Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kraca, Kuliner Populer Orang Ngapak Pantura dan Banyumasan Tiap Bulan Ramadan. #TakjilanTerminal22

Adi Sutakwa oleh Adi Sutakwa
23 April 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Kalau di Jogja dan Solo ada angkringan dan wedangan, kalian kemungkinan besar akan menemukan sate keong. Akan tetapi, sebagai orang ngapak Pemalang, saya tidak habis pikir, mengapa tidak ada kraca di Jogja maupun Solo. Apalagi di masa-masa puasa seperti ini, membatalkan puasa tanpa menyeruput kuah gurih, asin, pedas dari kraca seperti sebuah vakansi yang janggal. Aneh banget.

Oke, mungkin lebih aneh buat kalian yang sama sekali nggak ngerti apa itu kraca. Jadi begini, kraca atau keong kraca adalah kuliner yang populer di kawasan ngapak, baik di daerah pantura maupun Banyumasan. Istilah lain dari kraca adalah tutut, keong sawah, atau kalau mau agak ilmiah disebut Pila ampullacea. Selain di daerah ngapak, tutut juga lazim dikonsumsi di beberapa wilayah Sunda dan Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

Meskipun demikian, tentu saja yang bikin kraca ini istimewa bagi orang ngapak adalah karena keberadaan olahan kulinernya yang selalu ada di antara menu berbuka puasa. Atau setidaknya, tersedia tanpa kurang pasokan, dan dapat ditemui dengan mudah di lapak para pedagang pinggir jalan dadakan yang menjamur menjelang petang.

Tidak seperti sate keong di angkringan, yang tentu saja dimasak tanpa cangkangnya. Kraca seolah ingin menunjukkan diri sebagai kuliner multitafsir yang bisa bikin mind blowing. Bayangkan saja, ini keong bukan hewan laut atau tambak budidaya. Namun, kok, ya bisa-bisanya dimasak bareng cangkang-cangkangnya. Kayak mau ngomong, “Gua juga seafood kali,” padahal jelas-jelas hama sawah! Parahnya, enak banget lagi!

Kalau kalian susah membayangkan, kuah kraca berwarna kuning dari kunyit yang cenderung bening. Ada rasa asin dan gurih yang saya duga berasal dari umami daging keong. Pun sepertinya berkat sedikit santan dan parutan kelapa di dalamnya. After taste pedas juga kentara dari bumbu halus yang isinya mungkin cabai rawit, jahe, sereh, dan lengkuas.

Nah, cara makannya ini yang bikin sensasi dan pengalaman menyantap kraca jadi level up berlipat-lipat. Jadi, kan, kadang ada kraca yang bagian bawah cangkangnya masih tertutup oleh semacam cangkang tipis. Ada juga yang udah kebuka. Kraca yang udah kebuka inilah terasa nikmat karena kuahnya masuk ke dalam bagian dalam keong dan cangkangnya.

Selain itu, untuk memakan bagian daging keong, kalian mesti dipersenjatai dengan tusuk gigi sederhana, atau istilah ngapaknya, biting. Terbuat dari bambu dengan ujung runcing atas bawah, panjang dan diameternya ya kira-kira sama seperti tusuk gigi kayu komersial di toko-toko.

Dengan biting inilah bagian daging kraca bisa ditusuk dan ditarik, untuk kemudian dimakan tanpa ampun. Saat menarik kraca sering kali kuahnya akan berceceran tak terduga, dan justru kondisi semacam ini yang bikin buka puasa kamu makin mantap.

Baca Juga:

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

Apalagi si cangkang kosong yang dagingnya sudah dimakan tadi, kemudian bisa jadi semacam “centong” atau sendok serbaguna. Jadi nih ya, itu cangkang kosong dipakai buat ngambil kuah pedas gurih yang masih ada. Lantas diseruput lezat ke dalam mulut. Ah, so refreshing. Kalau mau lebih didramatisir, akan timbul samar-samar bebunyian “slurp”, tiap kali kamu menyesap kuah kraca dari cangkang kosong itu.

Kalau orang Perancis mampir ke Pemalang atau Banyumas, mereka pasti menyesal. Kenapa mesti membayar mahal untuk menikmati escargot, kalau dalam kuliner orang ngapak ada olahan keong yang harganya lima ribuan? Meskipun disajikan dengan penanganan yang jauh berbeda, saya tetap percaya sih suatu saat seluruh dunia akan terkesima dengan adanya kraca.

Untuk sekarang, mungkin solusinya sederhana: mendorong pada penjual nanas madu Pemalang yang ada di seantero negeri, untuk turut menjual kraca. Yah, kalau bisa di Jogja dulu, lah. Biar saya dan seluruh bocah ngapak di Jogja bisa kembali menikmati Ramadan dan nikmatnya berbuka puasa dengan kraca.

*Takjilan Terminal adalah segmen khusus yang mengulas serba-serbi Ramadan dan dibagikan dalam edisi khusus bulan Ramadan 2021.

BACA JUGA Pukis dan Bikang, Menu Berbuka dan Tadarus yang Tak Dianggap. #TakjilanTerminal19 dan tulisan Adi Sutakwa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 April 2021 oleh

Tags: Kulinermenu berbukaorang ngapakTakjilan Terminal
Adi Sutakwa

Adi Sutakwa

Kelas pekerja dari Pemalang yang menghabiskan separuh hidupnya sebagai perantau di Solo, Jogja, Jakarta, dan Serang. Kritis pada isu pangan, industri, pendidikan, politik, sepakbola, seni, hingga animanga.

ArtikelTerkait

Entah Kenapa Mendengar Nama Kota Lamongan Saja Sudah Bikin Lapar mojok.co/terminal

Entah Kenapa Mendengar Nama Kota Lamongan Saja Sudah Bikin Lapar

12 Maret 2021
rekomendasi penyetan sekitar pasar condongcatur

4 Rekomendasi Penyetan di Sekitar Pasar Condongcatur

10 November 2021
Orang Kampung Berubah Jadi Picky dan Menyebalkan ketika Berhadapan dengan Makanan “Kota”

Orang Kampung Berubah Jadi Picky dan Menyebalkan ketika Berhadapan dengan Makanan “Kota”

3 Mei 2026
7 Kuliner Bandung yang Bakal Membuat Kalian Gagal Diet saking Enaknya Mojok.co

7 Kuliner Bandung yang Membuat Kalian Gagal Diet saking Enaknya

10 Oktober 2025
5 Rekomendasi Tempat Berburu Takjil di Gunungkidul yang Wajib Dikunjungi

5 Rekomendasi Tempat Berburu Takjil di Gunungkidul yang Wajib Dikunjungi

3 April 2022
4 Kuliner Jogja yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan Mojok.co

4 Kuliner Jogja yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

17 November 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

Saya gagal kerja di Bandung dan Jakarta karena terhalang restu orang tua, kadang sedih, tapi sudah bisa menerima takdir

26 Agustus 2026
4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Keresahan dosen UIN saat melihat mahasiswanya sendiri memvonis kampusnya “tidak Islam-Islam amat”

27 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

23 Agustus 2026
5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak Mojok.co

5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak

27 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.