Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Tertangkap Kamera: Para Kuntilanak yang Muncul Sewaktu Berfoto di Waktu Maghrib

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
29 Agustus 2019
A A
maghrib

maghrib

Share on FacebookShare on Twitter

Dibandingkan dengan anak-anak masa kini, sewaktu kecil saya termasuk seseorang yang sulit sekali diajak berfoto. Ada rasa enggan dan ogah. Kala itu, saya juga belum mengenal kata narsis sekaligus canggung jika berhadapan dengan lensa kamera. Seringkali bingung harus bergaya seperti apa. Meski akhirnya, jika terpaksa diajak foto, gaya yang saya gunakan adalah mengangkat dua jari—membentuk huruf V—melambangkan simbol “peace”.

Kebiasaan dalam malas berfoto pun terbawa hingga masa remaja. Semenjak kemunculan handphone dengan fitur kamera sebagai teknologinya, alih-alih bernarsis ria dengan memperbanyak swafoto pada galeri handphone, saya justru lebih senang memotret objek tertentu atau orang lain. Bahkan, saya lebih semangat jika diminta memfoto dibanding difoto.

ADVERTISEMENT

Walau tidak bercita-cita atau tidak berbakat dalam dunia fotografi, jika menjadikannya sebagai hobi, sah-sah saja, kan? hehe. Itu pun hanya bermodalkan handphone Nokia seri 6600. Ya, kala itu saya hobi memotret menggunakan handphone, bukan kamera profesional. Jadi, harap maklum dengan keterbatasan resolusi pada foto yang didapat.

Meskipun begitu, kamera Nokia 6600 termasuk canggih pada masanya dan tetap diperhitungkan untuk hasil sembarang foto. Selain memang saya antusias karena handphone yang dimiliki termasuk canggih pada zamannya.

Dalam menjalani hobi berfoto tersebut, terkadang saya menjadi lupa waktu karena rasa antusias yang tidak dapat dibendung. Mau di siang hari, sore menjelang maghrib atau malam, jika memang sedang ingin berfoto, ya foto saja—apa pun itu. Sampai akhirnya Ibu berpesan jangan mengambil foto pada waktu maghrib. Mitosnya, segala macam hantu termasuk juga kuntilanak sedang keluari dari sarangnya saat maghrib tiba.

Itu kenapa, Ibu beserta beberapa orang terdahulu menyarankan agar ketika maghrib baiknya di rumah saja, kecuali memang ingin pergi ke masjid. Entah itu mitos yang diceritakan hanya untuk menakuti atau memang nyata adanya. Yang jelas, pada masanya saya terbilang bandel untuk bisa disiplin—saat maghrib harus di rumah. Bahkan seringkali saat maghrib masih berada di luar rumah bersama dengan teman yang lain.

Salah satu sepupu saya yang masih kecil pun sedikit menantang dengan meminta difoto saat adzan maghrib berkumandang. Parahnya lagi, dia meminta foto di depan pintu toilet yang terbuka lebar. Padahal dia sudah mengetahui, toilet adalah salah satu ruangan lembab yang disukai makhluk halus dan dijadikan tempat tinggal. Namun, dia tidak menghiraukan dan tetap meminta untuk difoto.

Tanpa negosiasi berkepanjangan, akhirnya saya memotret dia di depan pintu toilet yang sedang terbuka lebar. Dia bergaya dengan mengedipkan satu matanya. Hasilnya? Nihil. Tidak ada apa pun yang didapat pada jepretan kamera handphone Nokia 6600. Setelah itu, kami bergegas mandi dan solat maghrib berjamaah. Agak kecewa karena tidak mendapat penampakan apa pun, tapi ya sudahlah. Mungkin bisa dicoba di lain waktu.

Baca Juga:

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

Keesokan harinya, karena kebetulan sedang libur, pada pagi hari saya iseng mengecek galeri handphone sambil melihat koleksi foto sebelumnya. Lalu, sontak saya kaget ketika melihat beberapa foto sepupu yang bergaya di depan kamar mandi pada hari sebelumnya. Persis di belakangnya, ada sosok berjubah putih dan berambut panjang dengan mata merah menyala. Nampak jelas karena tingginya, melebihi tinggi sepupu saya. Padahal, sebelumnya tidak muncul penampakan apa pun.

Dari yang sebelumnya sengaja mencari-cari, begitu menampakkan diri, saya malah jadi ketakutan. Dilematis rasanya, mau menyimpan fotonya tapi ya takut dan terbayang-bayang jika di rumah sedang sendiri—terlebih jika ingin ke toilet. Tapi jika dihapus pun sayang, kan bisa buat kenang-kenangan dan jadi bahan cerita. Akhirnya, saya memutuskan untuk menghapus foto tersebut. Sebab, rasa takut saya lebih besar dibanding keisengan saya yang tidak seberapa.

Apa yang dikatakan Ibu terbukti benar. Saat maghrib, baiknya jangan melakukan hal yang aneh-aneh, jika tidak ingin melihat dan merasakan hal yang di luar nalar juga batas kewajaran. Dasar memang bandel, ketakutan saya hanya berlangsung sementara. Beberapa hari kemudian, saya mengajaknya kembali berfoto di suatu taman saat maghrib tiba.

Apa yang saya dapatkan pada hasil jepretan foto betul-betul membuat kapok. Lagi-lagi, di belakang sepupu saya ada sosok berjubah putih dengan rambut yang sangat panjang sedang melayang. Total ada tiga foto yang didapat, sepupu saya dengan gaya yang sama, sedangkan sang kuntilanak dalam tiga kali foto seperti semakin mendekati kamera. Seakan ingin membuktikan eksistensinya pada saat maghrib adalah benar-benar nyata. (*)

BACA JUGA Emak-Emak Pencinta Drakor VS Emak-Emak Anti Drakor atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2022 oleh

Tags: cerita misteriHororkuntilanakmaghribtertangkap kamera
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

The Mist, Film Sci-Fi Horor dengan Ending Paling Brutal

The Mist, Film Sci-Fi Horor dengan Ending Paling Brutal

25 April 2022
Pengalaman Kebobolan Saldo Jenius, Pelakunya Laknat bin Licik Banget terminal mojok.co

#MALAMJUMAT Pengalaman Super Seram Berjumpa Makhluk Tak Kasat Mata di ATM

21 November 2019
Jangan Lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau Kesabaran dan Keberanian Kalian Setipis Tisu Mojok.co

Jangan Lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau Kesabaran dan Keberanian Kalian Setipis Tisu

2 November 2023
sinetron jadi pocong pocong mumun mojok.co

Pocong Mumun dan Jefri di Sinetron ‘Jadi Pocong’ Adalah Tontonan Terseram Semasa Kecil

7 Agustus 2020
Fenomena Horor di Dalam Mal Tidak untuk Semua Orang (Unsplash)

Fenomena Horor di Dalam Mal: Tidak untuk Semua Orang

20 April 2023
tadarusan

Misteri Suara Tangisan Saat Tadarusan

25 Juni 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
30 menit ngopi di angkringan, puluhan info bawah tanah saya dapat (Shutterstock)

30 menit ngopi di angkringan, saya bisa mengakses puluhan informasi bawah tanah

23 Agustus 2026
Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa Mojok.co

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

24 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.