Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Menerka Akhir dari Nobita jika Doraemon Nggak Hadir dalam Hidupnya

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
13 Oktober 2021
A A
Bagaimana Jadinya Nobita, Jika Doraemon Nggak Pernah Hadir Sama Sekali dalam Kehidupannya_ terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sepanjang saya nonton film Doraemon, saya belum pernah berandai-andai jika Doraemon nggak pernah hadir dalam kehidupan Nobita sama sekali. Hingga pada suatu Minggu pagi, saat tengah nonton film kartun tersebut di sebuah channel TV nasional, tiba-tiba saya bertanya-tanya, gimana jadinya jika sosok Doraemon nggak pernah hadir? Gimana kehidupan Nobita? Apakah Nobita bakal tetap bertahan?

Mungkin pertanyaan saya ini mustahil untuk terwujud. Pasalnya, Doraemon sendiri adalah tokoh utamanya. Masa Doraemon nggak ada sama sekali? Nanti judulnya bukan Doraemon dong, melainkan Nobita dan Kawan-kawan.

Namun, nggak ada salahnya sekadar berandai-andai jika Doraemon beneran nggak muncul. Pastinya kehidupan Nobita bisa sangat berbeda jika memang dia nggak mengenal Doraemon sama sekali. Mari kita langsung berandai-andai.

#1 Nobita nggak akan menikah dengan Shizuka

Sejak kecil, Nobita sudah tergila-gila dengan Shizuka. Namun apa daya, cinta Nobita masih bertepuk sebelah tangan. Alhasil, Nobita selalu menunjukkan perasaannya pada Shizuka dengan cara menjadi individu yang selalu menarik di mata Shizuka. Namun, hal itu ia lakukan dengan bantuan alat Doraemon. Bahkan sampai dewasa, di film Doraemon Stand by Me 2, saat adegan melamar Shizuka, Nobita masih butuh alat Doraemon.

Dari sini kita bisa melihat bahwa alat Doraemon sangat berkontribusi nyata dalam pernikahan Nobita dengan Shizuka. Jika nggak ada mesin waktu, Nobita kecil nggak bakal bisa ke masa depan. Tanpa pintu ke mana saja Nobita nggak bisa menyusul Shizuka naik gunung, dan tanpa alat pengubah bentuk, Nobita nggak bisa menyamar sebagai Nobita dewasa dan menemani Shizuka naik gunung.

Sudahlah, tanpa Doraemon, Nobita fix nggak bakal nikah dengan Shizuka. Kalau nggak nikah dengan Shizuka, lantas Nobita nikah dengan siapa? Ya, kemungkinan dengan Jaiko.

#2 Nobita akan mengalami gangguan mental, bahkan sosiopat atau anti-sosial

Semasa kecil, Nobita sering dikerjain oleh kawan-kawannya, terutama Giant dan Suneo. Bahkan Giant dan Suneo nggak segan-segan merundung dan memukul Nobita hingga terluka. Untungnya Doraemon setia membantu. Dengan alat-alat Doraemon, Nobita bisa balas dendam pada Giant dan Suneo.

Namun coba bayangkan jika Nobita nggak punya Doraemon di saat dirinya ditindas Giant dan Suneo. Menurut saya, Nobita sudah pasti mengalami gangguan mental. Pasalnya, dia selalu dirundung oleh teman-temannya. Bahkan, Nobita mungkin bakal jadi seorang sosiopat atau anti-sosial lantaran memiliki cedera sosial dalam kehidupannya. Nobita bakal enggan berkawan dengan siapa pun karena takut ditindas kembali.

Baca Juga:

Dennis Nggak Ada Apa-apanya ketimbang Nobita, Tokoh Paling Beban dan Nggak Tahu Diri!

Menguak Misteri Kenapa Dekisugi Jarang Muncul di Serial Doraemon

#3 Nobita jadi individu yang mandiri

Kehadiran Doraemon dalam kehidupan Nobita justru membuatnya selalu bergantung pada alat. Nobita jadi individu yang manja. Dikit-dikit alat Doraemon, ada masalah dikit langsung minta bantuan Doraemon. Hadeh, enak banget.

Meski terkadang Doraemon bersikeras melatih Nobita agar mandiri, tetap saja Nobita nggak bisa mandiri. Bahkan, kadang jika keinginannya nggak dituruti, Nobita nekat mengambil alat tanpa izin melalui kantong cadangan yang biasanya disimpan di bawah bantal.

Padahal dalam film Doraemon Stand by Me 1 sudah dijelaskan bahwa tugas awal Doraemon dikirim dari masa dewan oleh Sewashi, cicit Nobita, adalah untuk membantu Nobita agar hidup lebih bahagia. Tapi, kenapa Nobita malah ketergantungan gitu?

Ketergantungan Nobita berawal dari keinginannya yang langsung dituruti dengan bantuan alat Doraemon. Lantaran tujuan awal kehadiran Doraemon adalah “membahagiakan” dan cara paling mudah membahagiakan seseorang adalah dengan menuruti segala keinginannya. Namun, hal ini justru jadi petaka. Ibarat anak zaman sekarang yang bergantung pada gadget, jika tanpa gadget, nggak bakal bisa hidup.

Saya yakin Nobita bakal jadi individu yang mandiri dan bisa bertahan dalam segala rintangan kehidupan jika nggak bertemu Doraemon. Saya nggak menyalahkan kehadiran Doraemon atau analogi gadget, hanya saja alat-alat semacam ini jika hadir di waktu yang kurang tepat—di mana seseorang masih memiliki pola pikir kanak-kanak—justru bakal jadi sebuah ketergantungan nantinya. Dan Nobita sudah membuktikannya.

Kurang lebih begitulah akhir dari hidup Nobita jika ia nggak bertemu dengan robot kucing biru yang menggemaskan itu. Nggak hanya judul filmnya yang berganti menjadi Nobita dan Kawan-kawan, melain Nobita itu sendiri akan memiliki masa depan dan kepribadian yang juga jauh berbeda.

Sumber Gambar: YouTube Disney Uploads

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2021 oleh

Tags: doraemonNobita
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

Menerka Hal yang Akan Terjadi jika Doraemon Beneran Ada di Dunia Nyata

Menerka Hal yang Akan Terjadi jika Doraemon Beneran Ada di Dunia Nyata

10 Maret 2023
Menganalisis Sumber Alat-alat Canggih dari Kantong Doraemon terminal mojok.co

Menganalisis Sumber Alat-alat Canggih dari Kantong Doraemon

10 Februari 2021
Dekisugi, Mr. Nice Guy dalam Doraemon yang Pernah Bikin Saya Sebel

Dekisugi, Mr. Nice Guy dalam Doraemon yang Pernah Bikin Saya Sebel

20 November 2023
Gunung Tidar: Paku Pulau Jawa sekaligus Tempat Nongkrong Nobita

Gunung Tidar: Paku Pulau Jawa sekaligus Tempat Nongkrong Nobita

8 Januari 2022
Nobita Adalah Sosok Impian Terpendam Orang Jepang Terminal Mojok.co

Nobita Adalah Sosok Impian Terpendam Orang Jepang

10 Mei 2022
Kok Bisa Shizuka Lebih Memilih Nobita yang Suramnya Minta Ampun?

Kok Bisa Shizuka Lebih Memilih Nobita yang Suramnya Minta Ampun?

11 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

19 Februari 2026
Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingunkan Pengunjung Mojok.co

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

20 Februari 2026
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa
  • Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini
  • Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah
  • THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri
  • Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup
  • Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.