Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Sebaiknya Baim Wong Pensiun daripada Terlihat Goblok Memahami Apa Itu Kerja

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
12 Oktober 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang jengah dengan sikap Baim Wong terhadap seorang pedagang tua? Saya kira cukup banyak. Kalau melihat komentar warganet di media sosial, mayoritas meradang terhadap sikap Baim ini. Jika ada beberapa yang memuji bahkan membela, saya hanya ingin bilang, “Wah ini, mah, pola pikirnya yang kena.”

Jika Anda terlalu kudet, mari saya jelaskan kronologis singkatnya. Dalam sebuah video, Baim Wong sedang mengendarai motor bersama putranya, Kiano Tiger Wong. Dalam perjalanan pulang, Baim menyadari bahwa ia sedang diikuti seorang kakek.

Setelah berhenti, Baim segera menghampiri si kakek tadi. Tidak jelas apa yang mereka bicarakan, tapi yang jelas suami Paula Verhoeven ini menegur keras si kakek. Alasannya karena kakek tadi meminta-minta uang.

Si kakek berargumen bahwa ia hanya berdagang. Namun, Baim merasa si kakek tadi mengemis dengan memaksa. Tidak cukup, Baim Wong membandingkan kakek tadi dengan driver ojol. Menurut Baim Wong, seharusnya kakek tadi bekerja layaknya driver ojol dan bukan mengemis.

Tidak cukup, Baim Wong membagikan uang pada si driver ojol karena dipandang sudah bekerja. Sedangkan si kakek tadi tidak mendapat apa pun selain rujak cocotnya Baim Wong.

Ketika bicara Baim Wong, saya selalu skeptis. Siapa tahu ini cuma settingan. Siapa tahu ini cuma bagian dari kontennya. Jika ini settingan, maka saya bilang Baim memang goblok. Jika bukan settingan, tetap goblok tapi digandakan saja.

Saya berusaha “menjauh” dari nilai moral ketika menulis isu seperti ini. Pasalnya, saya malas berurusan dengan moralitas yang sarat pembenaran. Tapi kalau bicara goblok tadi, Baim Wong memang terlalu goblok memahami perkara “kerja”. Dan kasihan, kegoblokan ini disaksikan oleh ribuan orang.

Intermezo sedikit, saya teringat dengan artikel saya yang membahas pengamen. Banyak yang memandang pengamen hanyalah orang malas yang mengganggu. Nah, mentalitas ini sebelas dua belas dengan mental Baim Wong.

Baca Juga:

Konten Review Tanaman Bupati Lamongan Adalah Konten Pejabat Paling Membingungkan yang Pernah Saya Tonton, Nggak Paham Prioritas!

Konten “5 Ribu di Tangan Istri yang Tepat” Adalah Bentuk Pembodohan

Mari kita kaji apa arti kata “kerja”. Menurut KBBI, salah satu arti kata kerja adalah: sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Nah, sudah jelas, tho?

Kerja tidak pernah merujuk pada satu jenis mata pencaharian. Apa pun itu, kalau melakukan sesuatu untuk mencari nafkah adalah kerja dan bekerja. Yang ndlogok adalah masyarakat hari ini sibuk memilih mana yang pantas disebut kerja dan tidak. Pokoknya, kalau dilakukan selayaknya masyarakat ekonomi menengah ke atas, itu baru kerja. Sedangkan yang dilakukan masyarakat termarjinalkan dipandang sebagai tindakan amoral.

Pengemis, pengamen, badut jalanan, sampai PSK dipandang sebagai bukan pekerjaan karena kelas-kelas sosial yang diciptakan masyarakat. Padahal sudah jelas kerja karena mereka mencari nafkah. Tapi kelas sosial ini menolak kasta mereka disamakan dengan kasta sudra dan pariya. Dan mentalitas inilah yang jadi landasan Baim terlihat pekok di depan kakek tadi.

Padahal, kakek tadi juga mengaku sedang berjualan. Jika kakek tadi mengikuti, itu bagian dari strategi marketing si kakek. Saya pikir ini wajar dilakukan. Lantaran Baim sendiri melakukannya dalam setiap kontennya. Dia mengikuti selera pemirsa agar konten yang dia buat menarik untuk disimak. Sama-sama mengikuti dan jika dibilang membuat risih, ya sama-sama bikin risih.

Yang membedakan, Baim berada dalam kasta sosial tinggi sebagai publik figur. Kualitas mengemisnya melalui konten dipandang sebagai sesuatu yang layak bahkan patut dipuji. Padahal, yang dilakukan Baim Wong dan kakek tadi sama saja. Sama-sama melakukan sesuatu untuk mencari nafkah.

Maka saya pikir, sudah saatnya Baim menghindari lensa kamera. Pasalnya, kegoblokan macam ini terlalu menyedihkan untuk disajikan ke ribuan orang. Masih mending warganet yang komentar ra mashok di artikel saya. Setidaknya kegoblokan mereka hanya dilihat segelintir orang.

Lha kalau Baim, kegoblokan yang murni ini malah jadi konten. Tapi apa lacur, yang dicari Baim Wong adalah jumlah kunjungan ke kanal miliknya. Mau segoblok apa pun, yang penting jadi angka kunjungan yang dikonversi jadi rupiah. Dan sekali lagi, cara cari uang Baim Wong ini juga membuat risih, kan?

Oh, semesta, betapa indah bumi ini jika tidak ada influencer, publik figur, dan kreator konten pekok macam Baim Wong.

Sumber Gambar: Akun Instagram Baim Wong

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2021 oleh

Tags: Baim WongkontenpengemisYoutuber
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Konten Jakarta ke Bekasi 2 Jam Di Jogja Bisa Tembus Gunung tapi Kudu Nekat Terminal Mojok

Konten Jakarta ke Bekasi 2 Jam: Di Jogja Bisa Tembus Gunung tapi Kudu Nekat

25 Januari 2023
reza arap microtransaction warnet gamer apex legend mojok

Ilustrasi Perpajakan atas Donasi yang Diterima Reza Arap

16 Juli 2021
cover lagu

Cover Lagu Orang Lain atau Lagumu Dicover Orang Lain?

4 Juli 2019
Bukannya Senang, Warga Malah Resah ketika Mojokerto Berkembang Pesat Mojok.co

Bukannya Senang, Warga Malah Resah ketika Mojokerto Berkembang Pesat

22 Juni 2024
youtuber mojok.co

Rekomendasi Gear Murah untuk YouTuber Pemula

2 Juli 2020
Daripada Bikin Cuitan Palsu demi Konten, Mending Bikin Novel Sekalian

Daripada Bikin Cuitan Palsu demi Konten, Mending Bikin Novel Sekalian

29 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

2 Juni 2026
Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung

Warung Madura Terlalu Percaya Diri, padahal Warung Tetangga Bisa Menggulingkannya Kapan Saja

6 Juni 2026
Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.