Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

‘Lapor Pak!’: Penerus Acara Komedi Indonesia yang Berkualitas

Muhammad Sabilurrosyad oleh Muhammad Sabilurrosyad
10 Juni 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Bicara soal acara komedi, Indonesia cukup jago memproduksi acara-acara seperti ini. Kalau melihat track record, TV kita ini pernah beberapa kali mempunyai acara komedi primadona macam Extravaganza dan Opera Van Java (OVJ). Lalu bagaimana dengan sekarang? Menurut saya, saat ini Lapor Pak! adalah penerus estafet acara komedi sejenis yang berkualitas.

Lapor Pak! adalah acara komedi dengan konsep sketsa berlatar belakang kantor polisi. Melalui konsep ini, mereka bisa membawa isu-isu terkini, bahkan isu kriminalitas dengan kemasan komedi. Secara konsep, saya agak terkejut karena dengan tema seperti ini bisa membawa masuk beberapa isu yang jarang dibawakan apalagi di ranah komedi. Meskipun saya tidak terlalu berekspektasi akan sampai ke tahap sindiran pada birokrasi, setidaknya bisa menyelinap masuk bahasan komedi mengenai edukasi sistem birokrasi, itu sudah termasuk bagus. Bahkan, mereka berhasil mengundang beberapa tamu yang berkaitan dengan instansi-instansi sejenis.

Selain konsep dan temanya, tentu ada hal lain yang membuat Lapor Pak! saya anggap sebagai penerus acara komedi berkualitas di televisi Indonesia.

#1 Line up pemain yang solid

Acara Lapor Pak! biasanya diisi pemain-pemain seperti Andre Taulany, Wendy Cagur, Andika Pratama, Kiki Saputri, Ayu Tingting, dan Gilang sebagai pemain tetap. Kesolidan para pemain berhasil menjadi hiburan tersendiri buat saya sebagai penonton. Melihat mereka saling mengisi untuk mencapai tujuan lucu. Kalaupun tidak lucu, para pemain yang lain akan membantu agar kegagalan itu menjadi sebuah kelucuan tersendiri. Para pemain pun bermain sesuai kapasitas dan porsinya, di mana hal ini penting agar tak terjadi sikut menyikut dalam merebut perhatian penonton.

Selain itu, karakter dari para pemain ini pun menjadi elemen yang menarik dalam memancing kelucuan. Seperti Andre sebagai pelawak senior dengan celetukan-celetukan recehnya di mana persona seniornya terasa membantu untuk menjadi lucu.

Lalu ada Wendy yang tidak diragukan lagi kreativitasnya dalam melawak dan selalu cocok disandingkan dengan siapa saja. Andika hadir tidak cuma sebagai pemanis, tapi juga kadang memberi sumbangsih line-line lucu hingga kadang gombalan yang tak habis pikir, kok bisa kepikiran.

Kiki dengan persona centil dan ganjennya kadang suka bikin ih gelayy tapi lucu. Ayu dengan nyablaknya dan kadang tingkah malu-malunya bisa menjadi sesuatu yang mengundang tawa. Hingga Gilang yang… yang.. ngapain sih Gilang? Eits, biar tidak banyak berkontribusi di balik sel tahanan, tapi dia tetap komponen yang menyenangkan. Ini serius, loh.

#2 Segmen-segmen yang tertata, tapi memberi ruang berekspresi

Lapor Pak! biasanya dibagi menjadi empat segmen. Di antaranya ada segmen pembuka, interogasi, BAP, dan penutup. Sejauh ini, segmen-segmen ini selalu berulang, tapi sejauh ini pula format segmen yang ada tampaknya termasuk memberi kenyamanan buat para pemain bebas berekspresi dan mengeksplorasi bahan lawakan dari property ruangan yang ada.

Baca Juga:

Higgs Domino, SPayLater, dan Kesedihan Teman Saya Setiap Awal Bulan

Kepergian Lionel Messi dan Pentingnya Regenerasi Klub

Segmen khusus seperti BAP dan Ruang Interogasi tentu adalah hal yang spesial dan unik. Melalui BAP, Lapor Pak! memperlihatkan proses pelaporan dalam instansi sejenis yang bisa digunakan sebagai edukasi akan suatu isu dan pengenalan para bintang tamunya. Sementara Ruang Interogasi mengemas suasana tegang interogasi menjadi sesi tanya jawab untuk mengakomodir tren ala-ala podcast, tentu dengan dikomedikan. Belum lagi kalau ada gimmick sektsa di balik kaca yang lucu-lucu.

#3 Tidak bergantung pada gimmick-gimmick andalan

Sebagai acara komedi, gimmick adalah hal yang wajar dalam mencari kelucuan. Apalagi biasanya gimmick-gimmick dalam acara komedi biasanya berujung menjadi winning formula dalam menghasilkan tawa. Namun, efek dari menggunakan winning formula ini bisa berujung pada kemalasan mencari bahan lain atau mungkin terlalu nyaman. Oleh karena itu, gimmick yang ada selalu diulang-ulang terus menerus dan berujung membosankan.

Lapor Pak! pun tak terlepas dari ketersediaan gimmick-gimmick andalan yang nyatanya memang sukses menghadirkan tawa. Misalnya seperti gimmick tarik ulur hubungan Wendy dan Kiki yang memperlihatkan suasana kasmaran geli nan jijik hingga gimmick favorit saya, yaitu gimmick di ruangan interogasi. Untungnya, sejauh ini, Lapor Pak! baik para talent maupun tim di belakangnya tampaknya masih mau untuk terus menggali dan tak terjebak pada gimmick-gimmick andalan.

Misalnya, gimmick ruangan interogasi yang menurut saya adalah ide yang sangat bagus, ternyata tim Lapor Pak! berani untuk tidak menggunakan gimmick tersebut di beberapa episode. Atau gimmick menyanyi “EL A LA PE O POR LAPOR” yang kalau terlihat tidak nyaman dan jenuh dibawakan justru dibuat gimmick baru lagi oleh para talentnya. Hingga gimmick Andika yang menyamar pun pada akhirnya tidak dipakai lagi akhir-akhir ini. Hal ini menunjukkan baik para talent dan tim kreatif di belakangnya, sejauh ini memang beneran kreatif.

Tentu, saya berharap kesolidan program ini akan bertahan lama. Bukan cuma soal para pemain, tetapi juga tim kreatif di baliknya. Secara konsep dan komposisi tim, tampaknya acara ini memang menjanjikan. Dan sejauh ini, menurut pengamatan subjektif saya, acara ini sudah berkualitas. Tinggal berharap mencapai popularitas dan sesuai standar rating buat bertahan. Duh rating lagi rating lagi, masih relevan ya sistem rating Nielsen?

Sumber Gambar: YouTube TRANS7 Official

BACA JUGA Komeng, Komedian Paling Lucu, Bikin Masa Kecil Saya Penuh Gelak Tawa dan tulisan Muhammad Sabilurrosyad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 November 2021 oleh

Tags: andre taulaniHiburan TerminalKomedi IndonesiaLapor Pak!
Muhammad Sabilurrosyad

Muhammad Sabilurrosyad

Tukang nonton.

ArtikelTerkait

Berkat Pagebluk, Jaranan Turonggo Yakso Lahir dan Berkembang di Trenggalek jathilan dongko trenggalek terminal mojok.co

3 Tipe Penonton Jathilan di Kampung Halaman Selain Pura-pura Kesurupan

3 Juli 2021
Adegan Romantis di Film yang Sebenarnya Nggak Romantis-romantis Amat di Dunia Nyata terminal mojok

Adegan Romantis di Film yang Sebenarnya Nggak Romantis-romantis Amat di Dunia Nyata

18 Juli 2021
Gaya Parenting Orang Tua Shinichi Kudo yang Bikin Saya Kepingin Juga terminal mojok.co

Gaya Parenting Orang Tua Shinichi Kudo yang Bikin Saya Kepingin Juga

31 Juli 2021
sinetron gerhana mojok

‘Gerhana’, Sinetron Supranatural Paling Sangar pada Masanya

29 Juni 2021
Saya Adalah Salah Satu Korban Iklan Mi Instan Lemonilo yang Ternyata Rasanya Bikin Kecewa terminal mojok

Iklan Lemonilo, Pertanda Bencana Akan Datang di Sinetron Indonesia

30 Mei 2021
7 Panduan Menjadi Fangirl dalam Fandom Chinese Pop terminal mojok.co

7 Panduan Menjadi Fangirl dalam Fandom Chinese Pop

3 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026
Pantai Padang Adalah Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar Mojok.co

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

8 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.