Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Meskipun Nggak Punya Starbucks, Setidaknya Klaten Punya Hoki Pop Ice

Farahiah Almas Madarina oleh Farahiah Almas Madarina
3 Desember 2021
A A
Meskipun Nggak Punya Starbucks, Setidaknya Klaten Punya Hoki Pop Ice terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Di Klaten, ada sebuah warung Pop Ice yang sukses menjual minumannya seharga Starbucks. Iya, kamu nggak salah dengar. Meski harga Pop Ice termahalnya ada di kisaran Rp38 ribu, warung tersebut juga punya menu lain dari Cadburry dan Delfi yang harganya bisa mencapai angka Rp50 ribu.

Saya kurang tahu bagaimana cara penjualnya mempromosikan warung Pop Ice ini sehingga dapat dikenal dan diterima oleh banyak orang. Sejak belasan tahun yang lalu, tepatnya ketika saya masih SMP, warung ini sudah eksis, bahkan memiliki banyak penggemar dan jadi tempat nongkrong favorit anak sekolahan.

Kalau kalian bertanya-tanya semewah apa bentuk warungnya atau sebagus apa desain interiornya, maka jangan bayangkan warung Pop Ice ini akan berwujud seperti kafe atau coffee shop. Warung bernama Hoki Pop Ice ini hanya sebuah tempat sederhana yang menjual berbagai macam minuman dengan Pop Ice sebagai menu utamanya. Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau, yaitu di sebuah kios yang ada di Pasar Mlinjon, Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah. Tepatnya berada di pinggir Jalan Bayangkara yang ramai dilewati kendaraan.

Meski bintang utamanya adalah Pop Ice, warung ini juga menjual minuman blend lain seperti Good Day, Milo, Ovaltine, susu segar, Chocolatos, Zee, dan sebagainya. Menariknya, Hoki Pop Ice memberikan banyak variasi topping yang beragam dan nggak main-main. Penjualnya juga nggak segan-segan memberi topping berlimpah bahkan sampai berjatuhan saking penuhnya.

Menu Pop Ice seharga Rp38 ribu misalnya, sudah terdiri dari segelas minuman berukuran besar dengan tambahan parutan keju Craft Cheddar, cokelat Milo Nugget, dan Koko Crunch Nestle di atasnya. Surga sekali kan bagi pencinta minuman manis? Membaca merek toppingnya saja sudah mampu menggambarkan bakal seenak apa rasa Pop Ice-nya.

Nggak bisa dimungkiri, saya nggak pernah merasakan minuman Pop Ice yang dijual seniat itu. Malah menurut saya, minuman yang dijual oleh Hoki Pop Ice jauh lebih mewah dari gambar di kemasan sasetnya sendiri. Saya bahkan nggak menyangka kalau Pop Ice yang harganya super murah itu bisa disulap jadi minuman premium yang mahal.

Patut diakui, Hoki Pop Ice merupakan contoh warung Pop Ice yang mampu berinovasi dan bertahan di tengah pesatnya kedai-kedai kopi kekinian. Nggak heran kalau namanya digadang-gadang sebagai warung Pop Ice andalan di Klaten. Meskipun memiliki harga yang terdengar nggak masuk akal, nyatanya Hoki Pop Ice tetap memiliki pelanggan setia.

Banyak yang datang ke sini untuk sekadar bernostalgia bersama teman masa sekolah. Dahulu, penjualnya berpenampilan nyentrik dengan rambut yang dicat ngejreng. Lagu-lagu yang diputar di speaker juga bukan lagu-lagu indie khas penikmat senja, melainkan house music ala EDM yang seketika membuat pengunjungnya serasa minum Pop Ice sambil dugem.

Baca Juga:

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

Kendati begitu, menu Pop Ice di warung ini sangat nggak direkomendasikan bagi kalian yang sedang menjalani program diet. Selain karena porsinya sangat mengenyangkan, jumlah kalorinya pun bisa bikin panik kalau benar-benar dihitung. Saya berasumsi bahwa penjual menggunakan dua bungkus Pop Ice dalam satu gelas minuman, lantas ditambah total kalori dari gula, kental manis, dan segala jenis topping di atasnya. Cukup bikin meringis, kan?

Terakhir kali saya berkunjung ke sana, Hoki Pop Ice sudah menyediakan Wi-Fi gratis bagi para pengunjungnya. Meskipun saya rasa nggak ada yang kepikiran untuk menjadikan warung tersebut coworking space, setidaknya warung ini jadi warung Pop Ice tergaul yang pernah saya temui. Warung mana lagi coba, yang mampu mempertahankan eksistensi Pop Ice di tengah-tengah maraknya es kopi susu gula aren?

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Desember 2021 oleh

Tags: Hoki Pop IceklatenStarbucks
Farahiah Almas Madarina

Farahiah Almas Madarina

Magister Sosiologi yang banting setir ke dunia digital marketing. Menulis di Terminal Mojok sejak 2021 dan saat ini aktif menjadi remote worker di sebuah business architecture studio.

ArtikelTerkait

5 Kuliner Klaten yang Rugi Dilewatkan oleh Pelancong Jogja-Solo terminal mojok.co

5 Kuliner Klaten yang Rugi Dilewatkan oleh Pelancong Jogja-Solo

22 Juli 2023
Solo dan Jogja Nggak Cocok untuk Frugal Living, Mending ke Delanggu Aja! Mojok.co

Solo dan Jogja Nggak Cocok untuk Frugal Living, Mending ke Delanggu Aja! 

24 Januari 2026
12 Tempat Wisata Klaten yang Seru untuk Liburan Lebaran

12 Hal yang Wajib Kalian Lakukan di Kabupaten Klaten Minimal Sekali Seumur Hidup. Gas buat Libur Lebaran!

6 April 2024
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Soto Garing Khas Klaten: Ketika Soto Memutuskan Jadi Anti-Mainstream

Soto Garing Khas Klaten: Ketika Soto Memutuskan Jadi Anti-Mainstream

10 Desember 2024
Desa Melikan Klaten, Sentra Penghasil Gerabah Putaran Miring Pertama di Dunia  

Desa Melikan Klaten, Sentra Penghasil Gerabah Putaran Miring Pertama di Dunia

29 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”
  • 10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal
  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.