Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Embung Tambakboyo Jogja: Tempat Resolusi Tahun Baru Hancur dan Pasangan Birahi Tak Tahu Diri Memadu Kasih

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
9 Januari 2024
A A
Embung Tambakboyo Jogja: Tempat Resolusi Tahun Baru Hancur dan Pasangan Birahi Tak Tahu Diri Memadu Kasih

Embung Tambakboyo Jogja: Tempat Resolusi Tahun Baru Hancur dan Pasangan Birahi Tak Tahu Diri Memadu Kasih (Robbyansyah Dewantoro via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Buaya apa yang bikin polisi kelabakan? Jawabannya adalah kasus Cicak VS Buaya. Tidak lucu kan? Mohon maklum, karena artikel ini memang bicara hal-hal yang tidak menyenangkan. Bahkan artikel ini juga tidak bicara tentang buaya. Namun saya ingin bicara tentang sebuah tempat yang bernama buaya dan jadi tempat mimpi indah orang hancur. Yaitu Embung Tambakboyo Jogja.

Sejak diresmikan pada 2009, tempat tampungan air ini jadi saksi bisu berbagai resolusi tahun baru. Mereka yang bilang akan jadi lebih baik di Januari dan kembali ke rutinitas pada Maret. Tempat ini juga menjadi pendengar sunyi bagi sumpah serapah pemancing yang semalaman mencari peruntungan. Embung Tambakboyo memang menampung air, tapi memikul beban mimpi ndakik-ndakik orang banyak.

Cadangan air yang jadi ruang publik

Embung atau Waduk Tambakboyo memang berada di Dusun Tambakboyo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Jadi jangan dikira nama embung ini karena ada tambak untuk buaya. Meskipun Anda bisa menemukan buaya jenis lain di sekitar embung. Lokasinya bukan di tengah hutan atau di atas bukit. Tapi 1 kilometer di utara kampus UPN Veteran Jogja.

Embung seluas 7,8 hektare ini difungsikan sebagai cadangan dan resapan air tanah untuk Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta. Selain itu, Embung Tambakboyo Jogja ini juga jadi sarana pengairan dan cadangan air PDAM. Namun seperti embung pada umumnya, area konservasi air berkapasitas 4 ribu meter kubik ini juga difungsikan untuk rekreasi.

Embung Tambakboyo kini difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan public space. Di sekitar embung ini bermunculan kafe, warung, bahkan penginapan. Masyarakat sekitar memanfaatkan area sekitar embung sebagai jogging track, tempat olahraga, tempat nongkrong, serta tempat memancing. Tempat ini makin populer karena Jogja memang minim ruang publik. Akhirnya jalur yang melingkari Embung Tambakboyo menjadi solusi.

Jalur melingkari embung yang cukup panjang inilah yang kini memikul beban berat yang saya bilang tadi. Dari resolusi tahun baru sampai sumpah serapah pemancing.

Cinta yang liar di Embung Tambakboyo

Bagi mahasiswa Jogja, tak lengkap rasanya kalau belum pacaran di Embung Tambakboyo. Apalagi lokasinya memang di tengah ribuan kos-kosan dan beberapa universitas. Embung ini jadi pilihan hemat untuk bersama kekasih. Menikmati udara sepoi-sepoi sore hari sambil mengumbar asmara yang tidak indah-indah banget itu.

Jadi jangan kaget kalau di setiap sisi embung ini terlihat sepasang kekasih sedang duduk bersama. Meskipun yang jomblo juga tetap mengunjungi tempat ini sembari menahan iri dan gundah.

Baca Juga:

4 Cara Halus Pemilik Kolam Pemancingan Memeras para Pemancing

15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana

Embung Tambakboyo Jogja juga pernah terkenal sebagai area nakal. Terutama setelah malam, muncul pasangan yang memadu kasih liar dan senyap di sudut-sudut gelap embung ini. Sekarang sih kabarnya sudah tidak ada. Terutama semenjak pengawasan oleh warga sekitar diperketat.

Di setiap jengkal jalur batakonya, pernah ada luapan asmara yang berbunga-bunga. Namun sering tak abadi dan berakhir patah hati. Yah, lagi pula cinta dan patah hati memang jadi bumbunya Jogja. Termasuk di Embung Tambakboyo Jogja.

Resolusi awal tahun yang hancur

Selain dipenuhi pasangan yang memadu kasih, Embung Tambakboyo juga penuh manusia berpakaian sporty. Apalagi di bulan Januari. Resolusi untuk rajin olahraga diikrarkan di waduk yang romantis ini. Dan seperti mayoritas resolusi pada umumnya, sering berakhir gagal.

Entah berapa kawan saya yang pernah bikin resolusi di Embung Tambakboyo. Berjanji untuk mulai olahraga, minimal jogging, di tepi embung. Alasan utama sih karena dekat dengan kos-kosan. Selain itu, mereka cukup bayar parkir saja untuk mengawali hidup sehat. Suasana yang sejuk juga jadi alasan untuk memilih embung ini daripada Lapangan Grha Sabha UGM.

Bagaimana resolusi tadi berjalan? Januari sih masih oke, apalagi untuk mahasiswa yang baru saja selesai libur semester. Februari juga masih ramai. Tapi saat masuk bulan Maret, satu demi satu resolusi tadi tertinggal di antara warung dan orang pacaran. Yang membuat resolusi kini entah kemana.

Mimpi untuk kurus dan hidup sehat ikut menyemarakkan Embung Tambakboyo Jogja. Beberapa mimpi itu jadi nyata. Namun banyak yang jadi resolusi tanpa hasil. Sampai setahun kemudian mimpi itu kembali. Entah oleh orang baru, ataupun mereka yang gagal di tahun lalu.

Mancing di Embung Tambakboyo? Situ sehat?

Kelompok terakhir yang ditanggung “pundak” Embung Tambakboyo Jogja adalah para pemancing. Mereka sering datang di waktu malam, dan terus berada di samping embung sampai siang. Melawan sergapan angin dingin dan kadang memergoki pasangan yang tengah bercinta. Namun apa yang mereka dapatkan?

Lebih sering nihil! Kata orang banyak, ikan wader, nila, dan hampala hidup di dalam embung ini. Namun lebih banyak yang kecewa tanpa membawa ikan pulang. Saya hanya bisa menahan tawa saja. Bahkan dengan melihat permukaan air saja, kita bisa cukup pesimis.

Korban kekecewaan pemancing ini bisa siapa saja. Bahkan pedagang tahu bulat yang modal rekaman saja bisa kena makian mereka. Maklum sih, sudah semalaman memancing, tapi tak ada satupun ikan yang terkail. Mau kecewa, tapi takut merasa dungu. Mau optimis, tapi realitas berkata lain.

Itulah beban yang harus dipanggul Embung Tambakboyo Jogja. Mimpi kurus kini jadi kenangan. Harapan makan ikan bakar sambal kecap jadi sakit kepala karena kelamaan kena angin malam yang lembab. Belum lagi bumbu roman picisan yang sering kandas.

Penulis: Tri Andini
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 7 Tempat di Jogja yang Sebaiknya Jangan Dikunjungi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2024 oleh

Tags: embung tambakboyo jogjapemancingtambakboyotempat mesum
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana

15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana

7 September 2025
Embung Tambakboyo Oase Terbaik di Candi Gebang Sleman (unsplash)Embung Tambakboyo Oase Terbaik di Candi Gebang Sleman (unsplash)

Embung Tambakboyo, Layaknya Oase di Tengah Semrawutnya Jalanan Candi Gebang Sleman

16 April 2025
Biro Jasa Pajak Kendaraan, Bukti Jika Mengurus Administrasi di Indonesia Itu Baru Lancar kalau Punya Duit dan Orang Dalam

4 Hal yang Bisa Ditarik Pajak selain Kantin Sekolah, kalau Mau Gila, Sekalian!

24 November 2024
7 Aturan Tidak Tertulis Saat Mancing yang Sebaiknya Diketahui Pemancing Pemula Mojok.co

7 Aturan Tidak Tertulis Saat Mancing yang Sebaiknya Diketahui Pemancing Pemula

18 April 2025
Embung Tambakboyo Sleman, Tempat Melepas Penat yang Kurang Terawat

Embung Tambakboyo Sleman, Tempat Melepas Penat yang Kurang Terawat

2 Februari 2024
Lord Takin, Pemancing Penuh Kharisma dan Capres yang Patut Diperhitungkan

Lord Takin, Pemancing Penuh Karisma dan Capres yang Patut Diperhitungkan

19 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.