Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Menunggu Kepastian Penerus Takhta dan Nasib Mangkunegaran di Masa Depan

Maulana Adhi Nugraha oleh Maulana Adhi Nugraha
1 November 2021
A A
takhta mangkunegaran

takhta mangkunegaran

Share on FacebookShare on Twitter

Tiga bulan berlalu sejak GPH Sujiwakusuma atau lebih dikenal sebagai KGPAA Mangkunegara IX wafat. Wafatnya Mangkunegara IX menimbulkan beberapa pertanyaan, khususnya tentang siapa calon penerus takhta Keraton Mangkunegaran dan bagaimana nasib Keraton di masa yang akan datang.

Calon penerus takhta

Sejauh ini, ada dua kandidat kuat penerus takhta. Kedua calon tersebut yaitu GPH Paundrakarna Jiwo Suryonegoro, anak pertama Mangkunegara IX dari pernikahannya dengan Sukmawati Sukarnoputri. Yang dikenal oleh publik sebagai anak dari presiden pertama Indonesia, Sukarno. Ia dilahirkan ketika sang ayah belum naik takhta. Calon kedua yaitu GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, anak kedua Mangkunegara IX dari pernikahannya dengan Prisca Marina Haryogi Supardi, anak dari mantan komandan Seskoad dan mantan duta besar Indonesia untuk Jepang, Yogi Supardi. Berbeda dengan sang kakak, ia dilahirkan ketika sang ayah telah naik takhta.

Calon penerus takhta sudah didapat, tapi masih belum ada kepastian siapa yang berhak menyandang gelar Mangkunegara X. Sesuai dengan tradisi, pemilihan raja ditentukan melalui musyawarah keluarga inti dan biasanya hasilnya akan diketahui 100 hari setelah wafatnya raja terdahulu. Jadi harap sabar, paling bulan depan sudah menemukan raja baru. Setidaknya sudah ada calonnya dulu jadi tidak menimbulkan pertanyaan dan keributan tentang siapa yang berhak menjadi calon Mangkunegara X.

Masa depan Mangkunegaran

Selain menunggu siapa yang berhak menjadi Mangkunegara X, nasib Mangkunegaran di masa depan bersama raja baru patut ditunggu. Masa depan sekarang tergantung dengan jalannya suksesi raja. Bila suksesi raja berjalan mulus tanpa menyebabkan perpecahan di internal Mangkunegaran, bisa dipastikan masa depan Mangkunegaran tetap cerah. Bila suksesi malah terjadi sebaliknya, bisa dipastikan masa depan bakal suram.

Keributan yang dialami Kasunanan ketika suksesi Pakubuwana XII ke Pakubuwana XIII bisa dijadikan pembelajaran bagi Mangkunegaran ketika mencari pengganti raja baru. Jangan sampai terjadi konflik keluarga gegara pergantian kekuasaan yang mengakibatkan Kasunanan pecah. Untungnya, dua kubu, yaitu kubu Hangabehi dan kubu Tedjowulan, sudah berdamai walaupun masih ada keributan kecil. Keluarga inti Mangkunegaran harus duduk bersama, menyingkirkan ego pribadi, dan salah satu pihak harus menerima hasil dengan lapang dada. Itu jika Mangkunegaran tak menginginkan apa yang terjadi pada Kasunanan terjadi pada mereka.

Suksesi yang lancar tanpa konflik ini juga demi masa depan yang lebih baik. Jangan sampai hanya karena rebutan siapa yang berhak menjadi penguasa baru Mangkunegaran akhirnya malah menimbulkan konflik keluarga berkepanjangan. Akhirnya malah mengabaikan masalah lain, seperti perawatan aset-aset milik Mangkunegaran misalnya.

Sebagai rakyat biasa, tentunya saya menginginkan suksesi ini berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik apa pun. Masyarakat Solo sudah jenuh dengan konflik Kasunanan yang berkepanjangan, jangan sampai Mangkunegaran juga ikut-ikutan terjadi konflik di internal keratonnya. Kalau sampai terjadi konflik, siap-siap saja masyarakat mulai acuh dengan Mangkunegaran dan wibawa di mata masyarakat mulai berkurang. Jangan sampai aset-aset milik Mangkunegaran menjadi tak terawat dan tak terurus. Upaya pelestarian budaya Jawa yang juga menjadi tanggungjawab keraton menjadi terhambat hanya karena konflik keluarga karena rebutan gelar raja.

Seandainya terjadi konflik, coba pikir kembali. Buat apa sih ribut-ribut rebutan gelar raja padahal itu hanya sebuah gelar? Lagian gelar raja juga tak dibawa sampai mati, jadi buat apa mati-matian rebutan gelar raja sampai-sampai terjadi konflik internal yang akhirnya keraton yang jadi tumbalnya. Jadi jangan sampai ribut nggih, bicarakan baik-baik dan terima hasilnya dengan lapang dada, toh ini juga demi kebaikan Mangkunegaran di masa depan dan menjaga citra di mata masyarakat tentunya.

Baca Juga:

Panduan Singkat Memahami Keraton Solo, Biar Nggak Nanya “Kenapa Bukan Gusti Bhre yang Jadi Raja?”

Rasanya Bermalam di Ketajek Jember, Tempat Konflik Tanah yang Hingga Kini Belum Usai

Sumber gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2021 oleh

Tags: konflikmangkunegaranMasa Depantakhta
Maulana Adhi Nugraha

Maulana Adhi Nugraha

Hanya seorang manusia biasa dengan kehidupan yang biasa pula.

ArtikelTerkait

Jokowi Sebaiknya Turun Mendamaikan Babarsari, ketimbang Ngurusin Putin yang Ngeyelan

Jokowi Sebaiknya Turun Mendamaikan Babarsari, ketimbang Ngurusin Putin yang Ngeyelan

5 Juli 2022
gereja katolik indonesia gereja katolik papua konferensi waligereja indonesia mendiamkan kekerasan di papua pembunuhan pendeta yeremia intan jaya mojok.co

Mengapa Gereja Katolik Indonesia Mendiamkan Kekerasan pada Umatnya di Papua?

11 Desember 2020
Bila Alumni 212 Sudah Muncul di Media, Siapkan Diri Anda, sebab Iklim Politik Akan Makin Panas

Bila Alumni 212 Sudah Muncul di Media, Siapkan Diri Anda, sebab Iklim Politik Akan Makin Panas

9 September 2023
Diterpa Bencana dan Konflik Bertubi-tubi, Indonesia Tetap Berdiri Tegak Menantang, kok Bisa?

Diterpa Bencana dan Konflik Bertubi-tubi, Indonesia Tetap Berdiri Tegak Menantang, kok Bisa?

10 Juli 2023
Taman Balekambang Lebih dari Sekadar Wujud Kasih Sayang Terminal Mojok

Taman Balekambang: Lebih dari Sekadar Wujud Kasih Sayang

2 Juli 2022
Jogja di Mata Orang Solo: Saya Tak Punya Cukup Alasan Membenci Jogja

Jogja di Mata Orang Solo: Saya Tak Punya Cukup Alasan Membenci Jogja

1 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.