Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Dear Bapak Ibu Dosen, Jangan Menilai Mahasiswa dari Keaktifan Bertanya setelah Presentasi. Mahasiswa Zaman Sekarang Pintar Membodohi, lho

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
22 Oktober 2023
A A
Dear Bapak Ibu Dosen, Jangan Menilai Mahasiswa dari Keaktifan Bertanya setelah Presentasi. Mahasiswa Zaman Sekarang Pintar Membodohi, lho

Dear Bapak Ibu Dosen, Jangan Menilai Mahasiswa dari Keaktifan Bertanya setelah Presentasi. Mahasiswa Zaman Sekarang Pintar Membodohi, lho (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari kemarin, ada artikel yang memaparkan trik bertanya ke dosen biar nggak dikira caper. Selesai membaca tulisan dari Mas Muhammad Rifai tersebut, saya jadi teringat pengalaman saat masih semester awal kuliah. Saya pernah dikucilkan dan dianggap caper gara-gara aktif bertanya di kelas. Makasih, Mas Rifai, sampean sudah memantik ingatan itu meskipun saya terpaksa nggak bisa memakai trik sampean karena sudah berada di semester akhir.

Tapi nggak apa-apa, setidaknya Mas Rifai juga memantik ingatan saya pada suatu kejadian tragis yang kala itu saya lupa nggak menuliskannya. Kejadian itu bersamaan dengan momen bertanya di kelas. Hanya saja kejadian itu sepertinya masih menjadi rahasia di kalangan mahasiswa, khususnya mereka yang menganggap mahasiswa aktif bertanya adalah mahasiswa caper.

Saya merasa perlu menguak hal ini dan memberitahukan pada bapak ibu dosen di luar sana. Sebab, hal ini menurut saya sangat penting untuk moral mahasiswa sebagai pelaku akademis. Bukan saya sok-sokan jadi moralis. Tapi, secara manusiawi, saya kira kita semua sepakat kalau “membodohi” adalah tindakan yang bengis. Dan kejadian tragis yang mau saya kuak ini termasuk dalam kategori tindakan itu.

Kongkalikong sebelum presentasi di depan dosen

Jadi begini, kejadian tragis yang pernah saya alami ini terjadi ketika model belajar kami adalah presentasi per kelompok. Awalnya saya merasa curiga pada beberapa teman yang sering menganggap saya caper. Biasanya mereka diem-diem aja waktu presentasi di kelas, tapi tiba-tiba mereka aktif bertanya.

Kecurigaan saya semakin menguat ketika sesi pertanyaan yang dibatasi dengan tiga pertanyaan itu langsung diisi dengan cepat oleh beberapa mahasiswa yang saya maksud tadi. Seolah-olah, tiga si penanya nggak mau memberi jeda waktu sedikit pun untuk saya bertanya. Sialnya, mereka melakukannya secara konsisten di semua mata kuliah yang sama dengan saya.

Kecurigaan saya sebenarnya sempat pupus karena saya berpikir, mungkin mereka sudah berubah dan niat untuk kuliah. Tapi ternyata saya salah. Kecurigaan saya akhirnya terjawab setelah salah seorang teman saya bercerita bahwa ketiga penanya dan anggota kelompok yang presentasi sebenarnya satu sirkel pertemanan. Dan mereka semua memang berniat untuk membuat saya nggak lagi aktif bertanya.

Teman saya bahkan menunjukkan bukti chatting-an antara dia dengan salah satu anggota kelompok presentasi. Jadi isi chat mereka adalah si anggota kelompok presentasi mengajak teman saya untuk kongkalikong menyusun pertanyaan sekaligus mencari jawaban sebelum presentasi. Bahkan pertanyaan dan jawabannya copas dari Google. Sungguh cerdik strategi mereka, bukan?

Supaya terlihat aktif bertanya dan menjawab di depan dosen serta mendapat nilai bagus, mereka bersekongkol membuat daftar pertanyaan sekaligus jawabannya. Untungnya teman saya nggak tergoda dan malah membocorkan rahasia itu pada saya yang menjadi korban monopoli akademis.

Baca Juga:

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

Baca halaman selanjutnya

Mencemari mutu dan moral

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2023 oleh

Tags: DosenKampusMahasiswapilihan redaksiPresentasi
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

4 Mekanisme Bertahan Hidup Anak Kos yang Bisa Dicoba Jika Harga Mi Instan Naik Beneran

4 Mekanisme Bertahan Hidup Anak Kos yang Bisa Dicoba Jika Harga Mi Instan Naik Beneran

10 Agustus 2022
Mahasiswa Pascasarjana: Kuliah Santai, tapi Otak Serasa Dibantai

Mahasiswa Pascasarjana: Kuliah Santai, tapi Otak Serasa Dibantai

29 September 2023
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama

18 Agustus 2025
PTM sekolah tatap muka mojok

Yang Divaksin Orang Dewasa, yang Masuk Sekolah Anak SD: PTM Jadi Kebijakan Paling Pekok

28 September 2021
16 Drama Korea yang Harus Kamu Tonton sebelum 2022 Berakhir Terminal Mojok

16 Drama Korea yang Harus Kamu Tonton sebelum 2022 Berakhir

10 Desember 2022
7 Orang yang Sebaiknya Nggak Belanja di H&M Terminal Mojok

7 Orang yang Sebaiknya Nggak Belanja di H&M

11 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026
Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.