Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nostalgia Telepon Umum, Benda Ajaib yang Punya Banyak Kisah

Salmaa Aura Fitri oleh Salmaa Aura Fitri
24 Januari 2021
A A
Nostalgia Telepon Umum, Benda Ajaib yang Punya Banyak Kisah Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Masih ingat kan sama telepon umum yang identik sama warna biru? Dulu, kalau mau telepon lewat telepon umum ini, wajib banget ngumpulin koin recehan untuk dimasukkan ke dalam lubang yang ada di atasnya. Misalnya teleponnya nggak nyambung ke nomor yang kita tuju, biasanya uang koin yang kita masukkan tadi bakal keluar lagi dari lubang bawahnya. Ingat?

Waktu saya SD, di dekat rumah saya ada telepon umum. Banyak banget tetangga saya yang pakai telepon umum itu, apalagi anak-anak kecil yang iseng buat telepon ke nomor setan. Eh? Mungkin banyak dari kalian yang tahu soal nomor setan ini. Atau mungkin pernah coba menghubungi buat suruh setannya culik musuh kalian. Hayo ngakuuu~

Bagi kalian yang mungkin cuma pernah dengar nama telepon ini lewat cerita-cerita masa lalu orang tua kalian yang masih PDKT, atau cuma lihat di film Dilan, sini saya kasih tahu betapa ajaibnya benda ini lantaran banyak banget manfaat dan kisahnya dari berbagai kalangan di telepon umum.

Berbeda dengan zaman sekarang di mana teknologi sudah canggih, zaman dulu tuh teknologi yang ada di Indonesia masih minim banget. Bahkan, cuma orang tertentu saja yang punya barang elektronik milik pribadi. Untuk berkomunikasi dengan orang yang jauh saja, orang-orang zaman dulu masih menggunakan surat. Tahu sendiri kan kirim surat selama apa? Yah, kurang lebih kayak nungguin paket belanjaan online kalian, deh, bahkan bisa lebih lama lagi.

Tahun 1905, Alexander Graham Bell baru menciptakan telepon umum untuk pertama kalinya di pinggir jalan. Sayangnya, inovasi ini kurang diminati orang-orang sana karena kurang privacy, katanya. Lantas, tahun 1950-an baru deh didesain kotak telepon umum dari kaca dan aluminium untuk ruangan meneleponnya. Baru sekitar tahun 1980-an, telepon umum masuk ke Indonesia. Yah, walaupun berbeda jauh dengan yang ada di luar negeri.

Di zaman keemasannya, telepon umum sangat bermanfaat banget untuk orang-orang melakukan komunikasi dengan kerabatnya yang jauh. Walau nggak sesimpel sekarang, telepon umum ini punya banyak makna dan manfaat. Mulai dari sepasang kekasih yang pacaran jauh dan sesekali menggunakan telepon untuk melepas rindu, seseorang yang merantau dan senang bertukar cerita dengan orang tuanya yang berada di kampung halaman, sampai anak kecil yang iseng teleponin nomor random yang ditemui di koran. Semua punya kisah masing-masing.

Saya masih ingat banget zaman dulu, saya rela mengumpulkan receh cuma untuk menghubungi nomor setan. Soalnya saya penasaran banget, katanya kalau menghubungi nomor setan nanti kita bisa dengar suara tangisan orang yang baru meninggal.

Masih tentang nomor setan, saya pernah diisengin sama kakak saya dan teman-temannya. Mereka waktu itu sebenarnya nggak ngajakin saya ke telepon umum, tapi saya pengin ikut lantaran penasaran mereka mau ngapain. Padahal saya sudah dilarang sama kakak saya dan teman-temannya, tapi saya ngeyel pengin ikut. Nah, waktu sudah di telepon umum ternyata mereka mau menghubungi nomor setan.

Baca Juga:

Alasan Saya Tidak Suka Menerima Telepon Tanpa Janjian Dulu

Telepon Ditakuti Anak Muda, Banyak yang Lebih Nyaman “Bicara” Melalui Chat

Tahu apa yang mereka bilang ke si setan ini? Mereka minta adik saya yang dulu masih TK diculik, dan di situ saya nangis gara-gara takut banget adik saya beneran diculik sama setan. Untungnya sampai sekarang adik saya nggak diculik setan, sih. Hehehe.

Itu kisah yang paling saya ingat selama pakai telepon umum. Terlalu lebay sih sampai nangis segala karena dulu saya percaya banget sama setan-setan itu. Padahal, sampai sekarang pun saya nggak tahu wujud setan-setan yang katanya bisa muncul itu.

Selain nomor setan, ada nggak sih salah satu dari kalian yang suka menghubungi nomor random gitu? Soalnya ibu saya waktu kerja, blio pernah ditelepon sama anak kecil yang iseng. Katanya dia keponakan dari Pak Soeharto yang waktu itu masih menjabat jadi presiden, dan dia malah minta makanan, padahal yang dia hubungi itu bank.

Saya jadi kangen banget sama telepon umum yang sekarang sudah ditinggalkan. Seharusnya telepon umum masih harus disediakan di Indonesia karena menurut saya masih bisa bermanfaat kalau ada keperluan penting. Misalnya, waktu tiba-tiba kita lagi jalan sendirian tapi kuota dan pulsa habis, kita bisa memanfaatkan telepon umum buat kasih kabar ke kerabat untuk minta dijemput. Benar, kan?

BACA JUGA Nostalgia 3 Pertanyaan Guru di Kelas yang Paling Bikin Deg-degan dan tulisan Salmaa Aura Fitri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2021 oleh

Tags: nostalgiatelepontelepon umum
Salmaa Aura Fitri

Salmaa Aura Fitri

Mahasiswi Jurusan Perpustakaan dan Sains Informasi yang suka menulis dan melukis.

ArtikelTerkait

PlayStation

Berterima Kasihlah Kepada PlayStation, Wahai Generasi 90an

26 Agustus 2019
lapor

Lapor-Laporan Itu Budaya Kita Sejak Kecil

3 Juni 2019
Ngapain Nikah Muda kalau Hanya untuk Menghindari Zina terminal mojok.co

Nostalgia Pacaran di Koridor, Taman, dan Kantin Sekolah: Mana yang Lebih Nyaman?

3 Desember 2020
6 Game Komputer Jadul yang Layak Dikangenin space invaders pacman raptor game jadul terminal mojok.co

6 Game Komputer Jadul yang Layak Dikangenin

10 September 2020
Rindu Acara Radio yang Fasilitasi Galau dan Patah Hati para Remaja terminal mojok.co

Rindu Acara Radio yang Fasilitasi Galau dan Patah Hati para Remaja

2 Februari 2022
7 Benda Masa Lalu yang Baunya Khas Banget, Bikin Nostalgia Terminal Mojok

7 Benda Masa Lalu yang Baunya Khas Banget, Bikin Nostalgia!

24 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.