Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Hal-hal yang Perlu Karyawan Ketahui tentang Exit Interview Saat Mengajukan Resign

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
8 April 2021
A A
Hal-hal yang Perlu Karyawan Ketahui tentang Exit Interview Saat Mengajukan Resign terminal mojok.co

Hal-hal yang Perlu Karyawan Ketahui tentang Exit Interview Saat Mengajukan Resign terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Selama menjadi seorang recruiter, selain sudah bertemu dengan banyak kandidat untuk keperluan wawancara tahap awal, saya juga terbiasa bertemu dengan para karyawan yang sudah bekerja dalam kurun waktu tertentu. Lalu, ia memutuskan untuk resign dengan berbagai alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Para karyawan yang sebelumnya kepada saya bertanya tentang prosedur resign sesuai ketentuan perusahaan, biasanya akan melakukan sesuai dengan arahan yang diberikan. Mulai dari mengajukan surat resign terlebih dahulu, harus one month notice, sampai dengan mengikuti tahap exit interview.

Khusus untuk exit interview, sulit dimungkiri bahwa sampai dengan saat ini, masih ada sebagian pekerja yang belum familiar dengan istilah ini. Selain itu, juga tentang bagaimana aplikasinya ketika seorang karyawan mengajukan resign.

Jika dirunut, exit interview adalah tahap akhir ketika seorang karyawan mengajukan resign dan sudah menunggu one month notice.

Proses exit interview pada dasarnya sama seperti ketika wawancara kerja tahap awal dengan HRD. Ada serangkaian pertanyaan yang akan dijawab dan form yang wajib diisi oleh karyawan yang mengajukan resign. Hanya saja, fokus pertanyaan lebih kepada alasan kenapa seorang karyawan resign, bagaimana pengalaman bekerja di perusahaan terkait, seberapa tinggi tingkat kepuasan dalam bekerja, sampai dengan kritik dan saran bagi perusahaan.

Boleh dibilang, exit interview menjadi kewajiban sekaligus hak para karyawan yang mengajukan resign.

Menjadi kewajiban, karena perusahaan—khususnya HRD—akan menanyakan beberapa hal sesuai prosedur perusahaan dalam memberi perlakuan terhadap karyawan yang (mengajukan) resign. Selain itu, agar mengetahui apa saja yang dialami, dirasakan, serta alasan dibalik resign tersebut.

Menjadi hak karyawan, karena mereka yang mengajukan resign berhak menyuarakan aspirasi dan keluh kesahnya selama menjadi pekerja di kantor tersebut. Jadi, saran saya, alangkah baiknya disampaikan secara baik dan jujur.

Baca Juga:

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

Resign demi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Daripada harus spal-spil sana-sini, apalagi sampai di-posting di media sosial ketika ada sesuatu yang kurang berkenan, terlalu berisiko. Sangat berisiko. Maksud saya, selama ada cara yang lebih baik yang bisa dilakukan, tidak perlu ragu untuk diutarakan.

Dalam exit interview, kerahasiaan data akan dijaga oleh HRD. Segala kritik, saran, dan masukan pun akan difilter. Satu yang pasti, bukan bersifat offensive. Semuanya akan dicatat pada form exit interview. Jadi, akan lebih tepat sasaran dibanding harus spal-spil sana-sini dan memberikan citra buruk bagi suatu perusahaan.

Dalam prosesnya, pada saat exit interview, para karyawan yang sudah mengajukan resign juga akan diminta untuk mengembalikan aset perusahaan yang sebelumnya dititipkan atau digunakan. Termasuk kartu identitas karyawan, kendaraan, atau bisa juga dalam bentuk gadget yang digunakan selama bekerja.

Pada akhirnya, beberapa komponen tersebut bisa dijadikan parameter bagi perusahaan dalam melakukan evaluasi di berbagai sektor. Selain baik bagi pengembangan karyawan, hal tersebut akan menjadi sesuatu yang baik pula bagi pengembangan bisnis perusahaan.

Tentu saja, setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda terkait exit interview. Bahkan, ada yang tidak memberlakukan sama sekali. Lantaran sebagian perusahaan menganggap bahwa pengajuan surat pemberitahuan resign dengan one month notice, dianggap sudah cukup menjadi prosedur yang sahih. Sekali lagi, hal tersebut kembali kepada kebijakan perusahaan masing-masing.

Secara keseluruhan, saran saya, jika kalian bekerja di perusahaan yang menerapkan exit interview setelah tenggat resign terpenuhi, baiknya diikuti saja. Nggak ada ruginya sama sekali. Bahkan, bisa menjadi masukan berharga bagi perusahaan. Barangkali, di waktu mendatang ada perubahan yang lebih baik.

Selain itu, secara tidak langsung, sewaktu mengikuti prosedur exit interview di perusahaan masing-masing, artinya kalian sudah menjaga komunikasi yang baik dengan perusahaan tersebut.

Siapa tahu, di waktu mendatang ketika ingin melamar atau bahkan dipanggil kembali untuk menempati posisi yang lebih baik di perusahaan yang sama, kalian tercatat sebagai karyawan yang punya rekam jejak baik dan sangat direkomendasikan. Lantaran memiliki attitude baik, juga selalu mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan.

Perlu diingat juga bahwa pada saat kali pertama datang ke suatu perusahaan untuk melamar pekerjaan, kalian sudah disambut dengan baik oleh HRD dan beberapa orang di dalamnya, sampai akhirnya diterima sebagai karyawan. Maka, sudah sepatutnya juga ketika ingin resign, lakukan dengan baik sesuai prosedur yang berlaku. Termasuk mengikuti proses exit interview.

BACA JUGA Psikotes Nggak Perlu Dimanipulasi, Recruiter Paham Mana yang Alami dan Nggak dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 April 2021 oleh

Tags: Exit InterviewHRDKaryawanresign
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Kuala Lumpur mojok.co

Pengalaman Bekerja di Kuala Lumpur, yang Jauh Lebih Menyenangkan Dibanding Indonesia

4 Juli 2020
bos marah cara mengatasi bos marah mojok

Bos Hobi Marah-marah Nggak Tahu Tempat? Resign Aja!

6 September 2021
linkedin mirip facebook postingan aneh mojok

LinkedIn Lama-lama kok Malah Jadi Mirip Facebook, ya?

26 September 2020
Untuk Menjadi Pebisnis, PNS Nggak Harus Resign dari Pekerjaannya

Untuk Menjadi Pebisnis, PNS Nggak Harus Resign dari Pekerjaannya

12 April 2023
3 Hal yang Membuat HRD Ketar-ketir Selama Ramadan saat Seleksi Karyawan

3 Hal yang Membuat HRD Ketar-ketir Selama Ramadan saat Seleksi Karyawan

25 April 2022
hobi resign dari tempat kerja alasan ragu cara memutuskan menyesal mojok.co

Yang Harus Kamu Pertimbangkan Saat Kebelet Resign Sebelum Dapat Kerjaan

26 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.