Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Ribut di Konser Itu Nggak Keren. Cara Ahmad Dhani Menghadapi Penonton Rusuh Boleh Dicontoh

Ahmad Radhitya Alam oleh Ahmad Radhitya Alam
25 Mei 2023
A A
Ribut di Konser Itu Nggak Keren, tapi Cara Ahmad Dhani Menghadapi Penonton Rusuh Boleh Dicontoh

Ribut di Konser Itu Nggak Keren. Cara Ahmad Dhani Menghadapi Penonton Rusuh Boleh Dicontoh (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kemarahan Bimbim dalam sebuah konser kembali menjadi sorotan. Pentolan Slank tersebut sempat menunjuk dan menantang berantem penonton saat konser Slank di Semarang pada Minggu (21/5/2023). Penggebuk drum Slank itu sampai menunjuk-nunjuk “penonton berbaju hitam” untuk diseret aparat.

Sebenarnya kemarahan Bimbim bukan tanpa sebab. Dia naik pitam tatkala terjadi kericuhan di tengah-tengah penonton. Sikap Bimbim itu kemudian mendapatkan berbagai respons di dunia maya. Bahkan ada yang membanding-bandingkannya dengan sikap Ahmad Dhani dan Otong KOIL saat ada penonton yang rusuh.

Konser Slank yang dilaksanakan dalam rangka HUT Kota Semarang itu bertempat di Stadion Diponegoro. Konser gratis tersebut berhasil menarik banyak massa, khususnya Slankers. Sayangnya, keterbatasan tempat membuat penonton yang nggak bisa masuk rusuh. Aparat bahkan sampai menyemprotkan gas air mata untuk meredakan kerusuhan sebelum kemudian Bimbim turun tangan.

Banyak yang menggunjingkan sikap Bimbim dalam konser tersebut. Dia dianggap nggak dewasa dan temperamen. Padahal kalau konser itu terjadi di era 90-an, Bimbim pasti bisa langsung mengejar si provokator. Dan tentu saja bakal digebuk beneran layaknya dia menggebuk drum. Seperti yang kita tahu, blio memang drummer yang “agak” temperamen.

Akan tetapi sikap Bimbim tersebut memiliki alasan yang kuat. Kerusuhan dalam konser memang pemandangan yang nggak menyenangkan. Penonton bakal terganggu saat menikmati penampilan band atau penyanyi idolanya. Mereka nggak bakal bisa tenang bernyanyi karena sudah sesak napas harus berdesak-desakkan. Apalagi kalau pengin joget, wah, kesenggol dikit bisa jadi masalah. Risiko kena timpuk orang yang gelut juga semakin besar. 

Selain itu, tentu saja penampil di atas panggung turut merasa nggak nyaman. Lha, mereka sudah berusaha keras menampilkan karya terbaik dengan segenap tenaga, kok penontonnya malah gelut sendiri. Pastinya hal ini bikin si penyanyi jengkel dan naik pitam.

Konser bukan gelanggang pertarungan

Konser musik memang gelanggang buat bersenang-senang. Di sana kita bisa meluapkan perasaan dengan meneriakkan lirik lagu sekencang-kencangnya. Kita bisa melupakan masalah dengan berjingkrak-jingkrak, berjoget, dan merangkul kawan. Kadang pula dipersilakan untuk moshing secara gentleman di tengah circle pit yang dibuat bersama. Bagi yang punya nyali lebih malah biasanya menawarkan—sekaligus menyerahkan—dirinya untuk stage diving atau crowd surf.

Selain itu, penonton juga bisa berinteraksi langsung dengan penampil idolanya, baik band maupun orkes tunggal. Tentu saja atmosfer menyenangkan ini bisa terwujud jika konser berlangsung secara kondusif. Masalahnya, sering kali konser musik mendapatkan distraksi dari pihak-pihak tak bertanggung jawab, khususunya penonton yang rese. 

Baca Juga:

Orang-orang Tetap Nonton Konser di Tengah Kondisi Ekonomi yang Nggak Baik-baik Aja, Inikah Fenomena Lipstick Effect?

3 Alasan JIS Jadi Tempat Konser Red Flag, Bikin Penonton Ogah-Ogahan

Penonton tipe ini sering kali datang ke konser dengan niat memang pengin rusuh aja buat keren-kerenan. Berbekal amarah dari rumah, pakaian sekenanya, dan sebotol ciu buat meningkatkan adrenalin, mereka nekat berangkat. Bukan berniat serius buat nonton konser dengan khidmat. Bahkan kalau ditanya kadang mereka malah nggak tahu siapa yang tampil di atas panggung.

Nekatnya lagi tipe penonton ini sukanya nonton konser gratisan, bahkan sampai menghalalkan segala cara buat menerobos pintu masuk. Benar-benar tipikal gondes kampungan yang amoral. Bisa dibilang katrok!

Baca halaman selanjutnya

Nggak semua penonton konser di negara kita sukanya bikin rusuh…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2023 oleh

Tags: ahmad dhanikonserkonser musikslank
Ahmad Radhitya Alam

Ahmad Radhitya Alam

Penjaga Bunker Collective Space dan pendengar musik sambil makan bakso tusuk.

ArtikelTerkait

Coba Kasih Tahu, Kenapa Ngasih Imbalan ke Pengamen Itu Nggak Wajib?

Coba Kasih Tahu, Kenapa Ngasih Imbalan ke Pengamen Itu Nggak Wajib?

5 Maret 2020
Menebak Alasan Edy Rahmayadi Ngantuk Setengah Mati ketika Nonton Konser Dewa 19

Menebak Alasan Edy Rahmayadi Ngantuk Setengah Mati Nonton Konser Dewa 19

3 Maret 2023
Harapan untuk Konser Musik ke Depannya dari Seorang Fans Terminal Mojok

Harapan untuk Konser Musik ke Depannya dari Seorang Fans

7 November 2022
slankers

Apapun Konsernya, Semangat Slankers Tidak Akan Pernah Padam

27 September 2019
Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio terminal mojok.co

Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio

23 Desember 2020
Surakarta Saksi Sejarah, Menyambut Kelahiran Kembali Lokananta (Unsplash)

Surakarta Menjadi Saksi Sejarah, Menyambut Kelahiran Kembali Lokananta

30 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional
  • Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan
  • Astrea Grand, Motor Honda yang Saking Iritnya, Sampai Memunculkan Mitos Tentangnya
  • Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa
  • Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga
  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.