Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Manfaat Pesantren dan Spirit Ramadan ala Santri Kilatan

Akhyat Sulkhan oleh Akhyat Sulkhan
15 April 2024
A A
pesantren ramadan

pesantren ramadan

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari lagi, kita akan memasuki bulan Ramadan. Bulan penuh yang seringkali dikenali sebagai bulan yang penuh diskonan ampunan yang dinanti umat muslim se-dunia. Selain itu bulan Ramadhan juga merupakan bulan, setidaknya bagi saya, yang sekaligus menghadirkan kenangan-kenangan menyenangkan dari masa ke masa.

Reuni Kawan lama

Kemarin, seorang kawan lama menelpon saya, sebut saja Indra. Kami dulu mondok bareng di sebuah pesantren, di Jombang, Jawa Timur. Sekarang dia bekerja di sebuah peternakan ayam dan saya baru saja rampung kuliah. Walaupun udah lama nggak ketemu, tapi hubungan kami masih sangat baik. Dia membicarakan banyak hal tentang pesantren.

ADVERTISEMENT

Jujur, sehabis ngobrol sama dia, saya jadi kangen berat sama suasana pesantren saat Ramadan.

Rindu Pesantren Ramadan

Bagi saya, dan mungkin sebagian besar alumni pesantren semi-salaf (atau yang salaf tulen) lainnya, spirit menyambut Ramadan bukan hanya ditampilkan dalam corak budaya seperti keliling masjid demi  berburu takjilan plus buka puasa gratis atau membangunkan orang sahur dengan memukul bedug dan kentungan. Spirit Ramadan kami adalah, bagaimana caranya melalui “ngaji kilatan” dengan sukses dan bisa pulang ke rumah, paling nggak, sehari setelah memperingati Nuzululquran.

Tentu ngaji kilatan ala pesantren beda sama pesantren kilat di sekolah-sekolah formal. Sepemahaman saya, ngaji kilatan berarti kegiatan mempelajari satu atau lebih kitab klasik (bisa kitab kontemporer sih, konon, tapi saya seringnya klasik) dan mengkhatamkannya pada pertengahan Ramadan. Walaupun, kadang ada juga yang sampai menjelang lebaran. Metodenya, kiai atau ustaz akan membacakan isi kitab yang dipelajari beserta maknanya. Sementara para santri cuma mendengarkan dan mencatat tafsir yang dituturkan sang kiai atau ustaz tersebut. Santri mencatat maknanya langsung di bawah baris tulisan arab gundul dalam kitab, sesuai kata per kata.

Ngaji kilatan di pesantren biasanya terbuka untuk umum. Siapa saja boleh ikut. Tapi khusus santri reguler, hukumnya wajib dan mereka yang nggak full ikut kilatan plus catatan maknanya bolong-bolong, bisa nggak dibolehin mudik sama pengurus pesantren.

Tapi sekalipun kedengarannya monoton, ketat, dan gampang bikin bosan, sebenarnya ada hal-hal yang sangat bermanfaat dalam ngaji kilatan. Berikut ini beberapa manfaat ngaji kilat ([pesantren kilat) :

  1. Melatih kesabaran

Nah ini barangkali salah satu faktor kenapa lulusan pesantren orangnya cenderung penyabar. Sebab, dia emang udah dibekali kesabaran dari sejak ikut ngaji kilatan. Lha gimana nggak sabar? Kadang, dalam mencatat tafsir yang dituturkan kiai atau ustaz, kita mesti ngikut intonasi beliau. Salah seorang ustaz yang saya ikuti pengajiannya dulu, misalnya, kalau baca kitab cepetnya masyaallah. Mungkin karena saking fasihnya beliau. Tapi saya malah jadi nggak bisa bedain beliau lagi baca kitab atau kumur-kumur. Dan kalau frustasi nggak bisa ngikutin intonasi beliau, saya biasanya memilih tidur daripada kesal sendiri.

Baca Juga:

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

Selain intonasi, biasanya kita juga mesti menyesuaikan ketahanan pengampu dan ketebalan kitabnya. Kalau pengampunya tahan lama dan kitabnya tebel banget, terus kita mesti selesai dalam dua minggu, bisa dibayangkan secepat dan selama apa beliau akan membaca. Itu pun masih ditambah godaan kipas angin masjid yang perlahan berusaha melelapkan mata.

  1. Menambah wawasan

Oh, ini jelas. Ada banyak hal yang bisa dibahas kitab-kitab klasik. Fiqih, tafisir jalalain, hikayat, dan lain sebagainya. Salah satu favorit saya dkk adalah ikut kajian Qurratul ‘Uyun. Ini kitab yang penting banget buat yang mau nikah. Dulu saya belajar ini supaya bisa menyenangkan istri kelak, hehehe.

  1. Menjauhi maksiat

Walaupun Prabowo Subianto bisa saja melakukan deklarasi sampai 10 kali dan bikin orang-orang geregetan, kemudian menjelek-jelekkan dia, saya kira santri yang ikut ngaji kilatan di pesantren nggak akan peduli soal itu. Atau kalau misalnya, Mia Khalifa tiba-tiba memutuskan bikin video baru, juga nggak akan ada santri yang punya waktu luang buat mengunduhnya. Lha gimana? Wong tiap hari mesti nambal catatan tafsir kitab supaya bisa mudik. Habis itu, mereka juga nggak boleh telat ikut ngaji kilatan. Nyatet sambil ngikutin intonasi ustad yang kelewat cepat plus usaha nahan ngantuk pas ngaji aja udah susahnya luar biasa.

Terakhir diperbarui pada 20 November 2025 oleh

Tags: PesantrenRamadanSantri Kilat
Akhyat Sulkhan

Akhyat Sulkhan

ArtikelTerkait

pengusaha lebaran

Bulan Ramadan dan Lebaran Membuat Banyak Orang Indonesia Jadi Auto Pengusaha

30 Mei 2019
bangunin sahur jam dua pagi berisik mojok

Orang-orang Bangunin Sahur Jam Dua Itu Mikir Apa sih?

23 April 2021
3 Rekomendasi Tempat Takjil di Bukittinggi, Dijamin Bikin Ngiler!

3 Rekomendasi Tempat Takjil di Bukittinggi, Dijamin Bikin Ngiler!

9 April 2022
buka puasa

Ramadan Tiba, Undangan Bukber Mulai Bertebaran

7 Mei 2019
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

7 Maret 2026
rakus buku

Tetap Rakus Baca Walaupun Bulan Puasa

5 Mei 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Modal 20 ribu rupiah, kamu bisa makan tiga kali sehari di Ngaglik, Jogjakarta

26 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen (Unsplash)

Yang perlu kamu ketahui tentang trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen

26 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.