Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Naik KRL Jakarta di Jam Kerja Adalah Neraka bagi Para Pemula

Muhamad Pajar Pratama oleh Muhamad Pajar Pratama
2 November 2023
A A
Tak Ada yang Lebih Tabah dari para Pejuang KRL Jakarta Tarif KRL berbasis NIK

Tak Ada yang Lebih Tabah dari para Pejuang KRL (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada yang bilang (dan jelas banyak) kalau Jakarta itu “kejam”, saya akan setuju. Itu semua gara-gara pengalaman pertama saya naik KRL Jakarta.

Saya yang setahun terakhir hidup pelan, santai, namaste di Jogja, mencoba merasakan ritme Jakarta yang kata orang cepat dan tanpa basa-basi. KRL Jabodetabek adalah tujuan saya hari itu. Alasannya sederhana, saya pernah membaca sebuah tweet yang mengatakan bahwa KRL Jakarta adalah neraka bagi para pemula. Saya adalah pemula, dan belum pernah ke neraka. Kesombongan itulah yang pada akhirnya saya sesali.

Benar saja, sampai hari ini saya masih ingat betul betapa terganggunya mental saya saat itu.

Menantang Jakarta, keputusan terburuk dalam hidup

Percobaan menantang diri itu dimulai dengan saya turun di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Stasiun Rangkasbitung menggunakan KRL Jabodetabek via Tanah Abang. Ratusan manusia berjejalan di peron ketika pemberitahuan kereta tujuan Tanah Abang akan datang.

Saya yang baru pertama kali naik KRL Jakarta bertanya pada salah satu penumpang di sana, Saya bingung apakah nanti langsung naik atau harus periksa identitas terlebih dahulu? Ternyata, jangankan mau periksa identitas, untuk masuk ke gerbong kereta saja, kami harus saling dorong. Primitif sekali!

Bagi orang-orang yang tak dapat tempat duduk, berdiri adalah satu-satunya opsi. Masih beruntung jika mereka bisa dapat salah satu Hand Strap (pegangan yang biasanya tergantung penumpang yang berdiri). Tapi sialnya saya adalah satu dari banyak orang yang tak dapat pegangan itu. Maka terombang-ambinglah saya di gerbong maha sesak ini.

Saya coba mengamati sekitar, memperhatikan orang lain, kebanyakan dari mereka menggunakan ranselnya di depan. Jujur saja, saya tidak mengerti itu bentuk pertahanan diri atau bagaimana, yang terpenting, saya ikut-ikutan. Saya tidak mau dikenali sebagai pemula di skena per-KRLan ini.

Dari Stasiun Senen, kereta berhenti di Stasiun Kampung Bandan. Itu adalah Stasiun Transit untuk penumpang yang ingin ke Cikarang dan Tanah Abang. Beberapa penumpang turun tapi yang masuk jauh lebih banyak.

Baca Juga:

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

Kaki di antara selangkangan

Hari itu adalah pertama kalinya dalam hidup, kedua kaki saya berada di antara selangkangan orang tidak dikenal. KRL Jakarta yang berguncang-guncang membuat lutut saya sesekali menyenggol paha kiri dan kanan mas-mas itu. Sungguh pengalaman yang absurd sekali.

Ketika kereta berhenti di Stasiun Duri, saya memutuskan untuk berpindah gerbong. Melihat sekeliling, barangkali ada kursi kosong untuk saya duduki. Nihil. Namun ada satu hand strap kosong di ujung sana. saya dengan cepat mengambil posisi berdiri di depan pintu dan segera menggenggamnya erat sekali. Lumayan.

Setelah sekitar sepuluh menit, akhirnya kereta tiba di Stasiun Tanah Abang. Hanya penumpang yang menuju Manggarai dan Jatinegara yang masih di dalam gerbong.

Barulah setelah saya menginjakkan kaki di Stasiun Tanah Abang, saya bisa sedikit bernafas lega. Berjalan mengikuti orang-orang di depan, menaiki eskalator dan kembali menunggu kereta jurusan Rangkasbitung. Berbeda dengan sebelumnya, Stasiun ini tidak terlalu ramai. Banyak dari penumpang yang turun di Tanah Abang, adalah mereka yang memang ingin berhenti di sini.

Terdengar pemberitahuan dari petugas stasiun bahwa kereta jurusan Rangkasbitung terlambat sekitar lima belas menit. Semua penumpang kompak bergumam tidak jelas. Bagi saya ini tak masalah, toh saya bisa sedikit bersantai setelah sebelumnya kereta sialan itu mengganggu mental saya.

KRL Jakarta memang kejam, tapi hebat

Kereta tiba dan menuju Stasiun Rangkasbitung memakan waktu sekitar satu setengah jam dan melewati 18 Stasiun. Tak apalah, tapi dua jam di kereta saya harus dapat tempat duduk dan tidak mau berdiri apapun yang terjadi.

Kereta tiba, maka naiklah kami semua. Berbeda dengan sebelumnya, gerbong kereta kali ini cukup banyak dan tempat duduk masih tersedia. Syukurlah. Saya duduk dan bersabar sampai kereta ini sampai ke tujuan akhir, Stasiun Rangkasbitung. Setelah melewati neraka, nama Stasiun itu lebih terdengar seperti surga.

KRL Jabodetabek memang moda transportasi paling murah di Jakarta saat ini. Bila dibandingkan dengan Transjakarta yang tak banyak melayani rute di luar Jakarta. KRL adalah opsi bagi para pekerja dan pelajar. Pilihan stasiun yang banyak dan waktu tunggu yang tak begitu lama adalah jawaban bagi masyarakat urban Jakarta.

Impresi pertama saya naik KRL Jabodetabek, saya cukup nyaman dengan pelayanan dan keretanya. Gerbongnya bersih dan ada petugas keamanan dihampir setiap gerbong. Denga hanya Rp10.000 dari Jakarta Pusat ke Lebak, Banten, saya sangat merekomendasikan transportasi ini. Walaupun memang bagi orang-orang yang tidak suka keramaian dan desak-desakan, ini adalah misi bunuh diri.

Semoga saja di lain waktu bisa merasakan lagi naik KRL Jakarta dengan nyaman dan menyenangkan.

Penulis: Muhamad Pajar Pratama
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Merasakan Tua di Jalan: Naik KRL Transit Manggarai Harus Bayar Pakai Mental Health

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 November 2023 oleh

Tags: JakartaKRL Jakartastasiun pasar senenTanah Abang
Muhamad Pajar Pratama

Muhamad Pajar Pratama

Mas-mas biasa, penulis lepas sekaligus fans Chelsea sejati.

ArtikelTerkait

Jogja Punya 4 Hal Tak Terlupakan bagi Orang Jakarta (Unsplash)

4 Hal Tak Terlupakan bagi Orang Jakarta Saat Pertama Kali Berkunjung ke Jogja

21 Mei 2024
PRJ Surabaya, Sebuah Usaha Meniru PRJ di Jakarta yang Maksa Banget

PRJ Surabaya, Sebuah Usaha Meniru PRJ di Jakarta yang Maksa Banget

24 Oktober 2023
3 Spot Terbaik Melihat Kesenjangan Kota Jakarta dari Ketinggian Mojok.co

3 Spot Terbaik Melihat Kesenjangan Kota Jakarta dari Ketinggian

29 Maret 2024
Mengadu Nasib di Jakarta Itu Berat, Lebih Baik Jangan kalau Belum Siap Mojok.co

Mengadu Nasib di Jakarta Itu Berat, Lebih Baik Jangan kalau Belum Siap

12 November 2023
Jalan Ciputat Musuh Bebuyutan Mahasiswa UIN Jakarta Mojok.co

Jalan Ciputat Musuh Bebuyutan Mahasiswa UIN Jakarta

2 Desember 2023
Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan Mojok.co

Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan

18 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026
Ilustrasi Purwokerto dan Purwakarta, Bikin Kurir Ekspedisi Kena Mental (Unsplash)

Purwokerto dan Purwakarta: Nama Mirip Beda Provinsi yang Bikin Paket Nyasar, Ongkir Membengkak, dan Kurir Ekspedisi Kena Mental

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.