Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Lika-liku Profesi Pengolah Arsip yang Upahnya Nggak Sip

Amalia Nurul Fathonaty oleh Amalia Nurul Fathonaty
29 September 2023
A A
Lika-liku Profesi Pengolah Arsip yang Upahnya Nggak Sip

Lika-liku Profesi Pengolah Arsip yang Upahnya Nggak Sip (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Seumur hidup, saya nggak pernah nyangka akan ketiban profesi pengolah arsip. Lepas dari profesi jurnalis, belok ke pengolah arsip ini rasanya cukup masuk akal. Saya jebolan jurusan Pendidikan Bahasa Jawa. Arsip-arsip yang butuh diolah ini berbahasa jawa dan beraksara jawa pula. Linear lah ya. Saya merasa beruntung karena saya senang ngulik aksara Jawa, meskipun konsentrasi saya dulu di bidang linguistik bukan filologi.

Tambah amazed lagi ketika melihat wujud arsip-arsipnya yang vintage abis. Kayak perkamen-perkamen di film Harry Potter itu wujud arsipnya. Ya gimana nggak, wong arsip-arsip itu udah dari 1800-an sampai 1900-an. Sepuh, kudu sungkem dulu sama artefak yang mengagumkan ini.

ADVERTISEMENT

Tiap hari, saya bermain dengan mereka. Baca-baca aksara yang ditulis tangan dengan tinta. Uaapik tenan tulisan tangan orang zaman dulu. Tapi nggak jarang juga saya nemu yang tulisannya kayak cacing, nggak bisa dibaca blas. Macam-macam karakter penulisan aksara ini, mau nggak mau membuat saya membiasakan diri, niteni karakter penulisan aksaranya. Ini seru. Tenin!

Berurusan dengan arsip ini tak ubahnya bermesraan dengan masa lalu. Berkawan dengan debu masa lalu, literally. Ya gimana, kadang arsipnya begitu berdebu dan masir, bahkan ada yang kondisinya sudah koyak, jadi serpihan-serpihan masa lalu. Kadang juga nemu fosil serangga entah apa yang nempel di kertas arsip. Amazing~ Kudu hati-hati banget memperlakukan arsip-arsip ini. Dipegang alon-alon, dibuka lembar per lembar dengan lemah-lembut.

Emang isi arsipnya apa? Berhubung ini arsip “negara”, jadi saya nggak bisa spill detail isinya. Kategori arsip berdasar isinya ini juga ada banyak. Yaaa ada soal ekonomi sampai hukum juga. Begitu kira-kira. Selalu ada hal baru setiap hari di sepanjang dua tahun saya berteman dengan arsip-arsip ini.

Tapi ya, selain berkawan dengan arsip, saya juga (dipaksa) belajar untuk meratapi nasib.

Apresiasi tinggal mimpi

Mengolah, merawat, berkas-berkas bersejarah ini saya rasa mirip seperti arkeolog. Bedanya, mengolah arsip yang dipegang ya kertas-kertas rapuh berdebu. Nggak ada romantisme pegang-pegang arca, terus diisik-isik, disikat pakai kuas halus dll. Tapi tetep, bagi saya, profesi saya sekarang ini juga nggak kalah romantis dari arkeolog.

Ibarat orang kasmaran, jatuh cinta, merasakan betapa romantisnya hubungan saya dengan arsip-arsip kuno ini, saya jadi abai dengan logika. Sama tidak logisnya dengan para guru honorer yang diupah sak encrit untuk effort-nya yang gede-gedean. Saya bisa bilang begitu karena memang upahnya UMR alias under minimum region.

Baca Juga:

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda

Betul, jumlah upah sudah jadi kesepakatan sejak awal melamar kerja. Saya nggak masalah, yang penting saya suka, enjoy, dan ada pemasukan rutin. Tapi gimana nih kalau yang under tadi tidak diberikan tepat waktu? Saya mau pakai jurus mendang-mending. Mendingan jika sudah wayahe dibayarkan haknya, ya segera ditunaikan wkwkwk.

Sesederhana ungkapan “Bayarlah upah buruh sebelum kering keringatnya”. Sudah tiba waktunya ya ditunaikan. Kalau belum sanggup menunaikan tepat waktu, ya baiknya ada komunikasi dari awal. Jadi bisa buat bahan pertimbangan, yay or nay. Lebih ke nay sih kalau terlambat diberi upahnya sampai hampir dua bulan. Untung ya, upah bulan kemarin sudah dibayar. Jadi agak plong.

Yang bikin saya mengelus dada ya selalu saja ada alasan atas terlambatnya upah turun. Kadang juga yang disalahin saya, kami ini yang cuma tenaga harian lepas, telat ngumpulin laporan bulanan sama presensi. Ya udah lah ya, toh kami nggak bisa apa-apa.

Pengolah arsip atau pengusung arsip?

Ada juga momen yang bikin saya kadang meragukan profesi pengolah arsip ini. Soalnya, saya beberapa kali mengerjakan hal yang—jujur saja—aneh dan tidak seharusnya saya kerjakan.

Seperti gotong-gotong kardus arsip dari satu gedung ke gedung lain. Ikut angkat-angkat lemari, meja, dll. Sik, iki ra mlebu jobdesc, sluuurr. Di awal rekruitmen tidak ada penjelasan jobdesc seperti itu. Mana sebagian besar dari kami adalah perempuan, yang secara tenaga nggak seprima laki-laki, kalau disuruh usung-usung.

“Kita ini kerja apa dikerjain sih?” celetuk salah satu rekan kerja saya. Kami hanya bisa tersenyum getir. Saya cuma bisa berharap, profesi yang saya gemari ini bisa terus saya tekuni, tanpa ada drama menunggu upah kerja yang tak kunjung ada kejelasannya.

Kayak kuda, sebelum disuruh lari atau nggeret kereta kan dikasih suket dulu ya. Lha saya dikasih apa? Dikasihani?

Penulis: Amalia Nurul Fathonaty
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Rekomendasi Tempat Arsip Sumber-sumber Primer selain ANRI buat Skripsian

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 September 2023 oleh

Tags: definisilika-likupekerjaanpengolah arsip
Amalia Nurul Fathonaty

Amalia Nurul Fathonaty

Mantan jurnalis yang masih hobi menulis. Peduli akan isu kesehatan mental

ArtikelTerkait

Pekerja Freelance Disepelekan, Dianggap Nggak Menghasilkan karena Nggak Punya Kantor dan Kerjaan Tetap Mojok.co

Pekerja Freelance Disepelekan, Dianggap Nggak Menghasilkan karena Nggak Punya Kantor dan Kerjaan Tetap

21 April 2024
7 Fitur Gmail Tersembunyi yang Jarang Diketahui Orang Terminal Mojok.co

7 Fitur Gmail Tersembunyi yang Jarang Diketahui Orang

25 Mei 2022
7 Alasan Kamu Sebaiknya Terima Kerjaan di Cikarang, Bukan di SCBD Terminal Mojok.co

7 Alasan Kamu Sebaiknya Terima Kerjaan di Cikarang, Bukan di SCBD

18 Maret 2022
pekerjaan tambahan beban kerja ditolak stres mojok

Pekerjaan yang Bukan Tanggung Jawabmu Sebaiknya Ditolak biar Nggak Stres

7 Oktober 2020
karya fiksi UT kuliah ekonomi kuliah sastra kuliah online mahasiswa s-1 dan s-2 Sebagai Penulis, Saya Sering Disangka Romantis dan Bisa Menjadi Sekretaris kuliah online

Cabut Kuliah Ekonomi, Masuk Sastra, eh Malah Ingin Jadi Pengusaha

13 Juli 2020
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku Mojok.co

In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku

26 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang Mojok.co

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang

24 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.