Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

4 Mitos Sunat yang Sama Sekali Ora Mashok

Rahmatullah Syabir oleh Rahmatullah Syabir
3 September 2022
A A
4 Mitos Sunat yang Sama Sekali Ora Mashok

Proses sunat (Casa Nayafana via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sunat pun tak terlepas dari mitos. Mitos tersebut dipercaya hingga kini. Dan menurut saya, hal tersebut harus segera ditinggalkan

Dari kecil, kita sudah mendengar banyak hal terkait mitos. Bisa jadi itu benar adanya, bahkan malah sebaliknya. Mitos merupakan hal wajar di Indonesia, karena disadari atau tidak, dengan mitos tersebut kita mampu membatasi diri dengan tidak melakukan yang dilarang, yang sebenarnya tidak mengapa kita lakukan.

Banyak mitos yang bahkan bermanfaat buat hidup kita. Tapi tidak sedikit juga mitos tersebut membuat kita menjadi takut bahkan sampai depresi. Salah satunya mitos terkait sunat yang ada-ada saja percaya walaupun belum mencobanya. Dan kali ini, kita bahas mitos tentang sunat yang sebaiknya nggak usah diteruskan.

#1 “Sakitnya kayak digigit semut”

Ini loh mitos yang sampai sekarang, turun temurun masih aja ampuh untuk meyakinkan seorang anak untuk disunat. Mereka didoktrin untuk percaya kalau titit disunat itu nggak perlu takut, sakitnya itu cuman kayak digigit semut saja.

Bener kayak digigit semut. TAPI SEMUTNYA SEGEDE TRUK.

Sunat itu sakit, dah gitu aja. Ya pasti ada yang merasa biasa aja, pain tolerance manusia beda-beda. Tapi, menyederhanakan rasa sakit kan nggak tepat juga.

#2 Berendam di pantai bikin cepet sembuh

Titit yang disunat itu butuh waktu untuk sembuh. Ada yang butuh sehari, seminggu, bahkan ada yang berbulan, tergantung orangnya. Namun ada satu mitos yang masih dipercaya di masyarakat kita, bahwa kalau mau cepat sembuh harus berendam di pantai, karena adanya air garam yang mampu membuat rasa sakit itu cuman diawal doang alias cepat hilang. Sebenarnya nggak hanya untuk sunat sih, mitos ini juga katanya untuk berbagai jenis luka.

Memang mitos tersebut terdengar masuk akal, cuman untuk melakukannya butuh keberanian level dewa. Bayangkan aja coba, luka di tangan saja, ketika diberi air garam, rasanya sangat-sangat wadidaw. Apalagi titik yang sangat dijaga dan dirawat kelestariannya, malah harus disakiti dengan kejam, dengan alasan “cuman sakit di awal kok, setelah itu udah sembuh”. Cot!

Baca Juga:

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

Pacaran di Kebun Raya Bogor Bikin Putus? Halah, Omong Kosong!

#3 Sakitan sunat zaman dulu

Konsep kaum mendang-mending dengan semboyan “lu mah mending, lah gua” sangat-sangat masih berpeluang membuat anak-anak polos tersebut terjerumus dan pasrah untuk disunat. Mitos pada dimensi kehidupan masyarakat itu telah mampu menjadi norma sosial yang sangat amat dipercayai, bahkan di dunia persunatan.

Banyak orang tua, yang mendoktrin anak atau ponakannya untuk mau disunat dengan membandingkan dirinya di masa lalu. Cara sunat zaman dulu memang beda dengan sekarang. Dulu mungkin masih dengan cara tradisional yang super-duper alami. Sekarang sudah ada bius dan dibantu oleh tenaga kesehatan yang profesional. Dulu pakai bambu tanpa bius, sekarang pakai gunting dengan bius.

Namun, yang mesti kita pertimbangkan bapak, om, dan orang tua yang kami muliakan, hal yang harus kita kita junjung tinggi ialah tidak semua hal harus kita bandingkan, termasuk sunat. Kalau sakit ya sakit aja. Nggak usah didoktrin anaknya “sekarang mah enak, dulu kita masih pake bambu”. Itu kan DULUUU. Sekarang mah beda lagi, sakit ya tetap sakit namanya.

#4 Dijanjikan harta berlimpah

Satu lagi mitos persunatan yang nggak bakal hilang. Setiap anak yang disunat pasti akan dijanjikan berbagai janji-janji duniawi yang belum tentu ditunaikan. Dijanjikan duit yang melimpah, dibelikan mainan yang diimpikan, difasilitasi kamar yang ekslusif, bahkan dijanjikan tokoh-tokoh idolanya bakal diedo-tensei. Ini adalah segala harta karun anak-anak yang bakal susah untuk ditolak.

Persoalannya kemudian adalah, apakah ini suatu investasi bodong bagi sang anak. Bagaimana mungkin kita bisa yakin kalau anak nggak ngambek ketika yang dijanjikan tidak ditepati. Di mana rasa peri-kemanusiaan orang tua terhadap anaknya? Tidak berpikir kah untuk menjanjikan yang realistis saja, yang masuk akal saja? Ayolah, jangan sampai keharmonisan orang tua dan anak dihancurkan gara-gara titit yang disunat.

Itulah empat mitos yang masih terus dijadikan simbol perjuangan oleh orang tua untuk meyakinkan anaknya menunaikan kewajiban sunat. Ini adalah hal remeh temeh secara ide, tapi serius secara tindakan. Kreativitas sangatlah dibutuhkan dalam masa kini, inovasi tentang titit dipotong tidaklah harus yang wadiwaw, cukup beda dengan sebelumnya itu sudah menjadi keberhasilan tersendiri.

Jangan biarkan masa yang serba canggih ini, harus dilalui dengan tradisi yang sudah usang dan nggak relevan lagi. Apalagi membuai anak dengan kebohongan. Wah, jangan!

Penulis: Rahmatullah Syabir
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saking Kuatnya, Mitsubishi Colt Baru Akan Tamat Sehari Setelah Kiamat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 September 2022 oleh

Tags: Mitossunat
Rahmatullah Syabir

Rahmatullah Syabir

Belum pernah naik pesawat.

ArtikelTerkait

Pulau Nusa Barong, Tempat Bersejarah di Jember yang Keindahannya Tertutup Mitos dan Kisah Kelam

Pulau Nusa Barong, Tempat Bersejarah di Jember yang Keindahannya Tertutup Mitos dan Kisah Kelam

1 Februari 2024
jilu

Gagal Nikah Gara-Gara Larangan Menikah Anak Pertama dengan Anak Ketiga (JiLu)

4 September 2019
Misteri Belut Putih Raksasa dan Cikurubuk di Waduk Darma Kuningan

Misteri Belut Putih Raksasa dan Cikurubuk di Waduk Darma Kuningan

31 Oktober 2022
mitos horor sekolah mojok

4 Mitos Horor yang Sering Kali Muncul di Sekolah

19 Juli 2020
Membuang Limbah Popok Bayi ke Sungai karena Alasan Mitos Itu Nggak Masuk Akal, Malah Kualat sama Alam

Membuang Limbah Popok Bayi ke Sungai karena Alasan Mitos Itu Nggak Masuk Akal, Malah Kualat sama Alam

12 September 2023
sumber suara drumband di jogja suara gamelan malam hari pendatang arti makna urban legend mitos klenik mojok.co

Suara Drumband di Jogja pada Malam Hari, Menurut 4 Teori

26 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.