Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Terima Kasih Pemerintah Telah Melahirkan Konspirator seperti JRX

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
14 Juli 2021
A A
Terima Kasih Pemerintah Telah Melahirkan Konspirator seperti JRX terminal mojok.co

Terima Kasih Pemerintah Telah Melahirkan Konspirator seperti JRX terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa sangka, JRX pernah sebegitu getol memperjuangkan awareness perihal COVID-19. Bahkan jadi penggiat kabarcovid. Tapi semua berubah. JRX seperti “ganti pemain” dengan teori konspirasinya. JRX yang dulu membela penanganan COVID-19 yang masih jauh dari Indonesia, berubah menjadi skeptik pada pandemi.

Twit dari Teguh Aprianto membuat saya terpikir paragraf di atas. Mas Teguh menunjukkan JRX pernah aktif berkampanye #dirumahaja dan menyebarkan kawalcorona.com melalui media sosial miliknya. Mungkin hari ini kita akan bertanya “mosok sih?” Tapi, realitanya demikian. Cukup search JRX kawalcorona.com dan Anda akan lihat kontribusi Bli Ary Astina ini.

Awal pandemi, gue masih ingat JRX ikut menyebarkan https://t.co/adFv3XtOcH melalui media sosial miliknya dan ikut berkampanye #dirumahaja

Lalu apa yg dilakukan pemerintah saat itu? Mereka berkelakar. Melihat Terawan sesantai itu, JRX mulai menjelajah di internet & terperangkap. pic.twitter.com/dYNHd0g67o

— Teguh Aprianto (@secgron) July 13, 2021

Namun, itu benar-benar di awal pandemi. Bahkan belum bisa disebut pandemi. JRX yang dulu belum mengeluarkan atau “meneluuurkan” teori konspirasi. Lalu, ke mana orang-orang yang kini dilawan JRX waktu itu?

Orang-orang tadi tetap dilawan JRX pada masa itu. Namun, dengan posisi berbeda. Orang-orang itu menempati posisi Drummer SID hari ini: skeptis dengan COVID-19. Lebih dari skeptis, mereka juga mengambil kebijakan yang melahirkan ledakan pandemi pertama di Indonesia.

Orang-orang yang saya maksud adalah pemerintah berikut corong suara mereka. Masih ingat Terawan yang membantah ada COVID-19 di Indonesia? Bagaimana Jokowi membuka keran pariwisata mancanegara bahkan memakai jasa influencer? Ingat “kebal karena nasi kucing”? Ingat corona masuk Batam malah dikira mobil? Ingat? Saya, sih, masih punya screenshot opini ndableg itu.

Menurut Mas Teguh, perilaku pemerintah yang abai menyebabkan JRX muntir dari perjuangannya. Kekecewaan pada tanggapan otoritas melahirkan pertanyaan. Dan sepertinya JRX menjawab pertanyaan itu dengan surfing di internet. Kok, ndilalah JRX nyemplung ke kanal konspirasi.

Konspirasi menjawab pertanyaan JRX perihal pandemi. Mengapa pemerintah abai sampai lahirnya “bisnis” pandemi dijawab secara konspirasi. Kan konspirasi hanyalah kemungkinan-kemungkinan yang dikemas sebagai fakta. Dari sinilah JRX mulai menemukan jawaban bahwa COVID-19 adalah proyek elite global.

Baca Juga:

Pengalaman Saya Menjalani KKN Gaib, Sendirian Ngerjain Proker, Tau-tau Selesai

5 Teori Konspirasi yang Ada dalam Serial Upin Ipin

Mungkin proses JRX menjadi pengikut konspirasi tidak se-epik teori Mas Teguh. Namun setidaknya, pandangan Mas Teguh ini selaras dengan apa yang saya lihat hari ini. Lantaran JRX hanyalah satu public figure. Ada belasan figur yang pada akhirnya memandang pandemi sebagai proyek jahat elite global.

Dari teman-teman sampai keluarga sendiri saja mengalami fase ini. Dulu mereka getol dan sampai parno dengan virus yang dulu dikenal corona saja ini. Namun, sikap siaga ini dijawab oeh sifat meremehkan. Mending kalau yang meremehkan hanyalah tetangga dan kerabat. Lha, ini pemerintah langsung, baik personal atau secara sistem.

Ini sangat wajar terjadi. Kalau cocoklogi dengan film Joker, orang jahat adalah orang baik yang disakiti. Orang yang berusaha bersikap baik bisa putar haluan jika sikap ini dinegasi terus menerus. Seperti Joker, sikap positifnya dipertanyakan ketika situasi sosial menegasi apa yang menjadi sikapnya.

Jika sudah dinegasi, ya sudah sikap positif tadi meluruh sampai tuntas sudah. Yang tersisa adalah Joker yang membunuh Murrays saat live TV. Apakah ini berlebihan? Lha tinggal lihat saja buktinya dengan orang-orang seperti JRX ini.

Sikap peduli pada pandemi yang masih jauh ini dilecehkan oleh kelakar. Upaya #dirumahaja dibilang biadab oleh salah satu buzzer yang entah sudah dapat jabatan apa. Sisa-sisa kepedulian pada COVID-19 terus digerus oleh sikap-sikap dan kebijakan goblok. Hasilnya sempurna, runtuh sudah sikap melawan pandemi ini.

Tidak hanya JRX dan public figure senada, masyarakat pun sudah jengah dengan sikap menyepelekan ini. Dulu mau lockdown dilarang. Ingin menutup perbatasan dijawab dengan promo wisata. Menyuarakan pandemi disebut biadab. Dan akhirnya ketika mereka ikut tidak percaya, diancam penjara.

Jadi saya ucapkan terima kasih pada suara pemerintah dan para buzzer. Sikap yang mungkin Anda pikir biasa saja kini berdampak, kan? Jika dulu, raja itu seperti meludah api. Apa yang terucap akan diamini dan “membakar” benak rakyatnya. Sayang sekali, kelakar pemerintah tahun lalu melupakan ludah api ini.

Dan dengan sikap pongah yang penuh ketidak jelasan, para pengikut konspirasi makin bermunculan. Bukannya mengakui kelalaian, malah makin tidak jelas saja keputusannya. Contohnnya, sih, seperti vaksin. Niat vaksin gotong royong malah melahirkan pemikiran bahwa vaksin hanyalah bisnis. Nah, kan, malah melahirkan antivax yang menambah kacau penanganan pandemi.

Pada akhirnya, percuma saja memenjarakan para penganut konspirator yang vokal. Lantaran sejak awal, pemerintah yang melahirkan para penganut teori “jarene” ini. Bahkan sampai hari ini, kebijakan dan keputusan dalam penanganan pandemi seperti menabur benih konspirasi yang terus subur. Terima kasih pemerintah, sudah merepotkan hidup kami!

BACA JUGA Sebenarnya, Pejabat Itu Dibayar untuk Menyelesaikan Masalah atau Minta Solusi dari Rakyat? dan tulisan Prabu Yudianto lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2021 oleh

Tags: JRXpandemiPojok Tubir Terminalteori konspirasi
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

harga rokok naik cukai rokok perokok di kafe buang puntung sembarangan padahal udah ada asbak mojok.co

Nggak Apa-apa Harga Rokok Naik, tapi Nggak Sesering Ini Juga, kali!

20 Juli 2021
cabin fever isolasi perasaan stres depresi mojok

Mengenal Cabin Fever, Penyebab Depresi di Kala Pandemi

8 Oktober 2020
PGI tes wawasan kebangsaan KPK mojok

Memangnya Ada yang Salah dari PGI Menolak Upaya Pelemahan KPK? Kenapa Diserang?

3 Juni 2021

Harga Parkir dan Makanan ‘Nuthuk’ di Jogja Adalah Warisan Feodal Paling Ra Mashok

2 Juni 2021
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Daripada Bikin Janji Indonesia Lepas Pandemi, Mending Pemerintah Instropeksi Dulu

19 Februari 2021
ppkm darurat rakyat jogja harus memaklumi sultan perihal lockdown mojok

Dari Penindasan Pedagang Sampai Pemadaman Lampu, Sebenarnya PPKM Darurat untuk Apa?

12 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.