Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Saya Benci Bilang Ini, tapi (Tetap) Ada Pelajaran dari Kasus Dewa Kipas

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
23 Maret 2021
A A
Saya Benci Bilang Ini, tapi (Tetap) Ada Pelajaran dari Kasus Dewa Kipas terminal mojok.co

Saya Benci Bilang Ini, tapi (Tetap) Ada Pelajaran dari Kasus Dewa Kipas terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Gimana? Udah puas nonton pertandingan catur antara Dewa Kipas dan GM Irene di YouTube milik Deddy Corbuzier? Alhamdulillah kalau puas, hitung-hitung hiburan, lah, ya. Namun, saya sendiri nggak nonton, sih. Lantaran sedari awal saya udah curiga dan merasa aneh dengan masalah percaturan ini, apalagi saat Deddy Corbuzier makin blow up dengan mengundang Irene dan Gotham Chess. Kayak, kok malah tambah gede dah, perasaan udah kelar.

Banyak yang bilang juga, walaupun Pak Dadang kalah ia tetap untung karena dapat uang. Selain itu, Irene yang menang di sini terlihat banyak yang memuji walaupun awalnya dicaci dan dikatain sombong. Namun percayalah, yang menang di sini bukanlah Pak Dadang atau Irene, tapi Deddy Corbuzier. 

Lho gimana nggak? Acara ini dengan uang hadiah sekian mungkin terlihat besar bagi kita yang cuman nonton, tapi itu segelintir saja. Acara tanding catur itu penuh dengan sponsor, penuh dengan sokongan dana yang luar biasa banyak dari merek-merek yang terpampang di sepanjang gelaran pertandingan.

Belum lagi adsense dari YouTube, haduhhh menang banyak memang Deddy Corbuzier. Seperti yang dijabarkan dalam tulisan Yang Bertanding Dewa Kipas vs GM Irene, yang Menang Deddy Corbuzier oleh Mas Farid, nyatanya memang seperti itu. Kalau dulu dia jago sulap, sekarang dia jago mencari celah dalam situasi masalah.

Nah, setelah pertandingan ini banyak saya lihat orang-orang yang mulai berbalik arah. Di Twitter, saya lihat mulai muncul orang-orang sotoy yang mulai analisis pertandingan, lalu membawa data pertandingan Pak Dadang saat bermain sebagai Dewa Kipas di Chess.com. Keren ya, netizen Indonesia selalu ahli dalam banyak bidang, apalagi yang berbau konflik. Hahaha.

Data tersebut entah mereka dapat dari mana. Data tersebut berisi statistik permainan Pak Dadang. Pertanyaan saya cuma satu, ini orang-orang yang menyerang Pak Dadang ke mana aja anjirrr. Kok baru sekarang?

Parahnya, orang-orang yang menyerang Pak Dadang ini sebelumnya adalah pendukung Pak Dadang saat masalah ini baru muncul ke permukaan. Ckckck, netizen Indonesia oh netizen Indonesia. Siklus goblok macam apa coba, kok diulang-ulang terus yak. Mbok, ya, jangan termakan situasi makanya. Malu atuh, lah. Udah gitu pakai bawa-bawa Indonesia. Kayak nggak punya pendirian gitu. Mending dapat untung, ini mah nggak dapat apa pun sama sekali. Yang untung, ya, orang-orang yang dapat lingkaran masalah. Dapat engagement dan fuluuus~ 

Saya bisa ngomong gini karena saya memang nggak dukung siapa pun. Setiap ada masalah di internet, saya selalu mantau aja. Nggak ujug-ujug berpihak. Masalah di internet itu kan berasal dari orang yang belum kita kenal ya, sudah begitu cenderung subjektif karena sering ditemukan dibawakan oleh satu pihak. Selain itu, naratif sekali, kan? Oleh karena itu, saya merasa masalah internet itu bijaknya tidak di-judge dulu.

Baca Juga:

Ketika Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine

Selain Memancing, 5 Hobi Ini Juga Tampak Sia-Sia

Saya sebenarnya nggak mau bilang begini, tapi kenyataannya kita dapat pelajaran banyak dari kasus Dewa Kipas ini.

Pertama, jangan overproud tentang apa pun. Mau itu soal kebanggaan sebagai Indonesia pun, sebaiknya tanggapi secukupnya saja. Masalah catur yang ramai kali ini pun lahir karena overproud, bukan? Coba kalau biasa saja dan tidak terbawa narasi, pasti nggak bakal seheboh sekarang.

Kedua, di depan Tuhan mungkin kita setara. Namun, di depan algoritma dan konten kreator kita hanya angka. Termasuk kali ini, bagi Deddy Corbuzier kita cuma angka karena tanpa kita gimana bisa itu acara pertandingan catur jadi ramai? Wong kalau nggak ada views, ya, mana mau Deddy capek-capek bikin pertandingan itu, haleuhhh. 

Ketiga, dalam kondisi menguntungkan apa pun pasti ada korban. Kali ini korbannya adalah Gotham Chess yang nggak dapat untung apa-apa. Engagement kagak dapet, sponsor nggak, duit nggak, eh cuma dapat cacian dari netizen Indonesia. Wqwqwq, parah abis parah. Mau kasian, tapi kok, ya nganu.

BACA JUGA Yang Bertanding Dewa Kipas vs GM Irene, yang Menang Deddy Corbuzier dan artikel Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2021 oleh

Tags: caturDeddy Corbuzierdewa kipas
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

agama berbeda

Mengapa Manusia Menganut Agama Berbeda-beda?

30 Juni 2019
3 Program Selain Podcast di YouTube Deddy Corbuzier yang Sebenarnya Nggak Laku-laku Amat terminal mojok.co

Soal Deddy Corbuzier Masuk Islam: Please, Tidak Usah Heboh

12 Juni 2019
Selain Mancing, 5 Hobi Ini Juga Tampak Sia-Sia Mojok.co

Selain Memancing, 5 Hobi Ini Juga Tampak Sia-Sia

28 November 2024
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

9 Maret 2020
reality show raffi ahmad baim wong MOJOK.CO

Reality Show Raffi Ahmad dan Baim Wong itu Mendidik, Bukan Cuma Pamer Kekayaan Saja

30 Juni 2020
Ngobrol sama Mikrofon Podcast: Artis Pekok Nggak Usah Sok Bikin Podcast!

Ngobrol sama Mikrofon Podcast: Artis Pekok Nggak Usah Sok Bikin Podcast!

30 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.