Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kereta Api Matarmaja Tak Pernah Berubah, Masih Saja Sumpek dan Nggak Nyaman

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
15 Juli 2023
A A
Matarmaja, Kereta Kebanggaan Warga Jawa Timur

Matarmaja, Kereta Kebanggaan Warga Jawa Timur (Neng Etta via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Awal bulan ini saya ke Solo. Berniat untuk berburu buku di festival literasi Patjar Merah sekaligus bertemu Mahfud Ikhwan di obrolan seputar sepak bola. Karena KA Joglosemarkerto yang berhenti di Stasiun Solo Balapan adanya di jam-jam pagi sekali, sekitar jam tujuh, saya memilih naik KA Matarmaja yang berangkatnya agak sore.

Matarmaja tidak berhenti di Solo Balapan, melainkan di Solo Jebres. Saya pikir, tidak masalah sesekali naik kereta dari Solo Jebres. Toh kereta ini pernah saya naiki saat masih zaman kuliah. Dulu saya naik Matarmaja dari Pekalongan ke Malang sekitar 2017. Jadi sudah punya gambaran lah bakal kayak gimana.

Ketika menaikinya lagi dari Solo Jebres ke Pekalongan, saya rasa Matarmaja tidak banyak berubah selain harga tiketnya yang makin mahal. Tahun 2017 dari Pekalongan ke Malang naik Matarmaja harga tiketnya masih 105 ribu. Waktu dari Solo ke Pekalongan harga tiketnya sudah 117 ribu.

Saya pikir dengan harga tiket yang lebih mahal, kenyamanan dan pelayanan meningkat. Namun, ternyata sama saja. Matarmaja masih saja menjadi kereta yang sumpek dan tidak nyaman.

Tempat duduk Matarmaja sempit

Setelah lebih kurang enam tahun berlalu, saya menduga akan ada pembaharuan dari segi tempat duduk. Tapi, ternyata masih sama. Kursi 90 derajat yang bisa membuat lutut-lutut manusia berperang tak ubahnya seperti shinobi masih dipakai. Modelnya pun masih sama: 2-2 dan 3-3.

Jadi, setengah baris adalah kursi 2-2, setengah barisnya lagi 3-3. Waktu dari Jebres itu untungnya saya dapat bagian 2-2. Sempit sih, tapi ya nggak sempat-sempit amat. Tidak terbayang kalau saya dapat barisan yang 3-3.

Saya menyaksikan sendiri betapa sengsaranya penumpang yang duduk di kursi 3-3. Waktu itu, gerbong yang saya naiki penuh. Penumpang yang duduk di kursi 3-3 saya lihat mau bergerak saja susah. Ada penumpang yang duduk di kursi 3-3 mencari-cari posisi tidur yang uenak, tapi gagal mulu.

Penumpang yang bawa barang kelewat banyak

Sudahlah kursinya sempit, para penumpang juga tak sedikit yang masih suka membawa banyak barang bawaan. Sebelum naik saya sempat ngobrol dengan penumpang lain yang kebetulan orang Pekalongan juga. Katanya, kereta yang akan kami naiki penuh.

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

Memang, di peron Solo Jebres saja sudah banyak penumpang menunggu dengan barang bawaan segambreng. Ketika pintu kereta terbuka, saya naik ke bordes. Perasaan sudah nggak enak. Dan betapa terkejutnya kalau gerbong sudah hampir penuh.

Ketika mencari tempat duduk, saya perlu mengantre. Banyak penumpang dengan barang bawaan seabrek. Segala kardus besar ditenteng. Koper-koper besar diseret. Tatkala sampai di tempat duduk, saya bingung mau naruh barang saya di mana.

Barang hasil belanjaan saya di Pasar Gede sebenarnya tidak banyak, hanya satu kantong plastik. Namun, rak di atas kursi penuh, jadi saya hanya bisa menaruh tas saya. Iya, tas ukuran normal, bukan koper.

Rak itu penuh dengan kardus dari kecil sampai yang besar, buntelan-buntelan, koper, sampai helm. Benda-benda berukuran besar itu memakan banyak sekali tempat. Dan iya, penumpang yang naik belakangan harus rela tidak kebagian jatah rak.

Berisik

Dari terakhir kali naik Matarmaja, menurut saya kereta ini menjadi salah satu yang berisik. Kemarin saja begitu. Bisingnya kondisi ini berasal dari suara anak-anak. Tak sedikit anak-anak yang bukannya anteng saja duduk bareng orang tuanya, malah berkeliaran. Ini sebetulnya tidak masalah sih. Namun, kalau sepanjang perjalanan gitu ya, mengganggu juga.

Orang yang mau tidur di kereta jadi sulit. Untungnya waktu pulang dari Solo itu, saya sudah menyetok tidur. Dan memang, saya adalah tipe orang yang agak sulit buat tidur di kereta. Tidak terbayang bagaimana orang yang mau tidur di kereta kalau situasinya berisik semacam itu.

Banyak orang berkeliaran dari kereta makan di Matarmaja

Sepanjang perjalanan, petugas kereta api tidak setiap saat menawarkan makanan maupun minuman di dalam kereta. Khusus Matarmaja, para petugas sangat jarang menawarkan makanan. Seingat saya, waktu perjalanan dari Solo ke Pekalongan itu, hal itu sangat jarang. Bahkan cuma sekali. 

Bisa dimaklumi, mungkin karena keretanya sempit. Namun, penumpang di Matarmaja sangat beragam. Bukan hanya mereka yang bepergian sendiri atau hanya membawa pasangan. Ada pula yang bahkan membawa keluarga. Karena membawa keluarga ini biasanya keinginannya macam-macam, terutama jika membawa anak kecil.

Pasti keinginan buat jajan ini-itu tak bisa dibendung. Alhasil, kereta jadi dipadati orang-orang yang wara-wiri dari kereta makan. Ini bukan cuma sekali, lho. Sepanjang perjalanan! Gerbong kereta tak ubahnya festival jajanan yang banyak orang menenteng makanan dan minuman. Padahal kalau menurut saya penumpang seharusnya bisa menyesuaikan. Tidak usah bolak-balik beli makanan.

Ya deh punya duit. Tapi beli sekali saja dengan beragam makanan dan minuman sekaligus bisa kan, nggak usah bolak-balik? Kalau begini kereta menjadi makin sumpek dan tidak nyaman. Untung sudah tidak ada pedagang asongan di dalam kereta. 

Saya yang hanya menempuh perjalanan dari Solo ke Pekalongan saja tidak nyaman, bagaimana dengan yang dari Tulungagung ke Pasar Senen?

Penulis: Muhammad Arsyad
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mengenal KA Pandalungan yang Punya Rute Terpanjang di Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2023 oleh

Tags: kereta apimatarmajapekalongansolo jebres
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Mudik Lebaran Naik Kereta Api Kahuripan: Harga Tiket Memang Bersahabat, tapi Menderita Sepanjang Jalan

Pengalaman Mudik Lebaran Naik Kereta Api Kahuripan: Harga Tiket Memang Bersahabat, tapi Deritanya Sepanjang Jalan

10 April 2024
Sudah Saatnya Kalimantan Mempunyai Kereta Api, agar Potensinya Tak Terbuang Sia-sia

Sudah Saatnya Kalimantan Mempunyai Kereta Api, agar Potensinya Tak Terbuang Sia-sia

10 Agustus 2024
Narasi Tak Lengkap Reaktivasi Rel Kereta Api Purwokerto-Wonosobo Bikin Masyarakat Geger dan Berharap yang Tidak-tidak

Narasi Tak Lengkap Reaktivasi Rel Kereta Api Purwokerto-Wonosobo Bikin Masyarakat Geger dan Berharap yang Tidak-tidak

1 September 2024
Pengalaman Saya Ikut War Tiket Kereta Api 3 Hari Berturut-turut: Lebih Susah daripada Menang Giveaway

Pengalaman Saya Ikut War Tiket Kereta Api 3 Hari Berturut-turut: Lebih Susah daripada Menang Giveaway

30 Agustus 2023
Pengalaman 32 Jam Naik Kereta Api Pakistan seperti Kembali ke Era 90-an Mojok.co

Pengalaman 32 Jam Naik Kereta Api Pakistan seperti Kembali ke Era 90-an

5 Januari 2025
KA Argo Wilis, Kereta Api Eksekutif Terbaik Penghubung Surabaya-Bandung

KA Argo Wilis, Kereta Api Eksekutif Terbaik Penghubung Surabaya-Bandung

18 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Rokok Murah Harga di Bawah 15 Ribu yang Masih Enak Dinikmati In This Economy  

7 Rokok Murah Harga di Bawah 15 Ribu yang Masih Enak Dinikmati In This Economy  

20 Juni 2026
S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari Kampus Sendiri Mojok

Boikot UGM Itu Hak Semua Orang, tapi Jangan Lupa Kalau Keterima UGM itu Nggak (Pernah) Gampang  

19 Juni 2026
Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep MOjok.co sumatera

Sebagai Anak Madura, Saya Cemburu dengan Anak Sumatera yang Tak Perlu Susah Payah Menyembunyikan Identitas

20 Juni 2026
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok Mojok.co

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

17 Juni 2026
Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.