Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Benda Asing yang Sering Tak Sengaja Terkunyah Saat Makan

Dicky Setyawan oleh Dicky Setyawan
1 Maret 2021
A A
5 Benda Asing yang Sering Tak Sengaja Terkunyah Saat Makan terminal mojok.co

5 Benda Asing yang Sering Tak Sengaja Terkunyah Saat Makan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Nggak sengaja mengunyah benda asing saat lagi enak-enaknya makan, sungguh nggak nyaman!

Makan, sebagai kegiatan paling purba dan paling dasar bagi seluruh makhluk hidup, barangkali tak akan habis mempreteli butir demi butir cerita dari prosesi satu ini. Pembahasan soal makanan barangkali sudah ada sejak sebelum manusia memondasi peradaban. Seandainya magis dan makna uang lenyap oleh kefanaan, mungkin makanan adalah hal duniawi yang menjadi pilihan terakhir manusia untuk ditinggalkan maknanya.

Sayangnya, sebagai salah satu kegiatan duniawi yang paling “nikmat” selain tidur, kadang ada saja yang mengganjal kenikmatan kegiatan satu ini. Bukan cuma perkara makanan yang disantap kurang sedap, atau gaduhnya di meja makan, atau hal yang lebih rumit lainnya. Namun, kadang cuma perkara ada benda asing yang sering tak sengaja terkunyah. Jelas benda asing yang tak sengaja masuk itu bukan budaya Korea seperti kata Sadana Agung di SUCI 6, bukan, itu jelas tak masuk di akal. Benda-benda tersebut seperti berikut ini.

#1 Kerikil

Dalam urusan makan, mungkin posisi nasi sama seperti posisi kegiatan makan dalam kehidupan, sama-sama kebutuhan primer bagi sebagian besar orang Indonesia. Sebagai olahan yang paling bersih “warnanya”, sering kali benda asing tak terdeteksi di antara makanan putih nan bersih inil. “Krenyes” sebuah kecanggungan tatkala mata tak berhasil mendeteksi benda satu ini sebelum dimasukan ke mulut. Gigi mungkin lebih canggung. Bagaimana tidak? Sudah mendapatkan pekerjaan mudah melembutkan benda lembek bernama nasi, eh malah kebagian kerikil yang kadang kala terlanjur ikut hancur juga.

#2 Cangkang telur

Benda satu ini mungkin tak sekeras kerikil di nasi. Pun ia tak terlalu merepotkan kegiatan kerja gigi. Namunn, damage-nya bagi mood orang yang sedang melakukan kegiatan makan, tidak tanggung-tanggung. “Krenyes”, seketika itu pula nafsu makan sering lenyap, bersamaan membayangkan bagaimana benda ini berasal. Membayangkan proses keluarnya benda bernama telur ini keluar dari lubang dubur ayam, mengerikan. Lebih menyebalkan jika seandainya benda satu ini terdeteksi gigi saat makanan masih dalam keadaan utuh. Makanan mau dibuang tapi sayang, mau lanjut makan tapi terlanjur nafsu hilang.

#3 Staples

Benda satu ini bukan saja merepotkan gigi saat bekerja, bukan juga merusak mood makan, tapi soal efek kejut “deg-degan” yang luar biasa tatkala mulut merasakan ada sesuatu yang aneh dalam makanan yang dikunyah. Benda yang berasal dari makanan bungkusan ini, mungkin tak pernah benar-benar mampu melewati jalan menuju kerongkongan saya. Sekalipun ia sudah berusaha membaur dengan makanan bungkusan. Namun, perasaan cemas dan deg-degan sering kali ada, membayangkan bagaimana ribetnya seandainya saya harus sabar menunggu kepastian benda ini tak nyangkut dan dikeluarkan bersama tinja dengan baik-baik. Kalau makan makanan bungkusan, di cek dulu, ya.

#4 Plastik

Ada beragam cara membuka bungkusan makanan dari plastik. Cara paling aman itu sebenarnya dengan mengunci sisi depan dan belakang bungkus dengan kedua tangan, lalu tarik bersamaan, “krek”. Sayangnya, bagi sebagian orang yang “grusah-grusuh”, cara ini sering tak terpakai. Maka, cara menyobek bungkusan adalah cara yang dinilai praktis, walau sejatinya nggak selalu praktis.

Cara menyobek seperti itu sering kali meninggalkan bekas sobekan yang membaur dalam makanan lalu membuat kecanggungan saat mengunyah. Bukan cuma sobekan kasar, kadang bekas guntingan bisa juga tak sengaja masuk. Pun kadang membuat sebagian orang cemas saat tak sengaja tertelan, layaknya mengunyah staples bungkusan. Walaupun sejatinya sisa plastik yang kadung masuk itu tak terlalu mengkhawatirkan kalau hanya sobekan kecil. Tinggal tunggu saja melewati licinnya dinding saluran cerna dan keluar bersama tinja.

Baca Juga:

Jangan Terkecoh! Saya Jelaskan Kenapa Makan di Restoran All You Can Eat Itu Nggak Logis, Cuma Bikin Dompet Nangis

5 Alasan Cewek Lebih Suka Jajan Dibandingkan Cowok

#5 Rambut

Jika saya mau menghitung setiap kali saya tak sengaja mengunyah benda asing, mungkin benda satu ini yang sering tak sengaja masuk ke dalam makanan. Dari masakan ibu saya sendiri, makanan di hajatan, hingga makanan di warung pinggir jalan sampai yang mewah pun pernah kejadian. Benda yang hampir sama seperti cangkang telur yang sama-sama merusak mood makan. Lantas bikin saya mempersepsikan makanan tersebut tidak higienis. Walau saking sering dan lumrahnya, sampai memaklumi hal semacam ini sebagai sesuatu yang sangat manusiawi.

BACA JUGA Saya Nggak Tahu Enaknya Nasi Blue Band, tapi Nasi Jelantah dan Garam Juga Enak dan tulisan Dicky Setyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Maret 2021 oleh

Tags: benda asingmakanterkunyah
Dicky Setyawan

Dicky Setyawan

Pemuda asal Boyolali. Suka menulis dan suka teh kampul.

ArtikelTerkait

Nggak Doyan Makan Ikan Itu Bukannya Belagu, Cuma Nggak Suka Ribet Aja! Terminal Mojok

Nggak Doyan Makan Ikan Itu Bukannya Belagu, Cuma Nggak Suka Ribet Aja!

1 Maret 2021
Emotional Eating yang Menjadikan Makan sebagai Pelarian Stres Itu Tidak Baik terminal mojok.co

Ngapain sih, Peduli Amat Soal Cara Makan Burger yang Bener!

2 Maret 2020
Nggak Habis Pikir Sama Orang yang Tidak Menghabiskan Makanan Hajatan terminal mojok.co

Pertanyaan Makan sebagai Penanda Kelas Ekonomi dan Kadar Moral Seseorang

2 Mei 2020
Ketika Urusan Makan Jadi Ribet karena Mempertimbangkan Rating Suatu Restoran

Ketika Urusan Makan Jadi Ribet karena Mempertimbangkan Rating Suatu Restoran

18 Desember 2019
Hal Paling Menyebalkan Saat Makan Mi Ayam yang Jarang Kita Sadari terminal mojok

Hal Menyebalkan Saat Makan Mi Ayam yang Jarang Kita Sadari

8 November 2021
Dear Para Pewirausaha, Mau Jualan Laris tapi Pelayanan kok Tidak Ramah?

Dear Wiraswasta, Mau Jualan Laris tapi Pelayanan Kok Tidak Ramah?

21 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

25 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.