Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stasiun Garahan Jember dan Secuil Kisah Masa Kecil Bersama Pedagang Pecel Pincuk Legendaris

Anik Sajawi oleh Anik Sajawi
14 Juni 2023
A A
Stasiun Garahan Jember dan Secuil Kisah Masa Kecil Bersama Pedagang Pecel Pincuk Legendaris

Stasiun Garahan Jember dan Secuil Kisah Masa Kecil Bersama Pedagang Pecel Pincuk Legendaris (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Melintas di jalur kereta api tujuan akhir Ketapang Banyuwangi, Stasiun Garahan Jember menjadi pemberhentian yang mudah diingat sebagian pengguna jasa si ular besi yang membelah Gunung Gumitir. Meskipun saat ini Stasiun Garahan tidak lagi menjadi tempat pemberhentian kereta api, tempat ini menyimpan secuil nostalgia bagi banyak penumpang setia kereta api Daops IX Jember.

Penyebabnya adalah kuliner pecel pincuk yang menjadi daya tarik bagi para penumpang yang melintas di stasiun tersebut sebelum medio 2015. Fyi, Stasiun Garahan terletak tak jauh dari Terowongan Garahan yang berada di Dusun Krajan, Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Stasiun ini menjadi landmark cukup ikonik di wilayah tersebut selain terowongan dengan sejarah yang panjang.

ADVERTISEMENT

Pecel pincuk Garahan

Penumpang kereta api yang akrab dengan Stasiun Garahan Jember mungkin akan mengingat masa di mana mereka menikmati kuliner pecel pincuk di stasiun. Ya, stasiun ini memang terkenal sebagai tempat transaksi penjualan nasi pecel pincuk yang dilakukan saat kereta berhenti.

Pecel Garahan memang telah menjadi kuliner yang melegenda di kalangan penumpang kereta yang melintas di daerah ini. Rasanya yang lezat dan khas membuat pecel Garahan jadi makanan favorit yang tak terlupakan.

Disajikan dengan nasi putih hangat dan berbagai sayuran serta sambal khas membuat pecel Garahan menggugah selera siapa pun yang melintas. Tak heran kalau penikmatnya selalu ingin kembali mencicipi kuliner satu ini. Apalagi sebelum tahun 2015, seperti yang saya bilang sebelumnya, kuliner ini bisa dinikmati langsung di stasiun dan menjadi incaran para penumpang KA Pandawangi relasi Jember-Banyuwangi.

Tetap bertahan untuk jualan

Sayangnya, saat ini penumpang kereta yang melintas tidak bisa menyantap seporsi nasi pecel pincuk secara langsung seperti dulu. Akan tetapi, apabila kita berkendara menggunakan motor dari Jember menuju Banyuwangi, kita masih bisa melihat beberapa pedagang pecel pincuk di sekitaran Stasiun Garahan. Beberapa pedagang terlihat masih bertahan berjualan di sekitar stasiun. Maka tak berlebihan kalau warisan kuliner ini layak untuk diapresiasi.

Desa Garahan kini menjadi tempat yang dikunjungi mereka yang ingin merasakan kelezatan nasi pecel pincuk sambil mengenang momen perjalanan naik kereta api. Saat saya datang ke sekitaran stasiun, tentu saya langsung teringat masa kecil dulu naik kereta api dan berhenti untuk menyantap seporsi nasi pecel pincuk.

Hingga kini, pecel pincuk di Stasiun Garahan mungkin menjadi secuil kenangan yang akan terus diingat para penumpang kereta api. Menuliskan tentang stasiun ini adalah salah satu cara saya untuk membangkitkan nostalgia semasa kecil melintas di stasiun ini. Sejarah dan kuliner yang berkaitan erat dengan stasiun ini memang patut dipertahankan dan dikenang.

Baca Juga:

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak

Penulis: Anik Sajawi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Malang This, Bondowoso That, Gimana kalau Jember Aja yang Jadi Ibu Kota Jatim?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2023 oleh

Tags: jawa timurjemberpecel pincukStasiun Garahan
Anik Sajawi

Anik Sajawi

Anak bungsu ideoligis Jean-Paul Sartre yang menulis untuk keabadian. Gemar menonton drama korea yang sesekali menulis untuk berbagi cerita.

ArtikelTerkait

Taman Apsari Surabaya Jadi Korban Saat Pesta Rakyat karena Ketidakbecusan Pemprov Jatim

Taman Apsari Surabaya Jadi Korban Saat Pesta Rakyat karena Ketidakbecusan Pemprov Jatim

25 Agustus 2025
Surabaya dan Sidoarjo Makin Erat. Saatnya Melebur Jadi Satu? (Pexels)

Surabaya dan Sidoarjo Semakin Tak Terpisahkan. Apakah Kelak Keduanya Akan Melebur Menjadi Satu Daerah?

10 Maret 2025
Kota Malang kota pendidikan. (Unsplash.com)

Kota Malang Kalahkan Jogja Sebagai Kota Paling Ideal untuk Kuliah

11 Juli 2022
Baluran Sering Dikira Punya Banyuwangi, Bukti Situbondo Gagal Memanfaatkan Potensi Daerah Mojok.co

Baluran Sering Dikira Punya Banyuwangi, Bukti Situbondo Gagal Memanfaatkan Potensi Daerah

11 Agustus 2024
Cara Saya Jelaskan Letak Kabupaten Lumajang biar Mudah Dipahami

Cara Saya Jelaskan Letak Kabupaten Lumajang biar Mudah Dipahami

19 Februari 2024
Gate Otomatis Terminal Purabaya Nggak Berguna, Pengelola Sebaiknya Fokus Membasmi Calo Saja!

Gate Otomatis Terminal Purabaya Nggak Berguna, Pengelola Sebaiknya Fokus Membasmi Calo Saja!

19 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak Mojok.co

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

15 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026
Kebodohan konsumen Indomaret yang merusak kenyamanan belanja (Unsplash)

Akulah pelanggan Indomaret yang resah itu gara-gara konsumen nggak ada akhlak yang merusak kenyamanan belanja

17 Juli 2026
4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat Mojok.co

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

21 Juli 2026
Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.