Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Pengalaman Pergi ke Tempat Terbengkalai di Jepang yang Bikin Merinding

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
23 Desember 2021
A A
Pengalaman Pergi ke Tempat Terbengkalai di Jepang yang Bikin Bulu Kuduk Merinding terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Pernah membayangkan nggak sih taman hiburan yang ramai sekali, penuh dengan keceriaan anak-anak yang bermain, tiba-tiba menjadi sepi tanpa pengunjung? Bangunan yang terbengkalai, wahana yang ditumbuhi tanaman liar, dan suasana yang mencekam sungguh membuat bulu kuduk berdiri. Atau pasar yang dulunya ramai dengan aktivitas jual beli oleh para pedagang dan pembeli, tiba-tiba jadi terbengkalai lantaran banyak kios yang rusak dan sudah nggak dipakai lagi. Kesan horor sudah pasti didapati dari tempat-tempat seperti ini.

Di luar negeri, khususnya Jepang, ada beberapa tempat terbengkalai yang memancarkan aura seram. Saya sendiri bahkan pernah berkunjung ke tempat-tempat tersebut. Kebetulan lokasinya nggak jauh dari kosan saya dulu di Jepang. Berikut pengalaman saya mengunjungi beberapa tempat terbengkalai di Jepang yang bikin bulu kuduk merinding.

Nara Dreamland

Nara Dreamland adalah sebuah taman hiburan yang meniru Disneyland di California. Dibangun pada tahun 1961 di Nara, Jepang, taman hiburan ini sempat jaya pada masanya. Namun, sejak kehadiran Universal Studio Japan (USJ) pada tahun 2001, perlahan tapi pasti, Nara Dreamland semakin sepi pengunjung dan akhirnya bangkrut. Meski sudah tak beroperasi, reruntuhannya masih bisa dikunjungi, lho, asal nggak ketahuan petugasnya.

Kebetulan kos saya di Jepang dulu dekat dengan Nara Dreamland ini. Saya sempat berkali-kali lewat dan berfoto di depan jalan luarnya, sementara dalamnya sangat creepy dan angker. Di sekeliling reruntuhan banyak semak belukar dan sampah berserakan yang semakin menambahkan kesan kalau tempat itu tak pernah dikunjungi manusia lagi.

Beberapa bangunan masih kokoh berdiri meski retak di sana-sini. Roller coaster kayu kebanggaan Nara Dreamland juga sudah berkarat dan rapuh. Cangkir putar, kereta gantung, hingga kolam renang juga sudah ditumbuhi tanaman liar. Boneka badut dengan senyumnya justru malah membuat kesan tempat itu horor. Mirip taman berhantu, deh. Saya pernah masuk ke sana naik sepeda lewat jalanan di samping taman hiburan, tiba-tiba malah ada sirene berbunyi keras yang bikin saya langsung kabur.

Banyak lho wisatawan asing yang dengan sengaja datang ke tempat terbengkalai itu secara ilegal. Kemungkinan besar mereka masuk serombongan, lalu membuat konten atau berfoto di dalamnya. Sebenarnya kalau ketahuan petugas bakal diusir, sih. Meski sudah ditutup sejak tahun 2006, kalau terjadi apa-apa di dalamnya tetap saja jadi tanggung jawab pemiliknya, kan, makanya ada petugas yang berjaga.

Mungkin bagi sebagian orang berfoto di tempat terbengkalai seperti Nara Dreamland adalah hal yang menyenangkan lantaran menantang adrenalin. Namun, jujur saja, tiap kali membayangkan kalau tempat itu dulunya pernah ramai dan penuh dengan canda tawa pengunjungnya bikin saya agak merinding dan sedih. Saat bertanya pada teman-teman Jepang soal Nara Dreamland, kebanyakan mereka enggan bercerita banyak. Padahal teman-teman saya waktu kecil ya sering pergi ke sana untuk berenang.

Pada musim panas tahun 2018, sesaat sebelum saya kembali ke Indonesia, reruntuhan Nara Dreamland sudah benar-benar diruntuhkan. Kalau dilihat di Google Maps sekarang sudah benar-benar rata dengan tanah. Entah mau dibangun apa, yang jelas Nara Dreamland sudah tutup permanen. Have a nice dream, Nara Dreamland.

Baca Juga:

Demi Pacar, Saya Rela Menyukai Minuman Matcha yang Selama Ini Dibenci karena Rasanya Mirip Rumput

Pengalamanku sebagai Warga Lokal Jepang Merasakan Langsung Sistem Siaga Bencana di Jepang: Jauh Lebih Siaga Menghadapi Bencana, Jauh ketimbang Indonesia

Pasar Tsubai (Tsubai-ichiba) Nara

Tempat lain yang terbengkalai dan tak kalah horor adalah Pasar Tsubai yang letaknya dekat pusat kota Nara. Bagi wisatawan yang tertarik dan penasaran dengan pasar mungkin bisa mencoba datang ke tempat ini. Namun, jangan kaget kalau ternyata pasarnya nggak ramai dan sesuai ekspektasi.

Pasar Tsubai sendiri sebenarnya hanya pasar kecil. Di sana mungkin hanya ada sekitar 15-20 pedagang. Sayangnya, dari 15-an pedagang itu, tinggal 5 yang masih berjualan, setidaknya sampai terakhir kali saya ke sana. Itupun yang kiosnya terletak dekat jalan masuk utama. Saya yakin dulu pasar ini sangat ramai, sebelum supermarket dan mini market menjamur.

Di bagian belakang pasar ini ada deretan kios kosong dengan rolling door tertutup. Ada juga kios dengan kaca yang nggak terawat sehingga kita bisa melihat bagian dalam kios yang sangat kotor dan kumuh. Tanaman liar pun dibiarkan tumbuh begitu saja. Kalau hujan turun, bau kayu lapuk dan lembap otomatis bakal tercium. Rasanya bikin merinding orang yang hendak berbelanja ke sana.

Di antara kios-kios kosong itu masih ada yang tinggal di sana, lho. Kalau melihat sudut kota seperti ini, kita jadi tahu realita kalau nggak semua orang Jepang itu kaya dan mampu. Masih banyak juga yang nggak mampu, terpaksa tinggal seadanya, dan bahkan di tempat yang tak layak sekalipun.

Dengar-dengar dari teman Jepang saya, di pintu masuk pasar itu sekarang ada izakaya (tempat minum-minum) yang dari luar terlihat cukup bagus, populer, dan buka sampai tengah malam. Depannya sih ramai, tapi belakangnya sepi dan gelap. Ya sama saja seremnya.

Penjara Nara

Selain taman hiburan dan pasar, ada satu tempat terkenal yang terbengkalai di Nara, yakni Penjara Nara. Coba cari saja “Hotel Penjara Nara” atau “奈良監獄”, pasti ketemu di internet. Tempat ini pernah jadi lokasi syuting film Rurouni Kenshin The Final (2021), lho. Coba diingat-ingat adegan yang mana.

Menurut sejarah, penjara ini termasuk salah satu dari lima penjara besar di Jepang saat zaman Meiji. Dibangun pada tahun 1908 oleh Keijiro Yamashita, tetapi terpaksa harus ditutup pada tahun 2016 lalu karena masalah ketahanan gempa. Sekarang Nara nggak punya penjara lagi. Padahal penjara ini dulu digunakan sebagai lembaga pemasyarakatan untuk anak-anak.

Sejak resmi ditutup, gedung bekas bangunan penjara itu sempat terbengkalai. Akan tetapi, karena bangunannya yang sangat eksotis, pemerintah Nara berencana merenovasinya menjadi hotel dan museum penjara. Meski sempat mengalami masalah kerjasama, dengar-dengar “hotel penjara” ini akan dibuka tahun 2022 mendatang.

Sebenarnya selain taman hiburan, pasar, dan penjara yang terbengkalai, ada juga rumah dan toko yang sudah nggak berpenghuni di sana. Membayangkan tempat-tempat tersebut pernah ramai dan dikunjungi banyak orang, lalu sepi dan bangunannya rusak sampai ditumbuhi tanaman liar memang bikin orang merinding. Mending nggak usah berkunjung ke tempat kayak gini, deh. Ketimbang nambah-nambahin pikiran.

Sumber Gambar: Unsplash

Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2021 oleh

Tags: jepangtempat terbengkalai
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

5 Alasan Banyak Pemain Asal Jepang Memilih Berkarier di Liga Indonesia

5 Alasan Banyak Pemain Asal Jepang Memilih Berkarier di Liga Indonesia

7 Juni 2022
Nyatanya, Bekerja di Jepang Tak Seindah yang di Angan

Nyatanya, Bekerja di Jepang Tak Seindah yang di Angan

11 Januari 2022
j.league mojok

Arti di Balik Nama-nama Unik Tim Sepak Bola J.League

6 Agustus 2020
Salon de thé François industri musik jepang mojok

Nobunaga yang Beli Mi, Hideyosi yang Masak, Ieyasu yang Makan: Kisah Penyatuan Jepang

25 September 2020
Jangan Lakukan 6 Hal Ini kalau Mau Hidup Bertetangga dengan Nyaman di Jepang Terminal Mojok

Jangan Lakukan 6 Hal Ini kalau Mau Hidup Bertetangga dengan Nyaman di Jepang

23 Desember 2022
Menangis di Stasiun Shinjuku, Stasiun Tersibuk di Dunia

Menangis di Stasiun Shinjuku, Stasiun Tersibuk di Dunia

24 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.