikan tinggi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai bakat dan minat masing-masing.

Oleh karena itu, hampir semua mahasiswa UT adalah orang-orang yang sudah memiliki tanggung jawab pekerjaan dan keluarga yang kesulitan mengakses pendidikan pada universitas konvensional. Mengelola waktu antara pekerjaan, studi, dan kehidupan pribadi dapat menjadi beban yang cukup besar.

Tekanan mental dan motivasi karena UT tidak menerapkan DO

UT tidak menerapkan sistem DO (Drop Out) seperti universitas lainnya. Jadi mahasiswa bebas ingin meraih gelar di semester berapa saja selama syarat kelulusan sudah dipenuhi. Di sisi lain, hal ini dapat menjadi salah satu alasan demotivasi bagi para mahasiswa untuk segera menyelesaikan pendidikan.

Penjabaran 7 kesulitan menjadi mahasiswa Universitas Terbuka di atas tidak untuk membuat kamu menyerah dalam mengejar pendidikan di universitas tersebut. Kamu bisa lebih mempersiapkan diri dengan memikirkan solusi yang sesuai untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut.

Mungkin kamu bisa mulai membuat jadwal belajar pribadi tiap semester, menambah keterampilan menggunakan teknologi, dan aktif di komunitas mahasiswa UT agar nanti kamu bisa menghadapi 7 kesulitan tersebut. Yang perlu kamu ingat, hampir semua mahasiswa punya kesulitan masing-masing dan banyak mahasiswa yang bisa lulus dengan baik dari UT. Semoga sukses!

Penulis: Maria Stefania Tahik
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Tipe Orang yang Nggak Cocok Jadi Mahasiswa Universitas Terbuka 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Januari 2024 oleh

Tags: DOkesulitankuliah daringsistem kuliahuniversitas terbuka
Maria Stefania Tahik

Maria Stefania Tahik

Pejuang quarter life crisis yang sedang berusaha mencari jalan hidup.

ArtikelTerkait

Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih

Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih

25 Januari 2026
Universitas Terbuka, Tempat Kuliah yang Cocok untuk Milenial dan Gen Z

Universitas Terbuka, Tempat Kuliah yang Cocok untuk Milenial dan Gen Z

27 November 2023
Mahasiswa Universitas Terbuka Nggak KRS-an, Nggak Masalah. Tetap Bisa Kuliah dengan Tenang, kok

Mahasiswa Universitas Terbuka Nggak KRS-an, Nggak Masalah. Tetap Bisa Kuliah dengan Tenang, kok

6 Juli 2023
5 Kelebihan UT Bandung yang Sulit Dijumpai di Kampus UT Daerah Lain

5 Kelebihan UT Bandung yang Sulit Dijumpai di Kampus UT Daerah Lain

23 September 2025
Rahasia Lulus Cepat dari Universitas Terbuka

Rahasia Lulus Cepat dari Universitas Terbuka

18 April 2023
UT universitas terbuka mahasiswa cerita dinamika ipk jelek drop out syarat masuk gimana cara mendaftar mojok

Universitas Terbuka: Masuk Gampang, Keluar Susah, dan Udah School from Home dari Dulu

11 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.