Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Dangdut Koplo Hanya Naik Daun, Bukan Naik Kelas

Iqbal AR oleh Iqbal AR
30 Oktober 2019
A A
Dangdut Koplo Hanya Naik Daun, Bukan Naik Kelas
Share on FacebookShare on Twitter

Baru beberapa jam lalu, saya melihat sebuah video dari Opini yang menyoroti bagaimana kultur dangdut koplo yang kini semakin menggila. Genre yang awalnya dimainkan di kampung-kampung, dengan penonton kelas menengah, kini sudah marak dijumpai di bar, klub, atau gigs-gigs gaul anak muda. Dangdut koplo yang dianggap sebagai identitas atau salah satu musik khas Indonesia kini dikatakan sudah mengalami pergeseran strata sosial. Peralihan pemain, penonton, hingga penikmatnya inilah yang menyebabkan anggapan genre musik ini naik kelas, marak tersebar.

Salah satu penyebabnya adalah Feel Koplo, duo pemandu lagu, yang menyuguhkan musik rekayasa digital (mengubah musik-musik populer dari genre lain menjadi musik koplo) sejak tahun 2018. Feel Koplo secara gamblang menggiring musik koplo masuk ke dalam ruang-ruang yang sebelumnya tak menyediakan tempat untuk musik koplo. Mulai dari bar-bar di kawasan Senopati, hingga festival musik skala internasional sudah pernah dijamah oleh Feel Koplo. Akibatnya, orang-orang yang tadinya anti atau jijik dengan musik koplo, sekarang akan bergoyang sukarela menikmatinya.

Kultur anak muda saat ini yang lebih memilih membeli selera daripada membeli barang, menjadi pasar yang menjanjikan untuk Feel Koplo. Apa yang disajikan duo ini bukan sebuah penampilan artistik semacam live music, atau skill memainkan instrumen di atas panggung. Mereka hanya menyuguhkan pengalaman menikmati musik koplo, di tempat-tempat yang cenderung asing untuk musik koplo itu sendiri. Entah itu bar, klub, atau panggung festival musik.

Tren seperti ini memang sedang menjamur. Ketika tempat-tempat musik lebih memilih menghadirkan penampilan musik seperti ini, dengan format duo/trio yang memutar musik dari pemutar musik, bukan dari instrumen musik. Apalagi dengan musik-musik seperti dangdut koplo yang notabene nggak sesuai dengan tempat seperti bar-bar atau klub malam.

Tapi anggapan bahwa genre musik ini naik kelas sepertinya agak kurang benar menurut saya. Mengapa begitu? Karena ini fenomena yang wajar bila sebuah genre musik atau tren musik sedang hingar bingar dan digandrungi anak muda. Sudah banyak genre musik atau tren musik yang mengalami masa seperti apa yang dialami dangdut koplo saat ini. Meroket, digandrungi anak muda, dimainkan di semua tempat, dan berakhir sebagai sisa-sisa ketenaran dan mulai dilupakan.

Coba tanya pada pelaku atau mereka yang tahu bagaimana musik emo, pop, dan Electronoc Dance Music (memangnya EDM itu “musik” ya?) yang pernah mengalami masa jaya selama dua puluh tahun terakhir. Setelah mereka meraih masa jayanya, musik-musik mereka juga akan tenggelam perlahan dan mulai dilupakan. Ya karena selama masa jayanya, musik-musik mereka cenderung tidak menawarkan hal baru lagi. Mereka terlalu nyaman dengan ketenaran. Itu juga yang mungkin akan dialami oleh musik dangdut koplo tahun depan, mungkin.

Okelah anggapan bahwa dangdut koplo naik kelas karena musik ini bisa masuk ke tempat-tempat yang sebelumnya nggak terjamah oleh dangdut koplo. Ya itu wajar saja sebenarnya, nggak harus ditinggikan dengan menyebut genre musik ini naik kelas atau bagaimana. Kalau urusan banyak orang yang sebelumnya jijik atau geli dengan dangdut koplo lalu berubah menjadi suka, ya itu manusiawi. Mereka hanya mengeluarkan apa yang sebenarnya mereka rasakan bahwa mereka sebenarnya suka-suka saja dengan dangdut koplo.

Kalau bicara dangdut dan kelas secara general, dari dulu musik dangdut juga sudah punya kelas tersendiri. Di era 80-an misalnya, dangdut sudah punya tajinya. Selain meledaknya maestro-maestro seperti Rhoma Irama, dangdut juga berhasil bersaing dengan musik rock melalui perseteruan Rhoma Irama dengan Benny Sorbardja. Maksudnya, dari dulu dangdut dan musik-musik lain sudah punya kelasnya masing-masing. Terlebih lagi, harusnya tidak ada kelas-kelas semacam hierarki yang membedakan musik dengan kelas sosial.

Baca Juga:

Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

Kebiasaan Anak Muda di Daerah Plat Nomor K Khususnya Jepara yang Merusak Nama Baik Orkes Dangdut

Jadi, kalau dibilang bahwa saat ini dangdut koplo naik kelas atau bagaimana, ya itu terlalu berlebihan saja. Nggak ada musik yang naik kelas, baik itu secara musik itu sendiri atau secara kelas sosial. Kalau urusan musik dangdut koplo (melalui Feel Koplo, salah satunya) bisa menarik penggemar dari kalangan “atas”, ya itu hal yang wajar saja sebenarnya. Toh, bukankah seharusnya musik itu bisa merangkul penggemar seluas mungkin?

BACA JUGA Kenapa Dangdut Koplo Bisa Bertahan Setidaknya Sampai 100 Tahun ke Depan atau tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2019 oleh

Tags: dangdut koplonaik daunnaik kelas
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

23 Desember 2023

New Pallapa: Grup Orkes Dangdut Koplo Terbaik Tak Bisa Dikalahkan!

19 September 2021
Penyambutan Tokoh Ormas Boleh, Konser Musik Harusnya Juga Boleh, dong? terminal mojok.co

Membayangkan Sistem Konser Drive-in dalam Gelaran Dangdut Koplo. Aneh Banget!

3 September 2020
los dol denny caknan lirik arti video klip mojok.co

Los Dol, Satu-satunya Lagu yang Enak Dinyanyikan Denny Caknan

6 Agustus 2020
Plat Nomor K dan Jepara Remajamu Merusak Nama Baik Orkes (Pixabay)

Kebiasaan Anak Muda di Daerah Plat Nomor K Khususnya Jepara yang Merusak Nama Baik Orkes Dangdut

24 November 2023
joget dangdut koplo di diskotik

Terima Kasih Sintyamarisca yang Mempopulerkan Joget Dangdut ke Diskotik

24 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Makanan Khas Surabaya yang Rasanya kayak Siksa Neraka (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Surabaya yang Sebaiknya Kamu Hindari: Baunya Menyengat dan Kayak Makan Pasir

6 Maret 2026
4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut Terminal

4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut

10 Maret 2026
Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

6 Maret 2026
Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal Mojok.co

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

8 Maret 2026
Mengenal Ampo, Camilan Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat Mojok.co

Ampo, Makanan Khas Tuban Nggak Akan Pernah Saya Coba

10 Maret 2026
Menu Underrated Solaria: Porsi Banyak, Harga Terjangkau, dan Rasa Nggak Mengecewakan Mojok.co

Menu Underrated Solaria: Porsi Banyak, Harga Terjangkau, dan Rasa Nggak Mengecewakan

7 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang
  • Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga
  • Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan
  • Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara
  • Habiskan Waktu 78 Jam di Bus untuk Mudik Berujung Kapok dan Frustrasi: Harus Tahan Bau Badan, BAB, hingga “Ditakuti” Teman Sebangku
  • Anak Pulang Justru Lukai Hati Ibu: Pilih Makan di Luar dan Sepelekan Masakan Ibu karena Lidah Sok Kota-Banyak Gaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.