Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

3 Strategi Kinder Joy Supaya Tetap di Hati meski Sering Kena Bully

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
26 Mei 2022
A A
3 Strategi Kinder Joy Supaya Tetap di Hati meski Sering Kena Bully Terminal Mojok

3 Strategi Kinder Joy Supaya Tetap di Hati meski Sering Kena Bully (Tastyfood/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ngomongin soal snack yang bisa bikin orang tua nangis saat mengajak anak berbelanja ke minimarket pastinya nggak jauh-jauh dari Kinder Joy. Produk makanan ringan asal Italia tersebut sering menjadi sumber pertengkaran antara orang tua dengan anak mereka. Pasalnya, bagi sebagian orang, harga Kinder Joy dirasa mahal, yakni berada pada kisaran harga belasan ribu untuk satu kemasan. Daripada buat beli cokelat mini yang hanya bisa dihabiskan sendiri, lebih baik buat beli gula satu kilo yang bisa dipakai bersama sekeluarga dalam sebulan. Toh, sama-sama manis. Mungkin begitu pikiran sejumlah orang tua kaum mendang-mending.

Kinder Joy merupakan sebuah merek makanan kecil yang termasuk dalam lini produk yang diluncurkan oleh Ferrero. Mulanya, produk buah ide Michelle Ferrero ini sempat ditolak untuk diproduksi lantaran cokelat yang terinspirasi dari tradisi telur Paskah tersebut diragukan potensinya untuk menciptakan pendapatan bagi perusahaan. Akhirnya, berkat kegigihan Michelle Ferrero guna mewujudkan idenya, Kinder Joy berhasil dirilis bersama usaha partner bisnisnya, Wiilliam Salice, yang bersedia merealisasikan konsep cokelat telur tersebut.

Di luar berbagai hujatan yang dilontarkan untuk produk ini, nyatanya, Kinder Joy tetap dicari oleh pembeli. Oke, mari kita luruskan dulu siapa yang dimaksud dengan pembeli di sini. Cokelat Kinder Joy memang ditargetkan untuk anak kecil sehingga bisa dikatakan bahwa end-user produk tersebut adalah anak-anak dengan perkiraan usia 3 hingga 12 tahun. Akan tetapi, karena secara umum anak-anak belum dapat menghasilkan uang sendiri, maka pembuat keputusan pembelian adalah orang tuanya.

Jujur saja, cokelat compound renyah yang dikombinasikan dengan krim susu dan kakao itu memang menawarkan rasa yang lezat. Hal tersebut mungkin menjadi salah satu keunggulan cokelat telur ini sehingga dapat menarik pasar anak-anak. Namun, untuk ukuran cokelat seberat 20 gram dengan harga belasan ribu, memang kadang dirasa tak masuk akal. Jika dibandingan dengan cokelat lain yang berbentuk batangan, konsumen bisa mendapatkan cokelat dengan ukuran yang lebih besar. Inilah yang kerap kali menjadi perdebatan apakah Kinder Joy layak dibeli atau tidak.

Mengesampingan semua pro dan kontra tersebut, Kinder Joy akan tetap dicari oleh penggemar mereka. Kalau kata sebuah frasa terkenal, tidak ada yang namanya publikasi buruk. Bisa jadi, pihak perusahaan tidak terlalu ambil pusing dengan segala rumor buruk tentang produk mereka. Selain karena memang yakin akan kualitas produknya, perusahaan juga konsisten menerapkan beberapa strategi bisnis untuk mempermulus penjualan produk Kinder Joy.

#1 Kemasan yang menggoda

Pertama, perusahaan penghasil Kinder Joy berani membuat terobosan baru dalam pengemasan produk cokelat mereka. Jika biasanya cokelat yang beredar di pasaran dijual dalam bentuk batangan, Kinder Joy dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk telur. Bentuk inovatif demikian bukan dibuat tanpa tujuan tertentu. Fererro yakin bahwa anak-anak menyukai bentuk yang unik dan mengingatkan mereka pada benda tertentu.

Kemasannya unik (Belimbingperak/Shutterstock.com)

Walaupun tidak umum di Indonesia, anak-anak di sejumlah negara familier akan kisah mengenai Kelinci Paskah yang membagikan telur Paskah-nya. Oleh sebab itu, kesukaan anak-anak terhadap bentuk telur Kinder Joy memiliki korelasi di pemikiran mereka dengan hadiah telur Paskah yang mereka dapat. Di samping itu, warna yang digunakan dalam bungkus cokelat telur ini cenderung cerah dan berwarna-warni menyesuaikan dengan ketertarikan anak akan warna. Bandingkan saja dengan brand cokelat lainnya yang cenderung memakai warna gelap atau sedikit warna saja untuk kemasannya.

#2 Berbekal pengalaman gembira anak-anak

Kedua, Kinder Joy menyertakan pengalaman menyenangkan bagi konsumen mereka—dalam hal ini anak-anak—ketika mengonsumsi produknya. Pada dasarnya, Kinder Joy dikenal pula dengan Kinder Surprise Egg. Dalam bahasa Jerman, “kinder” berarti anak. Sedangkan “joy” dalam bahasa Inggris menyatakan kegembiraan. Pun, penyematan kata surprise egg menggambarkan kejutan menyenangkan yang akan didapat dari sebuah telur. Siapa, sih, yang tidak menyukai kejutan baik, apalagi anak-anak?

Baca Juga:

5 Cokelat Indomaret yang Cocok untuk Merayakan Valentine bersama Ayang

5 Jajanan Anak Indomaret yang Bikin Anak Merengek, Kinder Joy Bukan Satu-satunya!

Merujuk pada konsep orisinalnya, Kinder Joy berkaitan erat dengan tradisi turun temurun di Italia di mana saat perayaan Paskah, anak-anak akan mendapatkan sebutir telur cokelat besar yang berisikan hadiah mainan di dalamnya. Pengalaman menyenangkan itulah yang dimanfaatkan perusahaan untuk memenangkan hari konsumen kecil mereka. Hal ini pula yang mendasari disertakannya mainan kecil dalam kemasan cokelat telur ini.

Anak-anak menyukai kejutan (Shutterstock.com)

Meskipun perayaan Paskah bukan hal lazim di Indonesia, tetapi pengalaman anak saat membuka kemasan dan mendapatkan hadiah mainan tersebut sebenarnya adalah peristiwa serupa. Rasa penasaran tentang kejutan mainan akan mendorong anak-anak untuk merengek dibelikan makanan tersebut. Mungkin, rasa kesukaan mereka terhadap cokelatnya justru tak sebesar rasa penasaran tentang hadiah mainan apa yang akan mereka dapatkan. Ditambah lagi, dalam beberapa kesempatan, Kinder Joy merilis mainan dengan edisi terbatas seperti Frozen dan Doraemon. Kalau orang dewasa saja menggemari hal-hal yang dibalut dengan eksklusivitas, anak-anak pun tidak bisa dijadikan pengecualian.

#3 Dapat ditemukan dengan mudah

Selanjutnya, distribusi produk menjadi salah satu langkah strategis perusahaan guna memasarkan produknya. Walaupun bisa dibilang harga cokelat telur ini cukup mahal, tetapi produk ini tidak dijual secara eksklusif di tempat-tempat yang dianggap berkelas. Justru, dengan mudah Kinder Joy dapat ditemukan di minimarket terdekat. Pilihan ini dilakukan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, tidak terbatas pada kalangan ekonomi tertentu saja. Ditambah lagi, setidaknya di Indonesia, masih jarang ditemukan produk yang memiliki konsep serupa dengan kualitas yang setara.

Mudah ditemukan di minimarket terdekat (Fredyngahu/Shutterstock.com)

Penempatan Kinder Joy pada rak di depan kasir pun menyimpan maksud strategi bisnis. Perhatikan saja, mau tak mau, konsumen pasti akan sampai juga di depan kasir untuk membayar belanjaan mereka. Barang-barang yang ditempatkan di dekat kasir umumnya adalah barang yang dibeli tanpa memerlukan komitmen sebelumnya dan tidak dibeli secara reguler. Misalnya saja seperti cokelat dan permen. Biasanya, konsumen tidak berencana secara khusus mendatangi minimarket untuk membeli barang-barang tersebut. Dengan kata lain, berbagai produk yang diletakkan di depan meja kasir memanfaatkan pembelian impulsif konsumen.

Dilihat dari tinggi raknya pun, letak Kinder Joy sangat pas dengan perkiraan tinggi anak kecil sehingga dengan sangat mudah pembeli kecil cokelat tersebut melihat serta meraih produk favorit mereka. Kalau sudah begini, orang tua kudu siap-siap bernegosiasi dengan anak kecil perihal izin membeli Kinder Joy. Hehehe.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Soal Meresahkan, Kinder Joy Ternyata Nggak Seberapa Dibanding Pororo Drink.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2022 oleh

Tags: cokelatKinder Joystrategi marketing
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Selain Kinder Joy, Ini 6 Barang yang Meresahkan di Indomaret Terminal Mojok.co

Selain Kinder Joy, Ini 6 Barang yang Meresahkan di Indomaret

14 April 2022
6 Camilan di Indomaret yang Meresahkan Terminal Mojok

6 Camilan di Indomaret yang Meresahkan

15 Agustus 2022
Kinder Joy Ditarik di Inggris Emang Harus Instrospeksi sih Terminal Mojok

Kinder Joy Ditarik di Inggris: Emang Harus Instrospeksi, sih!

6 April 2022
Sejarah Valentine dan Cokelat: Makanan Dewa Maya yang Dikomersialisasi Cadbury

Sejarah Valentine dan Cokelat: Makanan Dewa Maya yang Dikomersialisasi Cadbury

14 Februari 2023
5 Cokelat Indomaret yang Cocok untuk Merayakan Valentine, Harganya Sangat Terjangkau Mojok.co

5 Cokelat Indomaret yang Cocok untuk Merayakan Valentine bersama Ayang

11 Februari 2025
strategi marketing

Menjadikan Orang Hilang Sebagai Strategi Marketing: Kreativitas yang Kebablasan

2 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.