Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Game

Review 3 Gim Blockchain yang Layak Dimainkan

Riyanto oleh Riyanto
23 Maret 2022
A A
Review 3 Gim Blockchain yang Layak Dimainkan Terminal Mojok.co

Review 3 Gim Blockchain yang Layak Dimainkan (Gambar Pribadi Riyanto)

Share on FacebookShare on Twitter

Cara paling mudah mendapat uang dari NFT adalah bermain gim blockchain. Saat ini, ada banyak sekali gim berbasis blockchain yang menawarkan konsep play to earn. Artinya, kita akan mendapat reward dari bermain gim tersebut. Masalahnya, tidak semua gim berbasis blockchain layak untuk dimainkan. Ada yang penghasilannya sangat sedikit, ada yang terlalu susah dimainkan, dan tentu saja ada yang berpotensi scam.

Saya telah melakukan riset selama beberapa bulan terkait gim blockchain, mencoba banyak sekali gim yang ada, dan pada akhirnya menemukan tiga gim yang lumayan layak untuk terus dimainkan. Tetapi sebelum itu, harus saya beri disclaimer bahwa ini bukan saran finansial sama sekali melainkan sebatas informasi.

Gim blockchain pertama: Town Star

Gim ini adalah simulai mengelola kota. Saat memainkannya, kita harus memilih sebuah tempat untuk dijadikan kota, memberi nama kota tersebut, lantas mulai membangun kota. Sebagai modal, kita akan diberi dua lahan gandum, satu petani, satu pekerja bangunan, satu lumbung panen, satu gudang kayu, satu tangki bensin, dan satu truk. Setiap hasil pertanian bisa dijual di kota terdekat menggunakan truk. Lalu, kita akan mendapat uang yang bisa digunakan untuk membeli perlengkapan bertani di kota yang kita kelola tersebut.

Lantas bagaimana cara mendapatkan uang dari gim ini? Ada dua cara. Pertama, bermain gratisan. Sayangnya, untuk bermain gratisan kita harus menunggu event yang siklusnya tidak tentu. Ketika ada event, kita harus berlomba dengan semua pemain untuk menaikkan ranking. Cara menaikkan ranking adalah dengan menjual hasil panen sebanyak mungkin. Setiap menjual hasil panen, selain mendapat uang, kita juga akan mendapat poin yang bisa dikumpulkan. Poin itulah yang menentukan ranking kita. Semakin banyak poin terkumpul, maka semakin baik juga ranking kita.

Gim blockchain Town Star (Gambar Pribadi Riyanto)

Pada akhir periode event, biasanya pemain dengan ranking sepuluh ribu besar akan mendapat reward berupa token Town. Besaran token yang didapat tergantung dengan rangking pemain. Semakin bagus ranking, maka semakin banyak pula token Town yang didapatkan. Token tersebutlah yang bisa kita transfer ke dompet kripto milik pemain.

Atau, jika menunggu event terlalu lama, kita bisa menggunakan cara kedua, yaitu membeli NFT. Town Star menyediakan NFT yang bisa kita beli di OpenSea. NFT tersebut bisa berupa ladang pertanian, pekerja, pabrik, sumber energi, atau semua item gim di Town Star yang lain. Dengan memiliki NFT, kita akan mendapat tugas harian. Umumnya, kita harus mengoleksi 500 poin setiap harinya dengan menjual hasil panen, barulah reward token Town akan diberikan. Besaran token Town yang diberikan juga berbeda-beda tergantung NFT yang kita miliki. Semakin banyak dan semakin mahal NFT yang kita punya, maka reward token Town juga akan semakin besar.

Masalahnya, harga NFT dari Town Star saat ini cukup mahal. Harga satu NFT berupa penyimpanan gandum bernama Rare Wheat Storage memiliki harga 9 jutaan. Dengan NFT tersebut tertanam di kota yang kita kelola, maka per hari reward yang kita dapat hanya 14 token Town atau sekitar lima belas ribu rupiah. Artinya, dalam satu bulan kita hanya mendapat sekitar empat ratus ribu rupiah, dan butuh sekitar 2 tahun untuk balik modal.

Gim blockchain kedua: Decentraland

Gim berikutnya adalah Decentraland. Yang satu ini mengusung konsep open world, alias kita bebas menjelajah ke mana saja sesuka hati. Menariknya, dari Decentraland adalah sudah banyak brand besar yang bergabung di sini. Salah satunya adalah Samsung. Samsung memiliki store yang berlokasi di Decentraland yang bisa kunjungi kapan saja. Meski jujur, saya tidak tertarik mengunjungi toko tersebut.

Baca Juga:

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

Selama bermain Decentraland, saya lebih tertarik mendatangi area Vegas Plaza. Benar, tempat di mana kita bisa bermain judi kasino sebebasnya. Namun santai, saya nggak judi, kok. Cuma iseng keliling sana sini. Nah, sebenarnya kalau mau judi, kita bisa saja langsung mendapat duit dari sana, atau bisa juga kehilangan duit.

Menariknya, kita bisa melamar menjadi pekerja di kawasan perjudian elite tersebut. Pihak Decentraland memutuskan untuk mengganti semua NPC (Non Player Character) penjaga mesin kasino dengan pemain sungguhan. Gaji yang ditawarkan tidak main-main, yaitu sekitar 200 USD untuk pekerja magang yang jam kerjanya 8 jam seminggu. Masalahnya, karena saya menggunakan laptop kentang untuk bermain. Jika ada banyak pemain yang bergabung, lag parah akan benar-benar terjadi dan menghambat aktivitas.

Gim blockchain Decentraland (Gambar Pribadi Riyanto)

Maka dari itu, saya mengubur mimpi untuk bekerja di kasino. Menariknya, ini merupakan permulaan bagus. Kita bisa berharap akan ada store lain yang membuka pekerjaan untuk pemain. Misal, brand baju dunia membuka toko dan menjual koleksi baju mereka dalam bentuk NFT. Nah, para pemain bisa mendaftar untuk bekerja sebagai penjaga toko dan menghasilkan ratusan dolar dalam satu bulan.

Sebelum hal itu terjadi, saya lebih memilih untuk masuk ke area Wondermine di Decentraland. Itu adalah arena di mana meteor berjatuhan dalam dua menit sekali. Lantas, kita bisa menambang meteor tersebut. Dalam setiap meteor akan muncul bahan-bahan yang bisa kita gunakan untuk membuat NFT. Semakin sering kita menambang, maka semakin banyak pula bahan yang kita peroleh. Semakin banyak juga NFT yang bisa kita hasilkan. Lalu, untuk apa NFT tersebut?

Kita bisa menggunakan NFT untuk kita sendiri, atau bisa dijual di marketplace yang disediakan. Semakin langka NFT yang kita buat, maka harga dari NFT tersebut juga semakin mahal. Maka dari itu, Decentraland sangat cocok bagi siapa saja yang ingin jualan NFT tapi tidak memiliki modal banyak. Bahkan, bermain gim ini tidak membutuhkan modal sama sekali, hanya butuh dompet kripto untuk melakukan pendaftaran.

Gim blockchain ketiga: The Sandbox

Gim ini adalah gim metaverse dan penghasil uang terbaik sejauh ini! Tapi, untuk memainkannya butuh PC atau laptop yang nggak main-main. Saya bisa bertahan memainkan The Sandbox dengan laptop berspek prosesor Core i5 dan ram 4 giga. Itu juga kalau memasuki arena gim yang multiplayer atau banyak pernak-perniknya bisa lag parah. Maka dari itu, ada baiknya siapkan laptop spek super dewa atau PC gaming jika pengin mendapat duit dari The Sandox.

Lantas, bagaimana caranya mendapat uang? Caranya adalah dengan menyelesaikan semua quest yang ada di gim ini. Perlu diketahui bahwa di The Sandbox ada banyak sekali gim yang bisa dimainkan, dan gim tersebut dibuat oleh pengembang yang berbeda-beda. The Sandbox terbuka dengan pengembang gim yang ingin gim mereka bisa dimainkan di platform The Sandbox.

Nah, pemain tinggal membuat avatar dan memainkan semua gim yang sudah dirilis. Setiap quest akan membuat level kita naik, dan setiap kenaikan level, kita akan mendapat reward. Reward tersebut berupa kupon undian yang akan diundi di akhir bulan, dan pemenang undian akan mendapat season pass yang bisa digunakan untuk mengklaim 1000 token SAND alias sekitar 40 juta rupiah.

Gim blockchain The Sandbox (Gambar Pribadi Riyanto)

Nah, jadi tujuan utama bermain, bagi pemain gratisan, adalah berburu season pass tersebut. Setelah mendapatnya, sudah pasti kita bakal dapat duit dari gim tersebut. Atau, kita bisa saja langsung mendapat season pass dengan membelinya di OpenSea. Pada artikel saya sebelumnya, saya bilang bahwa harga NFT season pass bisa menyentuh 2 eth. Namun ternyata, itu adalah harga dari season pass yang dijual ulang oleh pembeli pertama. Pihak The Sandbox sendiri mematok harga satu season pass mereka seharga 0.6 ETH atau sekitar 24 juta rupiah. Maka dari itu, membeli season pass di OpenSea untuk mengejar reward masih sangat layak untuk dicoba. Artinya, jika reward yang didapat dari menamatkan gim The Sandbox adalah 40 juta rupiah, dan kita membeli season pass seharga 24 juta rupiah, kita masih memiliki keuntungan sebesar 16 juta rupiah.

Sayangnya, gim The Sandbox tidak tersedia setiap saat. Mereka menggunakan sistem per musim. Musim pertama dimuai pada Desember 2021 dan musim kedua baru dimulai pada Maret 2022. Wajar memang, mengingat selalu ada update dari gim yang akan tersedia dan bisa dimainkan di setiap musimnya. Tetapi tidak apa, dengan adanya jeda di setiap musim, kita bisa fokus untuk memainkan gim blockchain lain, sekaligus mengumpulkan uang untuk membeli season pass pada musim berikutnya.

Sejauh ini saya belum membeli season pass. Bukan karena tidak ada duit, tetapi lebih karena ingin mencoba berburu season pass gratisan. Saya selalu mengikuti daily contest yang diumumkan di twitter The Sandox. Daily contest itu biasanya pemain diminta untuk mengambil tangkapan layer saat berada di lokasi tertentu di dalam gim.

Nah, hadiah dari daily contest itu diumumkan setiap minggu, dan pemenangnya akan mendapat season pass. Kalau ternyata saya tidak dapat season pass, setidaknya saya akan mendapat reward berupa season memorabilia, yang disebut-sebut akan memberi keuntungan bagi pemain di musim berikutnya. Nah, barulah di musim berikutnya, saya akan langsung membeli season pass sebelum bermain gim ini.

***

Itu tadi adalah tiga gim blockchain yang paling layak dicoba menurut saya. Kenapa begitu? Karena konsep play to earn yang ditawarkan memungkinkan tidak terjadi inflasi parah pada token kripto pada ekosistem mereka. Gim blockchain seperti Axie Infinity, yang memungkinkan pemain mendapat uang setiap memenangkan pertarungan, memungkinkan banyak pemain yang melakukan penjualan besar-besaran di waktu bersamaan. Hal itu tentu saja membuat token SLP, reward dari gim Axie Infinity, mengalami inflasi besar-besaran.

Penulis: Riyanto
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Maret 2022 oleh

Tags: Gim blockchainNFTpilihan redaksi
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

5 Alasan Fathiah di Serial Upin dan Ipin Pindah Sekolah dari Tadika Mesra

5 Alasan Fathiah di Serial Upin dan Ipin Pindah Sekolah dari Tadika Mesra

19 April 2024
8 Varian Indomie yang Hanya Beredar di Luar Negeri dan Tak Ada di Indonesia Terminal Mojok.co

8 Varian Indomie yang Hanya Beredar di Luar Negeri dan Tak Ada di Indonesia

11 Maret 2022
Rekomendasi Kuliner Non-Jawa yang Harus Kamu Coba di Jogja terminal mojok

Rekomendasi Kuliner Non-Jawa yang Harus Kamu Coba di Jogja

9 November 2021
Tragedi Kanjuruhan: Mari Dukung Sanksi FIFA!

Tragedi Kanjuruhan: Mari Dukung Sanksi FIFA!

2 Oktober 2022
Dear, Orang Tua_ Please Banget, Jangan Bonceng Anak Naik Motor dengan Posisi Berdiri. Bahaya! terminal mojok

Dear, Orang Tua: Please Banget, Jangan Bonceng Anak Naik Motor dengan Posisi Berdiri, Bahaya!

13 September 2021
Surat Terbuka untuk Seluruh Pendukung Liverpool: Apa pun Hasilnya, Tetaplah Jatuh Cinta

Surat Terbuka untuk Seluruh Pendukung Liverpool: Apa pun Hasilnya, Tetaplah Jatuh Cinta

21 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

Terima Kasih Indomaret, Berkatmu yang Semakin Peduli dengan Lingkungan, Belanjaan Jadi Sering Nyeprol di Jalan Gara-gara Plastik yang Makin Tipis

20 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
  • Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang
  • Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.