Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mengungkap Alasan Mengapa Seseorang Menggerakan Anggota Tubuhnya Saat Berbicara via Telepon

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
17 Desember 2019
A A
Mengungkap Alasan Mengapa Seseorang Menggerakan Anggota Tubuhnya Saat Berbicara via Telepon
Share on FacebookShare on Twitter

Sampai dengan saat ini, saya sering kali melihat seseorang menggoyangkan kendaraannya saat mengisi bensin. Baik motor maupun mobil. Usut punya usut, mereka melakukan hal tersebut agar bensin bisa cepat turun menuju tangki. Karena penasaran, akhirnya saya mencoba mencari tahu di beberapa artikel melalui internet. Alhasil, semua artikel yang saya baca menyatakan hal tersebut—menggoyangkan kendaraan saat mengisi bensin—tidak ada gunanya. Lagipula, bensin itu kan benda cair yang akan menemukan alirannya sendiri, jadi untuk apa sih digoyang-goyang?

Alasan lain yang saya dapat dari beberapa orang yang sering kali menggoyangkan kendaraannya saat mengisi bensin, katanya sih, agar bensin yang didapat lebih banyak. Lha, gimana, sih. Kalau mau dapat lebih banyak, isi atau beli bensinnya ya lebih banyak juga, lah.

Itu hanya salah satu contoh bagaimana kita (hah, kita???) sering kali melakukan hal yang tidak perlu sama sekali ketika ingin mencapai sesuatu atau dalam proses tertentu. Hal itu dilakukan karena ketidaktahuan seseorang. Bisa jadi karena kurangnya pengetahuan, atau akses untuk mendapatkan informasi terbuka yang terbilang minim. Sehingga, alih-alih melakukan sesuatu berdasarkan manfaat, mereka malah lebih memilih mendengarkan perkataan orang lain berdasarkan, “Katanya si ini, katanya si itu,” dan lain sebagainya.

Tidak hanya menggoyangkan kendaraan saat isi bensin, hal lain yang tidak kalah mengherankan adalah ketika seseorang menelepon—lebih tepatnya panggilan suara—sambil menggerakan anggota tubuhnya. Biasanya, sih, tangan. Entah kenapa, seseorang sering kali menggerakan tangannya ketika menelepon. Padahal, orang yang ditelfon tidak akan mengetahui maksud dari gerakan tangan tersebut juga, sih.

Coba perhatikan orang yang menggerakan tangannya saat menelepon, biasanya mereka memiliki gerakan template—itu-itu saja. Contoh lain, ketika ada yang bertanya tentang arah jalan atau alamat, selalu ada penerima telepon yang menggerakan tangannya sesuai dengan arah jalan. Misalnya, ketika berkata lurus, tangan akan memeragakan jalanan lurus. Saat belok kiri, tangan pun akan menunjukkan arah kiri, dan lain sebagainya tergantung arah mana yang dituju. Maksud saya, mau bagaimana pun pergerakan tangannya, nggak akan terlihat sama lawan bicara juga, kan?

Belum lagi contoh kasus penelepon yang sedang merasa kesal. Selalu ada sesuatu yang digebrak. Entah itu meja, pintu, atau benda di sekitarnya. Memang, hal tersebut bisa jadi dilakukan sebagai pelampiasan emosi dari sesuatu yang sedang dirasakan pada saat bersamaan. Namun, karena merasa tidak enak jika harus membentak atau berbicara dengan nada suara tinggi, seseorang lebih memilih untuk melampiaskannya dengan cara lain—melalui gestur tubuh.

Tidak melulu gestur negatif yang ditunjukkan oleh para penelfon, sering kali juga terlihat orang yang sedang dalam mood baik maupun kasmaran, menggerakan anggota tubuhnya. Biasanya, sih, sambil memainkan rambut, memelintir, atau merapikan sambil berbicara melalui telepon. Tak jarang pula tersipu malu dengan sendirinya. Atau ketika senang, malah tersenyum saat percakapan berlangsung. Dan lagi-lagi sama, ekspresi juga gestur tidak akan terlihat oleh lawan bicara. Tentu akan lain cerita sewaktu melakukan video call.

Itu semua bisa dipahami, mengingat gaya bicara seseorang sudah pasti berbeda satu dengan yang lainnya. Ada yang ekspresif, berbicara dengan gaya kalem, bahkan dengan nada ketus pun ada. Belum lagi sebagian orang yang berbicara dengan volume tinggi ketika menelepon. Mau bagaimanapun, hal tersebut tidak bisa diubah secara paksa atau instan mengingat setiap orang memiliki ciri dan karakteristiknya masing-masing.

Baca Juga:

Alasan Saya Tidak Suka Menerima Telepon Tanpa Janjian Dulu

Telepon Ditakuti Anak Muda, Banyak yang Lebih Nyaman “Bicara” Melalui Chat

Di sisi lain, berbicara sambil menggerakan anggota tubuh juga memiliki makna tersendiri. Menurut Dr. Carol Kinsey Goman, salah satu pakar bahasa tubuh, gerakan tangan membantu kita mengutarakan isi kepala kita dan membantu orang lain paham dengan yang kita utarakan. Lebih lanjut lagi, menurutnya, melakukan gerakan tak bisa terpisahkan dari kegiatan bicara, dan bergerak saat berbicara dapat memudahkan cara pikir kita. Saya pikir, hal itu juga termasuk saat kita berbicara melalui telepon sambil menggerakan tangan.

Setidaknya, ada dua sisi mengapa seseorang bisa sampai menggerakan anggota tubuhnya pada saat menelepon atau berbicara. Selain karena kebiasaan, secara tidak sadar kita dapat berkomunikasi dan menyampaikan pesan dengan lebih baik kepada lawan bicara. Dan semoga, kualitas percakapan bisa semakin meningkat dalam kehidupan bersosial.

BACA JUGA Kenangan Bersama Telepon Rumah dan Wartel atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: berbicaratelepon
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

telemarketer telemarketing telepon produk klien jasa mojok

Menghargai Telemarketer dengan Nggak Perlu Marah-marah Saat Menerima Teleponnya

28 September 2020
3 Alasan Orang Madura Gemar Telepon Kapan Saja dan di Mana Saja

3 Alasan Orang Madura Gemar Telepon Kapan Saja dan di Mana Saja

28 Mei 2023
Alasan Saya Tidak Suka Menerima Telepon Tanpa Janjian Dulu (Unsplash)

Alasan Saya Tidak Suka Menerima Telepon Tanpa Janjian Dulu

8 Oktober 2024
Telepon Ditakuti Anak Muda, Lebih Nyaman Bicara Melalui Chat

Telepon Ditakuti Anak Muda, Banyak yang Lebih Nyaman “Bicara” Melalui Chat

20 September 2024
Menyalakan Speaker Saat Telepon tapi HP-nya Ditempelkan di Telinga? Kenapa sih?

Menyalakan Speaker Saat Telepon tapi HP-nya Kok Ditempelkan di Telinga?

15 Februari 2020
Menguak Alasan Orang Madura Selalu Teleponan Saat Jualan Mojok.co

Menguak Alasan Orang Madura Selalu Teleponan Saat Jualan

1 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.