Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

TPST Piyungan Ditutup Lagi, Kapan Jogja akan Benar-benar Menemukan Solusi untuk Sampah yang Makin Melimpah?

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
22 Juli 2023
A A
Adakah Dana Istimewa untuk Sampah yang Tidak Istimewa? TPST Piyungan, ASEAN Tourism Forum, Jogja krisis sampah di jogja bantargebang

Adakah Dana Istimewa untuk Sampah yang Tidak Istimewa? (Hariyanto Surbakti via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak menyangka akan kembali menulis tentang Jogja dan TPST Piyungan. Terutama setelah Pemprov Jogja (baca: Daerah Istimewa Yogyakarta) telah melaksanakan skema baru pembuangan sampah. Selama setengah tahun, warga Jogja melaksanakan skema baru ini dengan setengah hati. Namun pada akhirnya Jogja kembali kalah dengan sampah.

Maka saya perlu bertanya: sebenarnya apa masalah sampah Jogja? Dan apa yang telah dikerjakan pemerintah untuk itu? Sudah bertahun-tahun Jogja belum juga bebas dari masalah sampah. Berkali-kali TPST Piyungan harus ditutup untuk mencegah overload. Tapi Jogja belum beranjak dari masalah ini. Bahkan setelah gerakan besar dilakukan, TPST Piyungan kembali ditutup.

ADVERTISEMENT

15 tahun bermandikan sampah

Bicara sampah, saya harus mengungkit-ungkit masa lalu, mengajak kita semua mundur sampai 15 tahun yang lalu. Lebih dari satu dekade masalah sampah Jogja ini mencuat. TPST Piyungan yang digadang sebagai tempat pembuangan serta pengolahan sampah tak lebih dari gunungan limbah. Metode yang digunakan tak lebih dari menumpuk sampah terus menerus.

Sampah organik dan anorganik bercampur di hamparan berbau busuk ini. Selama 15 tahun, tidak ada gebrakan nyata. Berkali-kali TPST Piyungan ditutup karena overload, juga karena diblokade warga sekitar karena tak tahan dengan gunungan limbah ini. Wacana pengolahan sampah di Piyungan juga tak pernah tampak. Terakhir pada tahun 2022 dicanangkan metode sanitary landfill. Tapi hasilnya?

Sampah padat memang jadi masalah besar. Tapi sampah lindi atau cairan terus meneror warga sekitar, bahkan mulai mencemari air tanah dan sungai sekitar. Lalu apa lagi yang harus dilakukan? Apakah waktunya masyarakat terjun langsung membereskan masalah sampah ini?

Gotong royong memilah sampah

Jangan dikira warga Jogja duduk manis saja melihat masalah ini. Awal 2023, larangan membuang sampah anorganik ke TPST Piyungan dicanangkan. Tidak hanya imbauan, tapi langkah konkret. Setiap tempat pembuangan sampah dijaga oleh relawan. Tukang sampah hanya mau mengambil sampah organik. Bahkan dilakukan pembongkaran sampah rumah di beberapa tempat. Demi memastikan sampah yang akan diangkut benar-benar sampah organik.

Sebenarnya masyarakat pedesaan sudah lebih dulu melakukan ini. Minimal, mereka membuat jugangan atau lubang tanah untuk membuang sampah organik. Sedangkan sampah anorganik sering dikumpulkan pemulung. Selain karena tidak terjangkau truk sampah, solusi ini dipandang lebih murah daripada bayar iuran setiap bulan. Yah, sebuah privilese yang tak dimiliki warga kota dengan lahan yang makin sempit.

Enam bulan proyek ini berjalan. Gesekan jelas terjadi, namun ketegasan lah yang menang. Akhirnya beberapa rumah memilih membakar sampah. Sebuah solusi praktis ketika sampah anorganik tidak memiliki tempat. Banyak bank sampah belum berjalan dengan efisien. Sedangkan jasa ambil sampah anorganik jelas kelabakan. Namun, bukankah ini menjadi langkah maju untuk mengatasi sampah di TPST Piyungan?

Baca Juga:

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

Jika solusi ini berhasil, tentu saya tidak akan menulis artikel lagi. Tapi kenyataannya saya menulis kembali artikel sampah Jogja tepat pada hari TPST Piyungan ditutup. Bukan satu dua hari, tapi 45 hari!

Baca halaman selanjutnya

Apa sumber masalah yang sebenarnya?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2023 oleh

Tags: Jogjapengolahan limbahSampahTPST piyungan
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Nanggulan, Tempat Terbaik untuk Healing dan Nongkrong di Kulon Progo

Nanggulan, Tempat Terbaik untuk Healing dan Nongkrong di Kulon Progo

20 September 2024
Tempat di Gerbong Prameks yang Cocok untuk Kawula Muda Pacaran terminal mojok.co

Tempat di Gerbong Prameks yang Cocok untuk Kawula Muda Pacaran

18 Januari 2021
ramadan di jogja

Masjid di Jogja Semakin Istimewa di Bulan Ramadan

1 Juni 2019
Memahami Sultan Ground: Keistimewaan Jogja yang Ruwet dan Penuh Intrik tamansari

Prabu Yudianto Menceritakan Dukanya Saat Tinggal di Tamansari Jogja: Bisa Diusir Kapan Saja

10 April 2023
Bantul Nggak Aneh! Sebagai Orang Kota Jogja, Saya Justru Iri pada Bantul

Bantul Nggak Aneh! Sebagai Orang Kota Jogja, Saya Justru Iri pada Bantul

27 Juni 2024
Salah Paham Terkait Malioboro Jogja yang Telanjur Dipercaya Banyak Orang bahkan oleh Orang Jogja Sendiri

Salah Paham Terkait Jalan Malioboro Jogja yang Telanjur Dipercaya Banyak Orang, bahkan oleh Orang Jogja Sendiri

3 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.