Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Menerawang Prasangka Dosen ketika Melihat Mahasiswanya Off Camera Saat Kuliah

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
17 Juli 2021
A A
Menerawang Prasangka Dosen Ketika Melihat Mahasiswanya Off Camera Saat Kuliah terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Masa perkuliahan semester genap sudah tuntas. Kini, seluruh mahasiswa bisa menghabiskan waktu liburannya dengan duduk diam di rumah atau sekadar streaming film sambil meratapi nilai-nilainya. Sebab, di akhir semester ini, pe-entry-an nilai sebenarnya menjadi ajang mahasiswa untuk meratap. Yang bikin saya terkejut adalah terdapat beberapa nilai saya yang tidak sesuai (baca: jeblok). Padahal untuk presensi, ya jelas 100% saya selalu hadir, tugas pun selalu ngerjain, dan partisipasi pun saya aktif. Anehnya, ada beberapa teman yang sebenarnya nggak aktif-aktif amat, tapi nilainya bagus melebihi saya. Ternyata penyebab utamanya tak lain dan tak bukan adalah karena saya selalu off camera saat kuliah daring. Hal tersebutlah yang sejujurnya bikin saya mangkel.

Selain itu, hal serupa dialami teman-teman saya yang lain. Padahal mereka ini selalu aktif bertanya dan memantik diskusi di Zoom. Usut punya usut, saya mendapat laporan ini dari PJ (penanggung jawab mata kuliah). Katanya, dosen tersebut kasih nilai jelek ke mahasiswanya karena banyak yang off camera saat kuliah. Walah, walah… Setelah itu, ia juga berkata bahwa ketika mahasiswa off camera, beberapa dosen kadang-kadang beranggapan yang nggak-nggak ke mahasiswanya. Sehingga ketika perkuliahan berlangsung, sang dosen memiliki prasangka-prasangka yang aneh, yang terkadang pun bikin saya ketawa terbahak-bahak dan geleng-geleng kepala. Nah, untuk mewakili rasa mengkel, saya akan mencoba menerawang prasangka-prasangka yang hadir ketika dosen melihat mahasiswanya off camera.

Mahasiswa yang off cam adalah mahasiswa yang sedang tertidur di kamar kerajaan

Mungkin bagi beberapa mahasiswa hal ini benar. Namun, nggak semua mahasiswa kuliah sambil rebahan sehingga bisa kesirep seperti itu, saya contohnya. Saat kuliah daring, boro-boro ketiduran, rebahan pun saya kesulitan lantaran saya kuliah outdoor. Maklum saja, selama ini saya numpang Wi-Fi tetangga. Wqwqwq.

Biasanya, ketika memanggil nama mahasiswa, prasangka ini populer disuarakan dosen. Misal, “Yang lagi off cam ini jangan-jangan lagi tidur, ya? Wah, tidur di kerajaan ini sawangannya.” Hahaha. Jangankan bisa kesirep, sinyal terputus saja saya bingungnya minta ampun.

Mahasiswa yang off cam adalah mahasiswa yang sedang makan besar (mukbang)

Memang saat menjalani perkuliahan secara daring, kita bisa nyambi dengan aktivitas apa pun. Misalnya, sambil sarapan, makan siang, ngemil, dan sebagainya. Namun, nggak semua mahasiswa itu ngemil dan makan terus, Pak. Kami mendengarkan kuliah, kok.

Pasalnya, setiap nggojloki mahasiswa yang off cam selalu dengan intro yang klise, receh, dan ya sudahlah seperti, “Halo, Saudara X. Kok off cam? Lagi mukbang apa kok sampai off cam segala?” Saya kadang hanya geleng-geleng kepala sambil nahan ketawa. Padahal, mahasiswa yang off cam itu kendalannya ada dua, kalau nggak sinyalnya numpang seperti saya, ya memang dasarnya malas saja. Wqwqwq. Di samping kedua itu, nggak ngurus, deh.

Mahasiswa yang off cam adalah mahasiswa yang tinggal di tengah hutan

Kadang, dosen pun sampai marah-marah kalau nggak ada mahasiswa yang on cam. Sebab, kalau nggak on cam ancamannya adalah alpa. Tentu saya takut, dong. Padahal untuk sinyal saja saya sendiri kesulitan harus mengalah salah satu, kalau suara mau jelas, jangan nyalain kamera dan sebaliknya.

Nah, biasanya prasangka ini ditujukan ke mahasiswa yang sudah disuruh on cam namun belum juga menyalakan kameranya. Saya, sih, cuma berpikir jernih saja. Mungkin Wi-Fi tetangganya mati, sinyalnya hilang, atau bahkan paket internetnya habis. Akan tetapi, sang dosen selalu menghadirkan prasangka-prasangka yang mengejutkan, mengerikan, dan tak jarang menimbulkan gelak tawa. Pasalnya, setelah diintrogasi kenapa nggak oncam, jawaban mahasiswa yang paling umum adalah kendala sinyal.

Baca Juga:

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

“Kamu dari mana? Saya suruh nyalakan kameranya, kok, nggak dinyala-nyalakan. Kenapa? Sinyal lagi? Kamu hidup di tengah hutan Meru Betiri apa gimana?” Wqwqwq.

Mahasiswa yang off cam adalah mahasiswa yang sedang berlibur ke luar negeri

Kemudian yang terakhir, prasangka ini sering membuat saya menahan tawa ketika kuliah berlangsung. Sebab, jika ada teman yang izin mematikan kamera di kolom chat, misalnya, “Pak/Bu, izin menonaktifkan kamera karena saya ingin ke toilet.” Nah, setelah diizinkan biasanya kelakuan ini jadi kesempatan mahasiswa untuk nggak kembali mengaktifkan kameranya. Dan lagi-lagi sang dosen bisa-bisanya peka, “Mana tadi yang izin ke kamar mandi? Kok nggak on cam-on cam lagi? Kamar mandimu di Belgia apa gimana?” Sontak saya pun menahan ngakak sekuat-kuatnya.

Memang memahami setiap pemikiran dan prasangka dosen sering kali nggak bisa ditebak. Apalagi di tengah kondisi perkuliahan daring seperti ini. Coba bayangkan, masa iya ngomel-ngomel sendiri di depan gawai. Hahaha. Akan tetapi, di samping itu saya juga merasa kasihan kepada sang dosen. Namun, yang lebih dikasihani sebenarnya adalah nilai saya sendiri. Jeblok gara-gara nggak on cam. Sebagai gantinya, untuk semester depan, saya usahakan pasang Wi-Fi sendiri supaya bisa on cam, deh. Hahaha.

BACA JUGA Jadi Mahasiswa Hukum Itu Ternyata Nggak Sekeren yang Orang Lain Pikirkan dan tulisan Adhitiya Prasta Pratama lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 September 2021 oleh

Tags: Kuliahoff camerapendidikan terminal
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Memangnya Kenapa kalau Pekerjaan Saya Tidak Sesuai dengan Latar Belakang Pendidikan?

Memangnya Kenapa kalau Pekerjaan Saya Tidak Sesuai dengan Latar Belakang Pendidikan?

14 November 2023
4 Perbedaan Kuliah Jenjang D4 dan S1 yang Perlu Dipahami biar Nggak Salah Pilih

4 Perbedaan Kuliah Jenjang D4 dan S1 yang Perlu Dipahami biar Nggak Salah Pilih

16 Agustus 2025
4 Rekomendasi Jurusan yang Mencerminkan Orang Indonesia yang Bisa Dibuka Perguruan Tinggi terminal mojok

4 Jurusan yang Mencerminkan Orang Indonesia Banget yang Bisa Dibuka Perguruan Tinggi

4 September 2021
Menangis Saat Mengerjakan Tugas Sudah Jadi Tradisi Anak Sekolah di Indonesia terminal mojok

Menangis Saat Mengerjakan Tugas Sudah Jadi Tradisi Anak Sekolah di Indonesia

7 Agustus 2021
Beberapa Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan Pindah Jurusan Kuliah terminal mojok

Beberapa Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan Pindah Jurusan Kuliah

6 Agustus 2021
CFD Universitas Negeri Malang (UM): Bukan Cuma Bikin Sehat, tapi Juga Bikin Sambat

CFD Universitas Negeri Malang (UM): Bukan Cuma Bikin Sehat, tapi Juga Bikin Sambat

3 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Mio Soul GT Motor Yamaha yang Irit, Murah, dan Timeless (Unsplash) yamaha mx king, jupiter mx 135 yamaha vega zr yamaha byson yamaha soul yamaha mio

Yamaha Mio, Motor Lama yang Pernah Jadi Puncak Rantai Makanan, Kini Kembali Muncul dan Diburu Banyak Orang

20 Januari 2026
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026
6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya Mojok.co

6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya

20 Januari 2026
Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

20 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.