Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Keistimewaan Tapos, Kecamatan Terluas di Kota Depok yang Krisis Identitas

Marshel Leonard Nanlohy oleh Marshel Leonard Nanlohy
18 September 2022
A A
Tapos, Kecamatan Terluas di Kota Depok yang Krisis Identitas Terminal Mojok

Tapos, Kecamatan Terluas di Kota Depok yang Krisis Identitas (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin warga Jogja dan sekitarnya tahu bahwa Jakarta Selatan dengan Kemang, Senopati, dan SCBD-nya memang layak dijuluki sebagai the birthplace of mental health issues. Tapi tunggu dulu, kenalin nih, Kecamatan Tapos di Depok, the birthplace of identity crisis!

Sebagai salah satu akamsi dari Kecamatan Tapos, saya mengamati bahwa daerah ini punya potensi tinggi namun jarang sekali dibahas oleh media mainstream. Apa boleh buat, kecamatan yang ada di ujung dunia ini memang belum memiliki jumlah landmark yang sama banyaknya dengan Jakarta Selatan.

Terletak di Kota Depok, Jawa Barat, Kecamatan Tapos memegang status sebagai wilayah kecamatan paling luas (32,33 kilometer persegi) dari total sebelas kecamatan lain yang ada di Kota Petir itu. Posisinya yang “strategis” berujung pada krisis identitas dan kebudayaan yang menarik jika disebarluaskan kepada masyarakat.

Seperti yang Anda ketahui, sifat problematik Kota Depok juga telah menjalar nyaris ke seluruh wilayah kecamatannya, termasuk Kecamatan Tapos. Buktinya, data dari BPS menjelaskan bahwa terdapat 29 kasus gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kecamatan Tapos sepanjang tahun 2020. Sedikit lagi bisa jadi Babarsari Gotham City, kah?

Secara geografis, Kecamatan Tapos terletak di antara empat kota penyangga sekaligus, yakni Bogor (Gunung Putri, Cibinong, Cileungsi), Bekasi (Jatisampurna), Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jagakarsa), dan Jakarta Timur (Cibubur). Diapit oleh empat kota sekaligus tidak dapat menghalangi laju pembangunan modern di Kecamatan Tapos.

Kali ini, saya akan ngoceh tentang ciri khas serta tindak-tanduk warga Tapos yang membawa Anda pada kesimpulan: “Wah, emang agak lain wilayah ini!”

#1 Fleksibel memilih tempat nongkrong

Pusat kota yang terdekat—dan masih termasuk ke dalam bagian dari kota tersebut—dari Kecamatan Tapos adalah Kota Depok. Akan tetapi, memilih untuk nongkrong di Depok bukan merupakan tindakan yang bijak.

Jarak tempuh dari Kecamatan Tapos ke tempat nongkrong di Depok yang paling populer alias mal Margo City terbilang cukup jauh dan tidak bisa memotong jalan lewat jalur tikus. Berbicara mengenai tempat nongkrong, biasanya warga Tapos akan masuk ke dalam perdebatan semacam, “Rumah lo lebih deket ke mana? Depok, Bogor, Bekasi, atau Cibubur?”

Baca Juga:

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

Memilih tempat untuk bertemu menjadi kesulitan tersendiri bagi warga Kecamatan Tapos. Alhasil, masyarakat Tapos akan dituntut untuk fleksibel dalam menyesuaikan tempat bertemu. Mau di Cibubur? Hayuk. Mau di Depok? Gasss. Mau di Bogor? Boleh. Mau di Bekasi? Nggak deh, jujur panas. Mau di Jaksel? Cusss.

Sayangnya, fleksibilitas yang tinggi kerap dihalangi oleh minimnya transportasi publik.

#2 Kesulitan akses transportasi umum

Sama seperti daerah UGM dan sekitarnya, kesulitan utama bagi warga Kecamatan Tapos adalah masalah transportasi umum. Sejak tahun 2018, Camat Tapos yang menjabat pada waktu itu telah mengakui bahwa wilayah Tapos belum memiliki moda transportasi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mobilisasi warga.

Fyi, hanya ada 4 angkutan umum (angkot) yang melewati sebagian dari wilayah Tapos. Tidak semua wilayah, ygy, beneran “sebagian” banget. Maka dari itu, sebanyak 240 ribu lebih penduduk yang tinggal di Kecamatan Tapos praktis akan sangat bergantung terhadap transportasi online. 

Selaku kecamatan dengan jumlah tenaga kerja terbanyak, tidak sedikit warga Tapos yang justru melihat kesempatan tersebut sebagai peluang penghasilan dan mendaftarkan diri sebagai mitra dari beberapa transportasi umum berbasis aplikasi. Alhasil, orang-orang berjasa tersebut sukses menyelamatkan permasalahan mobilitas di Kecamatan Tapos.

Dari warga, oleh warga, untuk warga. Itulah wujud konkret demokrasi di Kecamatan Tapos. Piye? Apik, toh?

#3 Tempat golf yang berdekatan

Bukan wilayah elite sih, tapi kok bisa ya punya lebih dari satu lapangan golf dalam wilayah yang sama?

Warga Tapos tidak perlu jauh-jauh ke Ubud buat healing. Pasalnya, dalam buku Depok Dalam Angka 2019 yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Kecamatan Tapos memiliki lahan sawah terluas, yakni 70 hektare.

Wilayah yang masih luas dengan lahan kosong dimanfaatkan dengan baik oleh beberapa pengelola bisnis “kelas atas”. Lanskap berupa dataran yang beragam mulai dari pegunungan (karena mendekati Bogor) hingga lembah (yang mengarah ke Jakarta) melahirkan gagasan untuk membuat arena bermain golf.

Adapun tiga tempat golf yang dimaksud antara lain Emeralda Golf Club, Jagorawi Golf Club, dan Riverside Golf Club. Sayangnya, tiga tempat tersebut belum bisa menimbulkan trickle-down effect bagi masyarakat sekitar. Boro-boro warga bisa menyewa lapangannya, orang yang biasanya main di sana sekelas mantan presiden, kok!

#4 Masjid At-Thohir yang megah milik keluarga besar Thohir

Dari namanya, mungkin Anda bisa menebak siapa sebenarnya keluarga Thohir yang saya maksud. Baru saja diresmikan pada 9 Maret 2022 silam, masjid ini langsung menjadi ikon masterpiece dari Kecamatan Tapos.

Memiliki bentuk bangunan yang sangat artistik dan estetik, Masjid At-Thohir terletak di bakal perumahan elit (karena masih dalam tahap pembangunan) Podomoro Golf View. Bangunan megah seluas 3.240 meter persegi ini didedikasikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir beserta keluarga besarnya sebagai bakti untuk mendiang ayahnya, Mohammad Thohir.

Hingga saat ini, Masjid At-Thohir kerap dikunjungi oleh warga dari berbagai macam wilayah. Tempatnya yang strategis—dekat dengan Pintu Tol Cimanggis—semakin menarik perhatian masyarakat, baik yang ada di Kecamatan Tapos maupun yang datang dari luar wilayah.

Dengan mengetahui fakta-fakta ini, warga Tapos seharusnya semakin bangga dengan wilayahnya yang strategis. Diapit oleh empat kota seharusnya menjadi kelebihan bagi Kecamatan Tapos untuk terus berkembang.

Sekarang ini, kami sedang menunggu proses pembangunan LRT dan kawasan permukiman mewah, yakni Podomoro Golf View. Nantinya jangan heran jika lahir Central Business District di Kecamatan Tapos. Mari berkhayal Tapos Central Business District (TCBD) dapat menandingi Sudirman Central Business District (SCBD).

Penulis: Marshel Leonard Nanlohy
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Mal di Depok yang Punya Fasilitas Nyaman untuk Salat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 November 2025 oleh

Tags: Jawa BaratKecamatan TaposKota Depokpilihan redaksitransportasi publik
Marshel Leonard Nanlohy

Marshel Leonard Nanlohy

Seorang Pemuda yang berusaha menemukan makna kehadiran Tuhan dalam setiap peristiwa, baik yang sederhana maupun yang menguji, sebagai bagian dari perjalanan memahami kehidupan.

ArtikelTerkait

Masa Jabatan Kepala Desa 9 Tahun? Nggak Kapok Punya Pimpinan Nggak Becus?

Nggak Usah Berisik, Perpanjangan Masa Jabatan Kades Sudah Benar kok!

6 Februari 2023
Wisata Alam Posong Temanggung Berubah: Dulu Indah, Sekarang Bikin Pengunjung Kecewa

Wisata Alam Posong Temanggung Berubah: Dulu Indah, Sekarang Bikin Pengunjung Kecewa

18 Mei 2025
Jawa Barat, Provinsi yang Paling Nggak Niat Mengembangkan BRT

Jawa Barat, Provinsi yang Paling Nggak Niat Mengembangkan BRT

7 Mei 2025
Menjadi Manusia yang Lebih Baik dengan Melatih Komunikasi Asertif ala Chae Song Hwa Hospital Playlist 2 terminal mojok

Jadi Manusia yang Lebih Baik dengan Komunikasi Asertif ala Chae Song Hwa Hospital Playlist 2

28 Agustus 2021
SCBD Bandung, Kawasan Baru yang Macetnya Nggak Manusiawi

SCBD Bandung, Kawasan Baru yang Macetnya Nggak Manusiawi

12 Februari 2024
Mengapresiasi Kota Depok sebagai Kota yang Menyenangkan untuk Disinggahi terminal mojok.co

Mengapresiasi Kota Depok sebagai Kota yang Menyenangkan untuk Disinggahi

11 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti Mojok.co

Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti

9 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.