Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

Hal-hal yang Perlu Dipahami tentang Kredit HP

Diat Rian Anugrah oleh Diat Rian Anugrah
13 Desember 2021
A A
kredit hp
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca tulisan Mbak Ajeng Rizka tentang orang-orang yang membeli HP, terkhusus iPhone dengan cara kredit. Menurut Mbak Ajeng, kredit HP adalah tindakan yang tidak masuk akal dan hanya dilakukan untuk memenuhi gengsi semata.

Saya tertarik untuk mengomentari hal tersebut karena saya adalah salah satu orang yang berkecimpung dalam dunia kredit HP. Lebih tepatnya di bagian penagihannya. Sedikit banyak saya tahu seluk beluk dunia pembiayaan elektronik termasuk gadget yang menurut saya kompleks.

Di sini saya tidak akan melawan argumen dari Mbak Ajeng karena beberapa hal memang benar. Meskipun rekan kerja dan debitur-debitur kami akan berusaha menyangkalnya. Saya hanya akan memberikan beberapa pandangan yang saya dapat setelah hampir satu setengah tahun menangani pelaku kredit elektronik yang angsurannya nunggak 5-7 bulan.

Mbak Ajeng merasa bahwa kredit iPhone adalah hal yang tidak masuk akal, mengingat smartphone adalah barang yang nilai jualnya selalu turun. Selain itu, banyak gadget dengan harga yang lebih terjangkau. Jadi, lebih baik membeli HP yang harganya lebih murah dengan cash daripada HP mahal tapi nyicil. Mungkin seperti itu yang dipikirkan oleh banyak orang ketika mendengar ada orang yang kredit HP.

Mbak Ajeng dan banyak orang lainnya, memiliki pandangan seperti itu karena kondisi ekonomi dan pemasukan tiap bulannya lebih beruntung sehingga mampu membeli HP secara cash. Atau setidaknya cukup nabung selama 3-4 bulan untuk mendapatkan gadget yang mumpuni.

Berbeda dengan debitur-debitur kami, bagi mereka smartphone merupakan barang mahal. Kalau tidak mengajukan pembiayaan multiguna, mereka tidak akan memilikinya. Mau nabung dulu 12 bulan? anak-anak mereka butuh untuk sekolah online, atau mereka butuh untuk keperluan pekerjaan, di mana hal tersebut tidak bisa disuruh menunggu selama itu.

Selain itu jika menabung, besar kemungkinan uang mereka akan digunakan untuk keperluan-keperluan lain. Sedangkan kalau kredit, mau tidak mau mereka harus mementingkan membayar angsuran supaya tidak ditagih field collector. Itu saja masih banyak yang angsurannya macet.

Mau ngomong kalau pilih smartphone nggak harus mahal? Faktanya, mayoritas produk yang dipilih untuk dibiayai adalah smartphone entry level dengan harga berkisar antara 2-3 jutaan. Hanya sedikit orang yang memilih iPhone atau HP flagship lainnya. Bagi tim marketing, mendapat pembeli flagship adalah sebuah keberuntungan yang dapat mendongkrak performance mereka.

Baca Juga:

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

Jadi benar bahwa ada yang nyicil HP untuk memenuhi hasrat gengsi mereka. Namun, itu hanya sebagian kecil dibanding mereka yang nyicil HP karena hanya itu pilihan mereka. Di sinilah saya melihat ketimpangan sosial yang benar-benar nyata. Ada orang yang bisa dengan mudah gonta-ganti HP edisi terbaru, namun banyak orang yang harus kucing-kucingan dengan kolektor karena angsuran HP yang dibeli satu tahun yang lalu.

Tulisan saya belum selesai. Alasan debitur mengajukan kredit HP bukan hanya karena gengsi maupun kebutuhan. Banyak orang yang melakukannya untuk keperluan lain, yaitu untuk dijual lagi. Gimana, lebih tidak masuk akal?

Jadi, untuk bisa mengajukan pinjaman dana tunai, biasanya diperlukan jaminan seperti sertifikat tanah atau BPKB, kecuali pinjol. Berbeda dengan pembiayaan multiguna elektronik, syaratnya lebih mudah seperti hanya KTP dan satu dokumen pendukung.

Nah, ini menjadi peluang bagi orang yang butuh uang tapi tidak punya jaminan, atau jaminannya sudah dijaminkan di tempat lain. Mereka mengajukan pembiayaan barang dengan sedikit DP. Setelah barangnya didapat, langsung saja dijual.

Orang-orang ini yang membuat susah kerja tim penagihan. Kalau angsurannya nggak dibayar, apa yang bisa dilakukan kolektor? Unit yang seharusnya bisa ditarik sesuai perjanjian justru sudah entah dimiliki oleh siapa. Padahal dalam kontrak pembiayaan, debitur dilarang memindah tangankan unit yang dibiayai selama angsurannya belum lunas.

Belum lagi para anggota ormas yang sengaja tidak mau membayar angsuran. Uang ada, tapi tidak rela mereka keluarkan untuk membayar angsuran. Kalau ditagih, mereka akan lebih galak dari kolektornya karena merasa kuat dengan jumlah massa dari kelompoknya. Kalau kolektornya bukan anggota ormas juga, jangan nekat melakukan pressure penagihan kalau tidak mau bernasib buruk. Jadi kalau menurut kalian tugas ormas itu cuma jaga parkir, kalian salah besar.

“Oknum” ormas yang nakal adalah satu masalah, mafia adalah masalah yang lebih rumit. Mafia dalam dunia pembiayaan adalah orang-orang yang menggunakan identitas atau menyuruh orang lain untuk melakukan pengajuan. Setelah mendapat pembiayaan, mereka mangkir dari penagihan. Si pemilik identitas asli juga tidak mau ditagih karena mereka hanya “atas nama” dan biasanya hanya mendapat sedikit imbalan. Ruwet!

Bahkan, di tempat saya pernah ada satu orang yang menggunakan identitas 40 orang lebih. Kerugian yang ditanggung perusahaan mencapai setidaknya 150 juta. Ia kemudian pindah ke daerah yang biasa disebut “zona merah” bagi para kolektor karena tempatnya rawan untuk keselamatan saat penagihan. Belakangan, orang tersebut diposting di grup Facebook sebagai buronan kasus penipuan.

Dunia penagihan merupakan dunia yang kompleks. Banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari hal-hal yang saya temui di lapangan dan beberapa hal di atas adalah beberapa di antaranya. Jadi, kredit HP itu tak sesimpel pengin gaya, tapi duit nggak ada. Tapi, jauh lebih kompleks ketimbang itu. 

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2021 oleh

Tags: ekonomiGengsiKeuangankredit hppilihan redaksi
Diat Rian Anugrah

Diat Rian Anugrah

Debt collector yang baik hati.

ArtikelTerkait

Honda All New Beat Boleh Jumawa karena Laris, tapi Soal Kuliatas Yamaha Gear 125 Juaranya Terminal Mojok.co

Honda All New Beat Boleh Jumawa karena Laris, tapi Soal Kualitas Yamaha Gear 125 Juaranya

22 April 2022
melinting, isi dompet perokok

Hubungan Antara Rokok dan Ketebalan Dompet

1 Oktober 2019
Stop Menjelekkan Jogja, Ini Buktinya Jogja Aman dan Makmur terminal mojok.co

Stop Menjelekkan Jogja, Ini Buktinya Jogja Aman dan Makmur

31 Desember 2021
Manukan, Satu-satunya Daerah Ternyaman di Surabaya

Manukan, Satu-satunya Daerah Ternyaman di Surabaya

13 April 2023
Serangan Rusia ke Ukraina: Mungkinkah Perang Dunia III Terjadi?

Serangan Rusia ke Ukraina: Mungkinkah Perang Dunia III Terjadi?

25 Februari 2022
5 Bungkus Rokok Paling Artistik dan Mewah, Bikin Sebat Makin Berkelas

5 Bungkus Rokok Paling Artistik dan Mewah, Bikin Sebat Makin Berkelas

19 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebumen Kecamatan Aneh, Kadang Sulit Dipahami Pendatang (Unsplash)

Pengakuan dari Saya, Warga Asli Kebumen yang Menyadari Bahwa Daerah Saya Memang Sulit Dipahami Khususnya Para Pendatang yang Sedang Beradaptasi

31 Mei 2026
Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026
Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya Mojok.co

Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya

31 Mei 2026
Niat Cari Ketenangan dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Dicibir Pesepeda Lain Mojok.co

Niat Healing dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Cibiran Pesepeda Lain

27 Mei 2026
Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

2 Juni 2026
PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat

PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat

28 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.