Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sistem Kekeluargaan di Kantor Beneran Ada atau Nggak, sih?

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
26 Februari 2021
A A
Ruang Lingkup Kerja Berbasis Kekeluargaan Itu Beneran Ada atau Nggak, sih Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika melamar suatu pekerjaan, biasanya ada beragam kriteria perusahaan yang menjadi tujuan sebagian pelamar kerja. Tentu saja kriteria tersebut tergantung kebutuhan atau bisa jadi menyesuaikan harapan. Sebagian lainnya merasa nggak perlu neko-neko. Terpenting bisa bekerja secara profesional. Soal adaptasi, bisa dilakukan secara perlahan.

Dari sekian banyak kriteria perusahaan yang diidam-idamkan oleh para pekerja termasuk pelamar kerja, ada satu kriteria yang rasanya masih mengganjal pemikiran saya. “Perusahaan ini sangat mengutamakan sistem kekeluargaan,” begitu kata HRD juga sebagian karyawan di suatu perusahaan.

Sebentar, sebentar, sebentar…

Saya justru pengin bertanya terlebih dahulu. Memangnya ada gitu, kantor yang betul-betul menganut sistem kekeluargaan? Kalaupun ada, maksudnya gimana, seperti apa, dan bagaimana ruang lingkupnya?

Lantaran penasaran seperti apa dan bagaimana sih ruang lingkup pekerjaan yang dimaksud oleh sebagian karyawan di berbagai perusahaan, saya coba bertanya kepada beberapa rekan yang bekerja di berbagai divisi dan posisi: HRD, staf admin, customer service, asisten manager HRD, juga pelamar kerja, untuk mengetahui penjelasan mereka tentang “kantor yang sangat kekeluargaan.”

Dari berbagai respons yang diberikan, rangkuman verbatimnya seperti ini:

Pertama, pendapat pekerja dan pencari kerja yang percaya bahwa kantor dengan suasana kekeluargaan itu ada

Kelompok ini mengutarakan bahwa kantor dengan suasana kekeluargaan itu memang ada dan sangat mungkin diciptakan. Sebagian pekerja yang memberi penjelasan tentang hal ini, rata-rata adalah mereka yang sudah bekerja dengan kurun waktu 5-7 tahun di suatu perusahaan. Betul-betul waktu yang tidak sebentar tentunya.

Mereka juga menjelaskan yang dimaksud dengan sistem kekeluargaan adalah satu sama lain saling membantu ketika ada suatu permasalahan yang pelik. Baik antarkaryawan, maupun antara karyawan dengan customer atau klien.

Baca Juga:

Rela Utang Koperasi Kantor demi Biaya Berobat Kucing yang Sudah seperti Keluarga, Saya Dicap Nggak Waras dan Bodoh

5 Hal Tak Terduga yang Bikin Bahagia di Kantor

Lebih lanjut lagi, permasalahan pun diselesaikan secara musyawarah. Ditanya satu per satu terlebih dahulu, tidak langsung menghakimi atau mengandalkan prasangka, sampai ada titik temu atau penyelesaiannya.

Soal penyelesaian tugas, masih akan diproses secara profesional. Mengutamakan saling membantu dalam mencapai suatu tujuan atau target. Tidak ada istilah saling sikut-menyikut atau menjatuhkan antara karyawan satu dengan yang lain, atau divisi satu dengan lainnya.

Hanya saja, kekurangannya ada pada jam kerja yang nggak kenal waktu dan over-time. Sehingga work-life balance dipertanyakan. Tentu saja, persoalan ini bisa diakali dengan berbagai cara. Mematikan HP atau mengubah mode ‘plane’ pada HP hanya dua diantaranya. Biar apa pun yang ditanyakan dalam grup WA kantor, bisa direspons hanya pada waktu kerja.

Kedua, pendapat pekerja dan pencari kerja yang percaya bahwa kantor dengan suasana kekeluargaan itu tidak ada dan hanya klise

Selain pendapat yang pro, ada juga pendapat kontra yang menegaskan bahwa kantor dengan basis kekeluargaan itu hanya klise. Para pekerja yang beropini kontra percaya bahwa dalam ruang lingkup pekerjaan sebaiknya tetap diberi sekat secara profesional dan proporsional. Jangan dicampur adukkan. Baik ketika bekerja, maupun saat ada suatu permasalahan. Termasuk ketika ada persoalan personal.

Selain itu, jargon “kantor ini sangat kekeluargaan” dianggap terlalu abu-abu dan riskan. Bagaimana bisa ruang lingkup profesional dibuat dengan sistem kekeluargaan? Apa nggak terlalu berlebihan? Juga, khawatir antara karyawan satu dengan lainnya tidak ada gap lagi. Antara supervisi, manajemen, juga karyawan ‘terlalu dekat’ dan malah semaunya.

Bukannya mau sok-sokan ada gap antara junior dan senior atau bawahan wajib hormat dan selalu manut kepada atasan tanpa diberi kebebasan berpendapat, tapi ini semua kembali kepada profesionalitas dan proporsional dalam dunia kerja.

Lebih lanjut lagi, menurut beberapa orang yang pro dengan poin ini, efek laten menerapkan jargon “kantor dengan sistem kekeluargaan” itu justru rawan bekerja secara profesional dan semaunya. Lantaran merasa segala sesuatunya bisa diatur dan ada anggapan, “Ah, santai. Si bos deket sama gue, kok. Bisa diatur.”

Setelah mendengarkan dengan saksama dua opini yang bertolak belakang tersebut, saya pun menyadari bahwa keduanya punya gagasan yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada salah atau benar, yang ada hanya bagaimana harus bersikap secara profesional sekaligus proporsional dalam bekerja. Juga, harus bisa membaca situasi. Kapan harus bekerja secara tim dan saling menolong, kapan harus bisa bekerja secara individu demi mencapai objektif perusahaan.

BACA JUGA Lucunya Bekerja di Perusahaan yang Pimpinannya Adalah Teman Sendiri dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2021 oleh

Tags: kantorsistem kekeluargaan
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Moodyan, Hal yang Haram Dilakukan di Tempat Kerja Terminal Mojok

Moodyan, Hal yang Haram Dilakukan di Tempat Kerja

30 November 2022
Nggak kayak Karyawan SCBD, 5 Alasan PNS Nggak Perlu Bikin Video Flexing Kantor Terminal Mojok.co

Nggak kayak Karyawan SCBD, 5 Alasan PNS Nggak Perlu Bikin Video Flexing Kantor

18 April 2022
7 Tipe ASN yang (Sepertinya) Cocok Kerja di IKN

5 Hal yang Bakal Sulit Kamu Temukan di Tempat Kerja PNS

1 Juli 2022
ciri karyawan yang rentan kena phk mojok.co

5 Ciri Karyawan yang Rentan Kena PHK

24 Juli 2020
hobi resign dari tempat kerja alasan ragu cara memutuskan menyesal mojok.co

Saran bagi Pekerja yang Hobi Resign padahal Baru Kerja Sebentar

20 Agustus 2020
pengetahuan mobile legends lebih berguna daripada gelar sarjana mojok.co

Pengetahuan Mobile Legends Lebih Berguna Ketimbang Gelar Sarjana

5 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Kuliah S3 di Taiwan Bikin Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia Mojok.co

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

25 Maret 2026
Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh Mojok.co

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

28 Maret 2026
Sisi Gelap Purwokerto yang Membunuh Wisatanya Sendiri (Unsplash)

Purwokerto Murah? Murah untuk Siapa? Kenapa Warga Asli Tidak Merasakannya?

27 Maret 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

Mewakili Warga Tegal, Saya Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Pemudik

28 Maret 2026
3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat Mojok.co

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan
  • WFH 1 Hari ASN Perlu Lebih Peka terhadap Kondisi Pekerja Informal
  • Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi
  • Pekerja Jakarta Resign Pasca-THR Bukan karena Gaji, tapi Muak dan Mati Rasa akibat Karier Mandek dan Rekan Kerja Muka Dua
  • Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan
  • Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.